Category: How to be a good Mom

Aliran Rasa Level 11: Fitrah Seksualitas

Assalamuallaikum minna san,

Saatnya membuat aliran rasa untuk Tantangan Level 11: Fitrah Seksualitas

Tantangan 10-17 hari ini, 8-19 Agustus 2019, adalah Fitrah Seksualitas

yang kata Bunda E, “buatlah tulisan yang bisa memberikan inspirasi dan pengingat untuk diri kita..”

Apa saja yang sudah dilalui selama level 11?

Tantangan kali ini bukan dikasih materi terus belajar, namun belajar dengan membuat materi. Kami dibagi per kelompok untuk membuat materi 10 hari ini. Setiap malam, selama 10 hari setiap kelompok harus menyajikan materi kemudian diadakan diskusi, terakhir semuanya membuat resume di media masing-masing sebagai laporan tantangan 10 hari.

Semua materinya terkait tentang pembahasan Fitrah Seksualitas

Mulai dari pemahaman perbedaan gender, pendidikan fitrah seksualitas sejak dini, peran orang tua dan  peran ayah dalam membangkitkan fitrah seksual, pentingnya akil baligh, pengaruh media digital, bagaimana menjaga diri dari kejahatan seksual, pencegahan dan solusi penyimpangan seksual, peran lingkungan dan perlindungan dari kejahatan seksual, dan terakhir bagaimana menyikapi dan menjawab pertanyaan anak-anak seputar seksual.

Saya masuk di kelompok 8 yang membahas tentang penyimpangan seksual, pencegahan dan solusinya.

 

Bagaimana perasaan para Soleha sekalian ?

Alhamdulillah setiap bulannya mendapatkan banyak sekali ilmu yang sangat berharga di sini

Setiap hari dikasih materi baru yang saling berkaitan, di mana juga materi ini masih dianggap tabu untuk dibahas.

Selain belajar materi yang sangat menarik, saya juga belajar berbagi tugas dan bekerja tim dengan teman lainnya, alhamdulillah lancar.

Belajar juga bagaimana penyajian presentasi yang baik dari kelompok lainnya

Saya pikir, belajar dengan model begini akan lebih melekat ke diri sendiri karena para “muridnya” berperan aktif semua.

Saya bersyukur sekali mendapatkan materi ini, karena anak-anak saya sudah ada di usia pra akil baligh, jadi mamah dan ayah musti siap. Khususnya kalau mereka sudah mulai nanya-nanya kearah sana hihi…

Dan setelah belajar materi-materi ini saya juga berpikir ternyata selama ini, tanpa saya sadari, saya sudah pelan-pelan membangkitkan Fitrah Seksualitas ini kepada anak. Karena Seksualitas itu bukan hanya hal-hal terkait seks saja, namun lebih luas dari pada itu.

Saya juga sangat bersemangat membagi ilmu ini kepada orang-orang terdekat saya, agar mereka juga bisa memiliki pengetahuan tambahan terkait bagaimana membangkitkan Fitrah Seksualitas anak

Terima kasih banyak untuk semua Fasil dan teman-teman di kelas Pra Nikah

Barakallah IIP

Untuk Game Level berikutnya, mudahan tetep semangat, bisa fokus dan konsisten ya…mudahan di ridhoi Allah setiap prosesnya aamiin…

semangat!

Wassalam

#Kuliah BunSay IIP
#Level 11
#FitrahSeksualitas
#Tantangan 10 hari

Advertisements

Game Lvl. 11, Day 10: Ketika Anak Bertanya (FAQ yang diajukan anak mengenai seksualitas, dan cara menjawabnya)

Assalamuallaikum minna san,

Bulan Baru, Tantangan Baru!

Tantangan 10-17 hari ini, 8-19 Agustus 2019, adalah Fitrah Seksualitas

Tantangan kali ini bukan dikasih materi terus belajar, namun belajar dengan membuat materi. Kami dibagi per kelompok untuk membuat materi 10 hari ini.

Hari ke sepuluh ini kelompok 10 yang mempresentasikan materi yang sudah dibuat kelompoknya.

Saya berusaha resume, sekalian sayapun belajar

Padahal beberapa hari ini pulang selepas isya terus dari kampus, tapi suami minta temani malamnya ketika dia lagi kerja di rumah. Jadilah sambil rebahan di futon, video call sama ayah, ngobrol sama anak-anak, dan ikutan diskusi di WAG hihi…

Kali ini dimulai dengan diskusi terlebih dahulu, berusaha menjawab pertanyaan-pertanyaan anak seputar seks

1. Menikah itu apa?

“Menikah itu seperti kakek dan nenek, mamah dan ayah, om dan tante…”

“Ini anak sy lagi disebelah jadi ta tanya: menikah itu supaya punya anak, mamah punya temen di hari tua, biar gak sepi”

“Ditanya balik mbaa hehe,, kira2 si anak pengetahuannya udh sampe mana..” (MBak Y)

Dari kelompok 10

Menikah itu menjadi suami dan istri, seperti ayah dan ibu, menikah itu untuk orang yang sudah dewasa

Kita sepakat bahwa menjawab pertanyaan anak dengan memberikan contoh langgung ya. Dan bisa di mulai dengan tanya balik sejauh mana pemahaman mereka sehingga kita sebagai orang tua tinggal meluruskan.

2. Seks itu apa?

“Waktu kecil saya pernah nanya itu sama bapak saya, jwban beliau: jenis kelamin, perempuan atau laki-laki”

“Jawaban ciri khas maskulinitas ..” (Bunda E)

“Dan saya gak puas sama jwban beliau… nanya melulu, jwbnya itu terus dengan muka lempeng. Pas udah bisa baca, jadi semua tulisan dibaca…”

“Karena kalimat lengkapnya tidak nyambung dengan definisi dari papap itu ahahahah… jd seks itu ada rangkaian kalimat gitu, ketika dpt definisi dr beliau sy akurin ke kalimat kok ya masih gak nyambung”

“Seinget saya kelas 1 SD apa ya lupa…bapak teledor naro majalah langganan beliau. sy yg haus bacaan, kebaca judul2 di cover majalahnya… jaman dulu itu majalah matra”

“Pelajaran buat ortu ya (untuk hati-hati menaruh bahan bacaan)”

“Seks itu jenis kelamin. Hanya ada dua ya nak, laki-laki dan perempuan. Bisa kita lihat dari alat kelamin yang adik punya. Laki-laki dan perempuan itu beda bentuknya. Tapi ingat ya, bagian ini tak boleh disentuh atau dilihat orang lain kecuali ibu, ayah, dokter atau siapapun tanpa izin dulu. Selain itu semakin bertambah usia nanti terlihat juga bedanya antara laki-laki dan perempuan dari fisiknya. ” (Mbak A)

Dari kelompok 10

Seks itu jenis kelamin, ada yang laki-laki ada yang perempuan

Jadi sebenernya, untuk pertanyaan yang simpel, emang jawaban dari Bapaknya Mbak C dan dari Mbak A itu udah cukup yaaaa. Jangan ditambah2i apalagi di aneh2i gituuuu~ Karena sejatinya, seks memang adalah jenis kelamin…

3. Seksi itu apa?

“Pernah bahs sama anak, dia jwbnya: kalau aurat mamah keliatan (kalau sy dirumah pas pake celana pendek atau tshirt yang lehernya rendah). Saya biasanya bahas sama anak cowo, Alif. Ini lagi video call sama anak wedok, Pila… sy coba tanya sama Pila, jwbannya sama: kalau aurat kebuka2 mah”

“Wah anaknya diajarin dulu ga mba? Atau sblmnya pernah dikasih tau apa gitu sehingga bisa timbul jawaban keren gitu” (Mbak Y)

“Lupa ya tapi saya sering bahas soal aurat cewe dan cowo ke anak2… utk antisipasi menghindarkan dr pelecehan”

“Seksi itu bagian nak. Nanti di sekolah juga ada yang menyebutkan seksi keamanan, berarti bagian keamanan. Nah kalau ada yang bilang seseorang seksi berarti ada ‘bagian’ yang terlihat. Yang hanya orang tertentu yang boleh melihat atau yg kita tahu dengan aurat ya.” (Mbak A)

Dari kelompok 10

Nah, jadi, kalau menurut kami begitu teman-teman. Pada dasarnya, menurut KBBI sendiri seksi itu ada 3 artian.

1. Bagian seperti yang disebutkan Mbak A
2. Pengirisan (misalnya, menyeleksi kata dasarnya seksi)
3. Merangsang rasa berahi (ini mungkin yang terlintas di mayoritas pikiran orang dewasa )

Maka baiknya, tanyakan dulu ke anak dari mana dia tahu kata seksi bisa jadi dia cuma main tebak2an ya kan…

“Mah, seksi itu apa?”
“Seksi itu kalau pakaiannya nggak sesuai ajaran Islam, sayang.”
“Lho, emang iya?”
“Lho, kenapa memangnya?”
“Aku lagi cari kata dasar menyeleksi di internet, keluarnya seksi. Hubungannya sama ajaran Islam gimana, Mah?”

Kelompok 10-1

Prinsip menjawab pertanyaan anak

This slideshow requires JavaScript.

Media pembelajaran lainnya 

Untuk teman-teman yang menyukai cara belajar dengan membaca buku yang sifatnya practical dan step by step, maka insyaa Allah buku ini cocok untukmu

Ini adalah buku karangan Alva Handayani dan Aam Amiruddin oleh penerbit Khazanah Intelektual. Alhamdulillaah ya… Allah perkenankan kita untuk menambah sumber belajar meskipun cuma berupa buku preview berjudul Anak Anda Bertanya Seks? Meskipun cuma preview alias nggak lengkap ditampilin semuanya, tapi insyaa Allah ada ibrah yang bisa kita ambil.

Teman-teman bisa mengakses buku preview untuk belajar fitrah seksualitas di sini

Untuk teman-teman yang lebih suka belajar dengan cara visual auditori, maka kami juga punya media yang tepat untuk dibagikan. Ini adalah playlist Sex Education dari channel Youtube Tanam Benih Foundation.

Di dalamnya ada pemaparan oleh para ahli di bidang parenting mengenai sex education untuk anak sejak bayi sampai usia dewasa. Jadi lengkap yaa

Playlist video bisa diakses di sini

Komentar Saya

Diskusinya seru!

Media pembelajarannya beragam!

Saya jadi dapet pelajaran baru nih karena diskusi ini… sesibuk apapun harus banyak ngobrol sama anak. suka lupa ngajak ngobrol anak soalnya

sekian laporan untuk hari 10

terima kasih banyak ilmunya kelompok 10

Wassalam

#Kuliah BunSay IIP
#Level 11
#FitrahSeksualitas
#Tantangan 10 hari

Game Lvl. 11, Day 9: Peran Lingkungan dan Perlindungan dari Kejahatan Seksual

Assalamuallaikum minna san,

Bulan Baru, Tantangan Baru!

Tantangan 10-17 hari ini, 8-19 Agustus 2019, adalah Fitrah Seksualitas

Tantangan kali ini bukan dikasih materi terus belajar, namun belajar dengan membuat materi. Kami dibagi per kelompok untuk membuat materi 10 hari ini.

Hari ke sembilan ini kelompok 9 yang mempresentasikan materi yang sudah dibuat kelompoknya.

Saya berusaha resume, sekalian sayapun belajar

 

Efek Kekerasan Seksual Pada Anak

  • Depresi
  • Gangguan stress pasca trauma
  • Kecenderungan untuk menjadi korban lebih lanjut pada masa dewasa

 

Penyebab seseorang melakukan pelecehan seksual

  • Riwayat pelecehan seksual masa lalu
  • Keluarga yang tidak harmonis
  • Bendi terhadap anak-anak
  • Kelianan seksual dari pelaku
  • Kontrol dan pengawasan terhadap anak yang kurang
  • Penggunaan media informasi yang tidak terkontrol dan berlebihan (TV, internet, buku, dll)
  • Pola dan bentuk permainan yang mempengaruhi untuk berpeilaku menyimpang
  • Pendidikan seksualitas yang tidak tepat
  • Kurangnya pendidikan moral dan agama

 

Definisi

Kekerasan Seksual terhadap anak adalah bentuk penyiksaan terhadap anak dimana orang dewasa atau remaja yang lebih tua menggunakan anak untuk rangsangan seksual

Bentuk pelecehan seksual anak termasuk meminta atau menekan seorang anak untuk melakukan aktivitas seksual (terlepas dari hasilnya), memberikan paparan yang tidak senonoh dari alat kelamin untuk anak, menampilkan pornografi untuk anak, melakukan hubungan seksual terhadap anak-anak, kontak fisik dengan alat kelamin anak (kecuali dalam konteks non-seksual tertentu seperti pemeriksaan medis), melihat alat kelamin anak tanpa kontak fisik (kecuali dalam konteks non-seksual seperti pemeriksaan medis), atau menggunakan anak untuk memproduksi pornografi anak

 

Referensi

How to Make a Baby Mommy – Dian Mardi S Gita Lovusa dkk

Ayah Edy Menjawab Problematika Orang Tua ABG & Remaja karya Ayah Edy

https://www.tipsanakcerdas.com/2016/05/penyebab-kenapa-terjadi-pelecehan.html

https://id.wikipedia.org/wiki/Pelecehan_seksual_terhadap_anak

 

Closing Statement dari Neng G, kelompok 9

Lingkungan yang baik tentunya akan membawa pengaruh yang baik, tetapi bagaimana kita tetap menjaga fitrah anak terutama fitrah seksualitasnya di lingkungan yang tidak baik.

Maka, peranan orangtua memberikan filter sekaligus memahamkan pada anak akan fitrah sejatinya baik sebagai perempuan maupun laki-laki haruslah ditanamkan sejak dini. Bahkan dari sebelum ia terlahir ke dunia. Terlebih di era digital yang gelombang informasi tak terbendung bak tsunami, peran orangtua semakin ekstra untuk menjaga anak.

Dan sebaik-baiknya orangtua adalah yang memberikan teladan juga pendidikan awal mengenai seks. Yang utama senantiasa memohon perlindungan dari Allah Yang Maha Menjaga dan Mengawasi

 

Komentar Saya

Menjalin komunikasi dengan anak, seberapa sibuknya orang tua adalah koentji

 

sekian laporan untuk hari 9

terima kasih banyak ilmunya kelompok 9

 

Wassalam

#Kuliah BunSay IIP
#Level 11
#FitrahSeksualitas
#Tantangan 10 hari

Game Lvl. 11, Day 8: Penyimpangan Seksualitas, Pencegahan dan Solusinya

Assalamuallaikum minna san,

Bulan Baru, Tantangan Baru!

Tantangan 10-17 hari ini, 8-19 Agustus 2019, adalah Fitrah Seksualitas

Tantangan kali ini bukan dikasih materi terus belajar, namun belajar dengan membuat materi. Kami dibagi per kelompok untuk membuat materi 10 hari ini.

Hari ke delapan ini kelompok 8, yaitu kelompok saya sendiri yang mempresentasikan materi yang sudah dibuat kelompoknya.

yeiiii

Kuliah bunda sayang pranikah #4
Kelompok 8

Citra Anggita
Sonya Suci Ramadhani
Syarifah Dini Astuti

Apa yang dimaksud dengan penyimpangan seksual ?

-Penyimpangan seksual yaitu perilaku atau fantasi seksual yang diarahkan pada pencapaian orgasme lewat relasi diluar hubungan kelamin heteroseksual, dengan jenis kelamin yang sama, atau dengan partner yang belum dewasa, dan bertentangan dengan norma-norma tingkah laku seksual dalam masyarakat yang bisa diterima secara umum. (Junaedi, 2010)

– Penyimpangan seksual adalah pemenuhan nafsu biologis dengan cara dan bentuk yang menyimpang dari syariat, fitrah dan akal sehat. (Farhan, 2002)

Penyebab penyimpangan seksual

Faktor psikologis :
– pengalaman di masa lalu akibat pelecehan seksual atau melihat adegan seksual
– kesulitan mengekspresikan perasaan dan sulit memulai hubungan dengan orang lain
– mendapatkan aktivitas seksual yang menyenangkan berulang kali terhadap situasi atau objek tertentu.

Faktor biologis :
– kelainan struktur dan kinerja otak
– kadar hormon abnormal

Jenis penyimpangan seksual

Menurut Sarwono Sarlito W, 2002, penyimpangan seksual terbagi menjadi 4 kelompok besar.

1. Gangguan identitas jenis yaitu ketidaksesuaian antara alat kelamin dengan identitas jenis yang terdapat pada diri seseorang. Jadi seorang yang beralat kelamin laki-laki merasa dirinya wanita, ataupun sebaliknya.

Terbagi lagi menjadi :
a. Transeksualisme (homoseksual)
b. Gangguan identitas jenis masa kanak-kanak
c. Gangguan identitas jenis tidak khas
Yaitu tidak sepenuhnya menunjukkan tanda-tanda transeksualisme, akan tetapi ada perasaan-perasaan tertentu yang menolak struktur anatomi dirinya.

2. Parafilia diartikan sebagai ketertarikan atau fantasi seksual yang tidak wajar terhadap benda, situasi, atau kelompok individu tertentu.

Terdapat 3 pembagian :

a. Dari cara penyaluran dorongan seksualnya

– Masochisme : Mendapatkan kegairahan seksual melalui penderitaan
– Sadisme : menyakiti pasangan seksnya.
– Eksibitionisme : memperlihatkan alat kelaminnya kepada orang lain.
– Scoptophilia : melihat aktivitas seksual.
– Voyeurisme : melihat orang telanjang.
– Transvestisme : memakai pakaian dari lawan jenisnya.
– Sodomi : melakukan hubungan seksual melalui anus
– Seksualoralisme : Mendapatkan kepuasan seks dari aplikasi mulut pada genitilia partnernya

b. Dari orientasi atau sasaran seksual yang menyimpang

– Pedophilia : anak-anak.
– Bestiality : binatang
– Zoophilia : aktivitas seksual dari binatang
– Necriphilia : mayat
– Pornography : gambar porno
– Fetishisme : pakaian dalam lawan jenis.
– Frottage : meraba orang yang disenangi dan biasanya orang tersebut tidak mengetahuinya.
– Incest : Hubungan seksual yang dilakukan dua orang yang masih satu darah.
– Mysophilia, coprophilia dan Urophilia : Senang pada kotoran, faeces dan urine.
– Masturbasi : merangsang genitalnya sendiri.

c. Dilihat dari tingkat penyimpangan, keinginan, dan kekuatan dorongan seksual

– Nymphomania : Seorang wanita yang mempunyai keinginan seks yang luar biasa atau yang harus terpenuhi tanpa melihat akibatnya.
– Satriasis : Keinginan seksual yang luar biasa dari seorang lelaki.
– Promiscuity dan prostitusi : Mengadakan hubungan seksual dengan banyak orang.
– Perkosaan : Mendapatkan kepuasan seksual dengan cara paksa.

3. Disfungsi psikoseksual yaitu terdapat hambatan pada perubahan psikofisiologik yang biasanya terjadi pada orang yang sedang bergairah seksual. Terbagi lagi menjadi :
a. Hambatan selera seksual
b. Hambatan gairah seksual
c. Hambatan orgasme wanita
d. Hambatan orgasme pria
e. Ejakulasi prematur
f. Dispareunia fungsional
g.Vagina fungsional

4. Gangguan seksual pada remaja
Ejakulasi dini atau impotensi pada laki-laki, vaginismus pada wanita akibat libido seksual yang rendah dan kecemasan

Akibat Penyimpangan Seksualitas

  • Kehamilan di luar nikah
  • Tertular penyakit menular seksual
  • Terkena HIV/AIDS
  • Depresi, stress, fobia, trauma dan penarikan diri dari masyarakat
  • Menganggu keamanan dan kenyamanan masyarakat

Cara mengatasi penyimpangan seksualitas

  • Pencegahan
    -Deteksi dini secara medis
    -Pengkondisian lingkungan, baik keluarga maupun pergaulan
    -Pendidikan seks
    -Kegiatan yang bermanfaat
  • Pengobatan
    -Konseling
    -Psikoterapi, antara lain psikoterapi individu untuk mengubah perilaku dan terapi keluarga.
    -Obat-obatan, untuk mengurangi fantasi dan kecenderungan perilaku menyimpang, seperti antidepresan dan antiandrogen.
    -Terapi hormon, untuk mengurangi dorongan seksual dan perilaku berbahaya.
    -Terapi penyalahgunaan minuman keras dan obat-obatan, jika penderita juga bermasalah dalam hal tersebut.

Mencegah Anak dari Penderita Penyimpangan Seksual

  • Kenalkan anak terhadap pendidikan seksual sejak dini. Ajarkan pula anak bagian tubuh tertentu yang tidak boleh dilihat atau disentuh sama sekali oleh orang lain.
  • Ajari anak untuk selalu terbuka tentang rahasia yang dimilikinya. Ciptakan hubungan erat antara Anda dan anak, ini bertujuan agar anak merasa nyaman dan percaya kepada Anda untuk menceritakan masalah pribadinya.
  • Anda harus mulai mencurigai setiap orang yang suka memberinya mainan atau hadiah. Ini merupakan salah satu cara pelaku penyimpangan seksual untuk memikat korbannya.
  • Didik anak untuk menolak bepergian dengan orang lain tanpa sepengetahuan dan seizin orang tua.
  • Para orang tua disarankan mengenali lingkungan tempat anak bermain dan dengan siapa mereka bermain. Pastikan pula teman sepermainannya memiliki usia yang sebaya dengan anak Anda.
  • Ajarkan pada anak bahwa kekerasan seksual atau pelecehan seksual dapat datang dari orang-orang yang mereka percayai.

Referensi

Diskusi

Penjelasan mengenai jenis penyimpangan seksual

Transeksualisme

Pada orang dewasa, gangguan identitas jenis ini dinamakan transeksualisme. Minat seksual kaum transeksual ini biasanya adalah yang sejenis kelamin (homoseksual, walaupun mereka tidak mau disebut sebagai homoseks), tetapi juga yang melaporkan pernah mengalami hubungan heteroseksual dan beberapa di antara mereka dilaporkan aseksual (tidak berminat pada seks).

Gangguan identitas jenis masa kanak-kanak
Walaupun transeksualisme biasanya mulai timbul sejak masa kanak-kanak, akan tetapi ada gangguan jenis yang hanya terjadi pada masa kanak-kanak saja.

2. Parafilia diartikan sebagai ketertarikan atau fantasi seksual yang tidak wajar terhadap benda, situasi, atau kelompok individu tertentu. Terdapat 3 pembagian :
a. Dari cara penyaluran dorongan seksualnya:
– Masochisme : Mendapatkan kegairahan seksual melalui penderitaan
– Sadisme : menyakiti pasangan seksnya.
– Eksibitionisme : memperlihatkan alat kelaminnya kepada orang lain.
– Scoptophilia : melihat aktivitas seksual.
– Voyeurisme : melihat orang telanjang.
– Transvestisme : memakai pakaian dari lawan jenisnya.
– Sodomi : melakukan hubungan seksual melalui anus
– Seksualoralisme : Mendapatkan kepuasan seks dari aplikasi mulut pada genitilia partnernya

b. Dari orientasi atau sasaran seksual yang menyimpang
– Pedophilia : anak-anak.
– Bestiality : binatang
– Zoophilia : aktivitas seksual dari binatang
– Necriphilia : mayat
– Pornography : gambar porno
– Fetishisme : pakaian dalam lawan jenis.
– Frottage : meraba orang yang disenangi dan biasanya orang tersebut tidak mengetahuinya.
– Incest : Hubungan seksual yang dilakukan dua orang yang masih satu darah.
– Mysophilia, coprophilia dan Urophilia : Senang pada kotoran, faeces dan urine.
– Masturbasi : merangsang genitalnya sendiri.

c. Dilihat dari tingkat penyimpangan, keinginan, dan kekuatan dorongan seksual :
– Nymphomania : Seorang wanita yang mempunyai keinginan seks yang luar biasa atau yang harus terpenuhi tanpa melihat akibatnya.
– Satriasis : Keinginan seksual yang luar biasa dari seorang lelaki.
– Promiscuity dan prostitusi : Mengadakan hubungan seksual dengan banyak orang.
– Perkosaan : Mendapatkan kepuasan seksual dengan cara paksa.

Disfungsi Psikoseksual
Gambaran utama dari Disfungsi Psikoseksual adalah terdapat hambatan pada perubahan psikofisiologik yang biasanya terjadi pada orang yang sedang bergairah seksual.
1. Hambatan selera seksual
Sukar atau tidak bis timbul minat seksual sama sekali secara menetap dan meresap.
2. Hambatan gairah seksual:
Pada laki-laki: gagal sebagian atau seluruhnya untuk mencapai atau mempertahankan ereksi sampai akhir aktivitas seksual (impotensia).
Pada wanita: gagal sebagai atau seluruhnya untuk mencapai atau mempertahankan pelumasan dan pembengkakan vagina (yang merupakan respons gairah seksual wanita) sehingga akhir dari aktivitas seksual (frigiditas).

3. Hambatan orgasme wanita
Berulang-ulang atau menetap tidak terjadi orgasme pada wanita setelah terjadi gairah seksual yang lazim selama aktivitas seksual.
4. Hambatan orgasme pria
Berulang-ulang atau menetap tidak terjadi ejakulasi atau terlambat berejakulasi setelah terjadi fase gairah seksual yang lazim selama aktivitas seksual.
5. Ejakulasi prematur
Secara berulang-ulang dan menetap terjadi ejakulasi sebelum dikehendaki karena tidak adanya pengendalian yang wajar terhadap ejakulasi selama aktivitas seksual.
6. Dispareunia fungsional
Rasa nyeri yang berulang dan menetap pada alat kelamin sewaktu senggama, baik pada pria maupun wanita.
7. Vagina fungsional
Ketegangan otot vagina yang tidak terkendali sehingga mengalami senggama.

Ganguan seksual pada remaja
Seringkali dijumpai gangguan seksual pada masa remaja seperti ejakulasi dini atau impotensi, bisa juga dijumpai adanya hambatan selera seksual dan hambatan gairah seksual. Libido seksual yang rendah dan kecemasan yang berkaitan dengan seks seperti vaginismus.
Namun sebagian dari gangguan tersebut belum bersifat permanen melainkan bersifat situasional dan belum bisa dikategorikan sebagai kelainan. Hal ini disebabkan kecemasan dan perasaan bersalah yang begitu kuat, sehingga bisa menghambat dorongan seksual karena status yang belum membolehkan untuk melakukan hubungan seksual

Penjelasan mengenai perlindungan untuk anak2 kita yg masih labil dgn era informasi yg terbuka seperti ini bagaimana

Menurut Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bidang Hak Sipil dan Partisipasi Anak yaitu:
peran orang tua, interaksi dan komunikasi orang tua dan anak harus terjalin baik
lingkungan dan pemerintah turut serta dalam memberi perlindungan dan pengawasan
dan pemahaman tentang teknologi dan penggunaan internet bagi anak-anak

Penjelasan mengenai perbedaan penyimpangan no. 3 dan 4. Apakah penyimpangan ini bisa dicegah sejak awal?

No 3 untuk yang sudah aktif secara seksual, yang 4 itu yang masih remaja

Bisa Insya Allah, dicegah dengan melindungi anak dari paparan penyebab-penyebab penyimpangan seksual. Perlu adanya pendidikan seks sejak dini, komunikasikan perbedaan antara laki-laki dan perempuan agar anak tidak bingung dengan gendernya

Penjelasan mengenai apakah perlu anak diberitahu bahwa orang-orang dengan penyimpangan seksual itu ada? Alasannya apa? Kalau perlu, di usia berapa?

Perlu, supaya tahu mana yang sesuai ajaran agama dan mana yang dilarang agama, seperti kisah Nabi Luth, bisa diceritakan sejak dini namun.

Untuk penyimpangan seksual yang lebih beragam, kayanya perlu diceritakan hal-hal positif, yaitu bagaimana cara kita meneruskan keturunan seperti yang diajarkan agama yang kita yakini masing-masing

Closing statement

Mengutip pernyataan dari dr H Boyke Dian Nugraha, SpOG, MARS.

bahwa pendidikan seks pada anak berbeda dengan mengajarkan anak melakukan seks.

Melalui pendidikan seks, anak akan lebih mengenali fungsi tubuhnya, menghindari apa yang seharusnya tidak dilakukan serta memahami konsekuensi dari tiap perbuatannya. Dengan begitu, anak akan dapat menjauhkan diri dari penyimpangan seksual dan menghindarkan diri dari bahaya pelecehan seksual.

Pendidikan seks yang benar bisa selamatkan anak dari pelecehan dan penyimpangan seksual

 

sekian laporan untuk hari 8

Terima kasih banyak temen-temen di kelompok 8, Mbak Sya dan Mbak So atas kerjasamanya, bekerja dalam timnya enak dan menyenangkan, Mbak-mbaknya pada rajin! otsukaresamadeshita!

Wassalam

#Kuliah BunSay IIP
#Level 11
#FitrahSeksualitas
#Tantangan 10 hari

Game Lvl. 11, Day 7: Menjaga Diri dari Kejahatan Seksual

Assalamuallaikum minna san,

Bulan Baru, Tantangan Baru!

Tantangan 10-17 hari ini, 8-19 Agustus 2019, adalah Fitrah Seksualitas

Tantangan kali ini bukan dikasih materi terus belajar, namun belajar dengan membuat materi. Kami dibagi per kelompok untuk membuat materi 10 hari ini.

Hari ketujuh ini kelompok 7 yang mempresentasikan materi yang sudah dibuat kelompoknya.

Saya berusaha resume, sekalian sayapun belajar

Definisi Kejahatan Seksual:

UU nomor 35 tahun 2014 – Setiap perbuatan terhadap Anak yang berakibat timbulnya kesengsaraan atau penderitaan secara fisik, psikis, seksual, dan/atau penelantaran, termasuk ancaman untuk melakukan perbuatan, pemaksaan, atau perampasan kemerdekaan secara melawan hukum.

Penyebab Kejahatan Seksual

  • ada anak yang berpotensi menjadi korban

Menurut ketua Komnas perlindungan anak, Ada anak2 yg berpotensi menjadi korban kejahatan seksual yaitu anak yang cenderung penakut (tidak berani melawan/menolak), berbaju ketat, dan hiperaktif

Dan orang tua baiknya waspada jika anak sering bermain di rumah tetangga yang tidak ada anak kecilnya, anak suka mandi bersama, anak tidur bersama, dan tidur di tempat terbuka

  • ada anak atau orang dewasa yang berpotensi menjadi pelaku kekerasan

Untuk anak biasanya adalah anak korban kekerasan seksual akibat meniru dr orang tua, tv, atau game. Sedangkan untk orang dewasa yg menjadi pelaku karna maniak, kecanduan pornografi, narkoba, miras

Poin pencetus dari korban dan pelaku biasanya pada anak adalah anak yg biasa dipeluk, dipangku, dicium tapi tidak berani menolak.

Sedangkan pada pelaku yg menjadi pencetus karena adanya dorongan seksual yang tidak disalurkan dengn wajar.

  • adanya peluang kekerasan

Karena kurangnya pengawasan dan perlindungan orang tua terhdp anak. Misalnya anak yg hanya ditinggal dgn pembantu, atau ayah tiri atau ibu tiri atau paman saja. Atau anak dibiarkan sendiri ke toilet atau ruang terbuka tanpa pengawasan.

  • ada pencetus dari korban dan pelaku

Peran Orang Tua Mencegah Kejahatan Seksual

  • Bangun kedekatan dengan anak, karena dengan hubungan yg dekat dengan anak (prinsip pendidikan fitrah seksualitas), InsyaAllah anak akan terbuka & mau sharing dengan orang tua
  • Hentikan kesalahan pengasuhan mulai saat ini, seperti mengancam kosong, labelling, dll karena ini bisa membuat orang tua menjadi inkonsisten di depan anak. Resikonya jika tetap melakukan kesalahan pengasuhan : kata orang tua menjadi tidak ada artinya di mata anak (anak jadi tidak percaya lagi)
  • Tumbuhkan rasa cinta kepada Allah dengan senantiasa menumbuhkan syukur, dengan syukur maka akan tumbuh ketaatan, dengan sendirinya anak akan patuh pada aturan Allah

Cara Menjaga Diri Anak Dari Kejahatan Seksual

Bayi 0 th– 2 th

  • Perkenalkan dan ajarkan nama bagian tubuh
  • Jika memungkinkan sentuh bagian tubuh sesuai penamaan yang diajarkan
  • Pengenalan awal perbedaan laki-laki dan perempuan
  • Perkenalkan perbedaan bagian tubuh dan pekerjaan yang dilakukan
  • Perkenalkan batasan ketika tidak memakai pakaian lengkap ( dirumah dan diarea publik)

Anak 3 th– 5 th

  • Perkenalkan dan ajarkan nama bagian tubuh
  • Tekankan perbedaan mendasar setiap gender dan persamaannya
  • Ajarkan mengenal privacy
  • Tidak masalah memegang bagian privat anak, tetapi harus meminta izin dan dalam pengawasan orang tua
  • Kenalkan juga alat reproduksi makhluk lain (tumbuhan & hewan)
  • Kenalkan dari mana adek bayi berasal dan bagaimana bayi didalam perut ibu
  • Beritahu anak, bahwa mereka adalah bos diri mereka sendiri, sehingga tidak boleh sembarangan disentuh oleh orang lain.

Anak 6 th– 8 th

  • Perkenalkan nama organ privacy dan organ dalam
  • Perkenalkan mereka tentang perubahan tubuh sesuai dengan gendernya masing-masing
  • Penjelasan lebih detail bagaimana bayi terbentuk
  • Sex adalah hal yang natural dan bagian dari kehidupan (tetap ajarkan pengenalan sesuai dengan norma agama)
  • Beritahukan bahwa sex adalah aktivitas orang dewasa yang sudah menikah dan bukan untuk anak kecil.
  • Beritahu bahwa tubuh anak akan mengalami perubahan yang dinamakan puberitas.

Kelompok 7.png

Referensi

 

Closing statement dari Mbak E, kelompok 7

”Kejahatan seksual pada anak angkanya terus meningkat dari tahun ke tahun. Lingkungan terdekat anak bahkan menjadi jalan terjadinya kekerasan tersebut. Oleh sebab itu peran orang tua dalam membentengi anak dengan membangun kedekatan dan pola pengasuhan yang benar mutlak diperlukan. Ajarkan anak tentang batasan terhadap anggota tubuh mereka sejak dini agar terhindar dari kejahatan seksual sejak dini.”

 

Komentar Saya

Saat ini kejahatan seksual tidak hanya pada anak perempuan, juga pada anak laki-laki. Penting sekali mengajarkan anak untuk menjaga dirinya sendiri dari kejahatan ini.

Karena itu materi-materi game level 11 ini sangat penting bagi saya dan para orang tua semua.

Saya harus membagi informasi ini kepada keluarga dan saudara tentunya…

 

sekian laporan untuk hari 7

terima kasih banyak ilmunya kelompok 7

 

Besok malam kelompok saya yang presentasi huaaaa!!!!

Wassalam

#Kuliah BunSay IIP
#Level 11
#FitrahSeksualitas
#Tantangan 10 hari

Game Lvl. 11, Day 6: Pengaruh Media Digital Terhadap Fitrah Seksualitas

Assalamuallaikum minna san,

Bulan Baru, Tantangan Baru!

Tantangan 10-17 hari ini, 8-19 Agustus 2019, adalah Fitrah Seksualitas

Tantangan kali ini bukan dikasih materi terus belajar, namun belajar dengan membuat materi. Kami dibagi per kelompok untuk membuat materi 10 hari ini.

Hari keenam ini kelompok 6 yang mempresentasikan materi yang sudah dibuat kelompoknya.

Saya berusaha resume, sekalian sayapun belajar

Pengertian Media digital

adalah media yang kontennya berbentuk gabungan data, teks, suara dan berbagai jenis gambar yang di simpan dalam format digital dan disebarluaskan melalui jaringan berbasis kabel optik broadband, satelit dan sistem gelombang mikro (Flew, 2008)

Program-program komputer dan perangkat lunak seperti citra digital, digital video; video games; halaman web dan situs web, termasuk media sosial; data dan database; digital audio, seperti mp3, mp4 dan e-buku adalah contoh media digital. (Wikipedia, 2019)

Manfaat Media Digital terhadap Fitrah Seksualitas

  1. Media informasi dan pendidikan dalam memberikan pengetahuan mengenai organ secara biologis dengan pengawasan orang tua
  2. Membantu orang tua agar lebih sadar akan bahaya penyimpangan gender dan seksualitas dengan adanya berita yang terjadi di lingkungan sekitar

Kerugian Media Digital terhadap Fitrah Seksualitas

  1. Resiko anak terpapar pornografi
  2. Meningkatnya peluang terjadinya kejahatan seksual
  3. Mengalami kebingunagn gender atau seks karena pengaruh budaya yang ditampilkan melalui hiburan atau musik

Dampak dari Pornografi menurut Kestlemaan, 2010

Banyak orang mengabaikan dampak dari pornografi, padahal efek negatifnya lebih berat dibandingkan narkoba dalam merusak otak.

Pornografi akan merusak 5 bagian otak terutama bagian pre frontal cortex (yang berada tepat di bagian belakang dahi)

Langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk menghilangkan pengaruh buruk media digital terhadap fitrah seksualitas 

  1. Pertimbangkan waktu terbaik untuk memberikan gadget pada anak sesuai dengan usia dan perkembangannya
  2. Kuatkan pondasi agama bahwa Allah Maha Mengawasi dan semua perbuatan akan dipertanggungjawabkan
  3. Tetapkan aturan dalam penggunaan gadget seperti waktu penggunaan, tempat, dll
  4. Orang tua terlibat dalam pertemanan dan atau media digital yang digunakan anak
  5. Menjelaskan batas pergaulan dalam menggunakan media sosial dan aturan yang harus diperhatikan
  6. Tanamkan sikap dan komunikasi terbuka antara anak dan orang tua

Referensi

Flew, Terry and Wilson, Jason A. (2008). JOURNALISM AS SOCIAL NETWORKING: THE AUSTRALIAN YOUDECIDE PROJECT AND THE 2007 FEDERAL ELECTION. University of Technology, Sidney.

Wikipedia 2019. https://id.wikipedia.org/wiki/Media_digital. diakses 11 agustus 2019

Closing statement dari Mbak N, kelompok 6

Inilah era digital. Semua serba digital. Salah juga kita sebagai orang tua jika melarang mereka untuk tidak menguasai digital. Namun salah juga kita saat kita biarkan anak-anak bermain sendirian di dunia digital. Maka, temanilah mereka

Dan

Melalui pembahasan di atas semakin membuat kita sadar betapa peran orangtua sangatlah di butuhkan untuk membersamai anak-anak mengembangkan fitrah seksualitasnya.

Apalagi di zaman yang serba modern saat ini, di mana media digital menjadi kebutuhan pokok dalam kehidupan, baik dewasa, remaja bahkan anak-anak semua seperti sangat membutuhkan media digital dalam hidupnya. Sehingga kebanyakan orang tidak menyadari akan dampak negatif bagi pengguna akut media digital.

Untuk itulah kita sebagai orangtua dan calon orang tua teruslah belajar. Tanamkan keimanan dengan kuat dan kesadaran akan pengaruh buruk media digital sebagai pertahanan utama dari dalam diri si anak. Berikan aturan yang harus dipatuhi dan dievaluasi oleh seluruh anggota keluarga. Dampingi dan awasi penggunaan media digital sesuai usia anak. dan berdoa kepada Allah subhanahu wata’ala agar Dia membimbing dan melindungi kita. Memberikan petunjuk dan kekuatan dalam membangkitkan fitrah seksualitas anak-anak kita.

Komentar saya

Sebagai orang tua di zaman serba digital ini memang harus banyak belajar dan memahami perkembangan zaman, pergaulan anak, dan rambu-rambu dari agama. Hal ini penting bagi masa depan anak-anak kita.

Ngeri siy sebenarnya, saya selalu diskusi hal ini setiap malam dengan suami, sehabis saya menerima materi di WAG

zaman kami sekolah aja, dampak buruk media sudah kami lihat di beberapa teman sekolah kami. Bayangkan setelah puluhan tahun, sudah sampai sejauh apa teknologi dan sebebas apa pergaulan anak sekolah saat ini.

Naudzubillah

semoga kita para orang tua selalu diberi kekuatan untuk bisa merawat dan membesarkan titipan Allah dengan baik sesuai panduan Allah aamiin

semoga anak-anak kita juga selalu di jalan Allah, menjadi anak sholeh dan sholehah aamiin

dan sebagai kita harus bisa memnafaatkan sisi positif dari teknologi ini

semua tergantung manusianya

Allahuallam

 

sekian laporan untuk hari 6

terima kasih banyak ilmunya kelompok 6

Wassalam

#Kuliah BunSay IIP
#Level 11
#FitrahSeksualitas
#Tantangan 10 hari

Game Lvl. 11, Day 5: Pentingnya Akil Baligh Secara Bersamaan

Assalamuallaikum minna san,

Bulan Baru, Tantangan Baru!

Tantangan 10-17 hari ini, 8-19 Agustus 2019, adalah Fitrah Seksualitas

Tantangan kali ini bukan dikasih materi terus belajar, namun belajar dengan membuat materi. Kami dibagi per kelompok untuk membuat materi 10 hari ini.

Hari kelima ini kelompok 5 yang mempresentasikan materi yang sudah dibuat kelompoknya.

Saya berusaha resume, sekalian sayapun belajar

Pengertian Akil Baligh

Aqil (matang secara psikologis) atau secara bahasa yaitu orang yang berakal. Aqil dapat dikatakan juga memiliki kecakapan berpikir yang matang berdasarkan acuan shahih dalam agama ini.

Baligh (matang secara fisik) atau secara Bahasa artinya adalah sampai. Sedangkan secara syara’, baligh artinya adalah seseorang yang telah sampai pada masa pemberian beban hukum syariat, disebut juga dengan taklif.

Tanda Tanda Aqil Baligh

  1. Khusus untuk anak perempuan, apabila ia telah berumur 9 tahun dan telah mengalami haid, maka ia sudah dikatakan baligh. Sedangkan apabila anak perempuan tersebut mengalami haid sebelum umur 9 tahun, maka ia belum dikatakan baligh.
  2. Untuk anak laki-laki ataupun wanita, apabila ia telah mencapai umur 9 tahun dan
    mengalami mimpi basah (hingga keluar mani), maka ia dianggap telah baligh. Dan
    apabila ia mengalami mimpi basah tersebut sebelum usia 9 tahun maka belum bisa
    dikatakan sebagai baligh.
  3. Untuk anak laki-laki maupun perempuan, apabila ia telah mencapai umur 15 tahun, meskipun tidak atau belum mengalami hal-hal diatas, maka secara otomatis ia telah dianggap baligh. Artinya, anak laki-laki maupun perempuan secara otomatis dikatakan baligh tanpa syarat setelah memasuki umur 15 tahun

Kecakapan untuk menakar menimbang harus beriringan dengan kematangan fisik. Seharusnya pada masa ini terjadi keseimbangan antara kematangan fisik dengan kematangan psikologis

Persiapan Menuju Aqil Baligh

Untuk mempersiapkan aqil baligh secara bersamaan pada anak, anak harus dilatih untuk:

  • Memimpin baik diri sendiri maupun orang lain;
  • Kemampuan bertahan hidup mandiri (basic life skills) dengan mengurus
    seluruh keperluan dasarnya seperti menyiapkan makanan, pakaian, mampu bepergian dengan aman, dan lain-lain;
  • Mencari nafkah dan merawat makhluk hidup. Meskipun baik laki-laki maupun perempuan perlu dilatih untuk mempelajari kedua hal ini, tetapi penitikberatan latihan mencari nafkah pada laki-laki dan merawat makhluk hidup pada perempuan;
  • Mampu fokus pada solusi, bukan hanya fokus pada masalah

 

Referensi

  • https://elizato.com/pengertian-aqil-baligh-mukallaf
  • mumayyiz/https://www.bmh.or.id/benarkah-anak-kita-sudah-aqil
  • baligh/https://muslim.or.id/47618-memahami-tanda-tanda
  • baligh.htmlhttps://okinafitriani.com/2019/05/08/persiapan-menghadapi-pubertas-aqil-baligh/R

 

Tambahan dari Mbak Y, kelompok 5

Dampak apa aja sih yg bisa dirasakan jika aqil baligh tdk bersamaan?
1. Galau
2. Problem Oriented
3. Pornografi
4. Sex bebas

Kenapa galau karena si remaja baik lelaki atau perempuan akan mengalami krisis identitas diri. Bingung mau kemana, bingung arah tujuan hidupnya apa sehingga membuat si anak salah gaul

Problem Oriented disini maksudnya si remaja tdk fokus dalam mencari solusi jika memiliki masalah tapi malah berfokus pada masalahnya saja

Sementara Pornografi dan sex bebas muncul akibat si remaja sudah berkembang secara fisik atau sudah memasuki baligh tp tidak siap secara aqil atau secara psikologis sehingga mengakibatkan si anak tdk bisa menakar mana yg benar dan mana yg salah

Closing Statement

Pada rentang usia 12-15 tahun, pada umumnya, baik anak laki-laki maupun anak perempuan sudah memasuki masa puber atau Aqil baligh. Seharusnya pada masa ini terjadi keseimbangan antara kematangan fisik dengan kematangan psikologis. Hal ini agar tidak terjadi krisis identitas pada sang anak.

Masalah krisis identitas pada remaja merupakan suatu mitos. Ingatlah pada generasi sahabat radhiyallahu ‘anhum ajma’in maupun generasi tabi’in dan tabi’ut tabi’in hingga beberapa generasi sesudahnya, kita akan sangat kesulitan menemukan jejak-jejak krisis identitas pada para pemuda generasi terbaik Islam tersebut. Yang kita dapati justru sebaliknya: usia masih sangat muda, tetapi mereka telah matang kepribadiannya, sehat mentalnya dan memiliki kemampuan berpikir yang mendalam dengan berpijak pada tuntunan agama yang sempurna.

Komentar saya

A kun dan P chan saat ini sedang dalam tahap pre akil baligh, maka penting bagi saya dan suami untuk siap menghadapinya

mudahan lancar aamiin

 

sekian laporan untuk hari 5

terima kasih banyak ilmunya kelompok 5

Wassalam

#Kuliah BunSay IIP
#Level 11
#FitrahSeksualitas
#Tantangan 10 hari

Game Lvl. 11, Day 4: Peran Ayah dalam Pengasuhan untuk Membangkitkan Fitrah Seksualitas

Assalamuallaikum minna san,

Bulan Baru, Tantangan Baru!

Tantangan 10-17 hari ini, 8-19 Agustus 2019, adalah Fitrah Seksualitas

Tantangan kali ini bukan dikasih materi terus belajar, namun belajar dengan membuat materi. Kami dibagi per kelompok untuk membuat materi 10 hari ini.

Hari keempat ini kelompok 4 yang mempresentasikan materi yang sudah dibuat kelompoknya.

Saya berusaha resume, sekalian sayapun belajar

Father Absence

adalah tidak adanya sosok ayah dikarenakan perceraian, orang tua tunggal atau sebab lainnya sehingga tidak utuhnya parental structure. Disebut pula bahwa tidak adanya figure ayah dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak.

Hal yang terjadi apabila sosok ayah tidak ada atau ada tapi tidak terlibat dalam pengasuhan anak

  • Kemiskinan
  • Pernikahan dini
  • Bullying, baik pelaku atau korban
  • Penyalahgunaan miras ataupun narkotika
  • Lebih rentan masuk penjara
  • Melakukan kejahatan
  • Tidak tuntasnya hak pendidikan (drop out)
  • Masuk jeratan LGBT

Apa itu Fitrah Seksualitas?

Fitrah seksualitas adalah tentang bagaimana seseorang berfikir, merasa dan bersikap sesuai fitrahnya sebagai lelaki sejati atau sebagai perempuan sejati. Menumbuhkan Fitrah ini banyak tergantung pada kehadiran dan kedekatan pada Ayah dan Ibu.

Bagaimana peran ayah dalam keluarga?

Sebagai Pemimpin (QS. An-Nisa:34) yang harus menyelamatkan keluarganya
dari api neraka (QS. At-Tahrim:6)

Bagi anak laki-laki, ayah sebagai super hero pertamanya dan idola pertamanya

Bagi anak perempuan, ayah sebagai cinta pertama nya

Jadi, apa sesungguhnya peran ayah dalam pengasuhan?

  • A man of mission and vision (pembuat visi keluarga)
  • Pensuplai ego (pemberi kemampuan leadership)
  • Pembangun struktur berpikir dan rasionalitas
  • Pensuplai maskulinitas
  • Ayah sang raja tega (menguji kemandirian anak)
  • Penanggungjawab pendidikan
  • Konsultan pendidikan

Referensi

Tambahan dari Mbak U, kelompok 4

Di beberapa artikel yang saya baca, tidak adanya figure ayah saja dapat menyebabkan beberapa masalah sosial pada anak.

Lalu bagaimana dengan ayah yang abai?

Kalau dari beberapa responden yang saya minta sharing pengasuhan (para ayah di sekitar saya) mereka bukannya abai, tapi pemahaman prioritas peran mereka hanya sebagai tulang punggung.

“Selama saya kerja, nyukupi nafkah lahir. Itu cukup.”

Dalam pemahaman mereka. Dan ketika saya tanya tentang pengasuhan, jawaban mereka “pasrah sama ibuk e”

Itu baru peran pengasuhan, belum yang keterkaitan tentang fitrah seksualitas.

Tidak semua ayah atau calon ayah seperti para responden saya, tapi bisa ditarik kesimpulan bahwa, tentang parenting baik itu ayah atau ibu tetep harus semangat belajar.

Melalui pembahasan diatas semakin terlihat betapa penting nya peran ayah dalam pengasuhan terlebih untuk membangkitkan fitrah seksualitas pada anak.

Dengan adanya figure ayah, anak akan dengan mudah dan akan semakin paham peran dan tanggung jawab dari masing-masing individu baik sebagai perempuan atau sebagai laki-laki.

Komentar saya

mau tidak mau, materi di game level 11 ini terkait dengan masa lalu saya yang berpisah dengan bapak biologisnya A kun dan tidak adanya sosok bapak dalam hidupnya.

Alhamdulillah peran itu digantikan oleh Kakek dan Om-omnya A kun

Alhamdulillah suami saya sekarang ini sangat berperan terhadap pengasuhan P chan, Insya Allah walaupun saat ini sedang jauhan, A kun bisa merasakan pengasuhan dari ayah juga terutama dalam hal mengambil keputusan dan lain-lain

sekian laporan untuk hari 4, mohon maaf ya rapelan

terima kasih banyak ilmunya kelompok 4

Wassalam

#Kuliah BunSay IIP
#Level 11
#FitrahSeksualitas
#Tantangan 10 hari

Game Lvl. 11, Day 3: Peran Orang Tua dalam Membangkitkan Fitrah Seksualitas

Assalamuallaikum minna san,

Bulan Baru, Tantangan Baru!

Tantangan 10-17 hari ini, 8-19 Agustus 2019, adalah Fitrah Seksualitas

Tantangan kali ini bukan dikasih materi terus belajar, namun belajar dengan membuat materi. Kami dibagi per kelompok untuk membuat materi 10 hari ini.

Hari ketiga ini kelompok 3 yang mempresentasikan materi yang sudah dibuat kelompoknya.

Saya berusaha resume, sekalian sayapun belajar

Teknis Menumbuhkan Fitrah Seksulitas Pada Anak

0-2 tahun : Dekatkan dengan Ibu

  • Menanamkan rasa malu dengan cara tidak mengumbar aurat bayi di sembarang
    tempat
  • Saat memandikan, mengganti baju, atau bersuci, usahakan dilakukan di tempat
    tertutup. Bila sedang di tempat umum, tutupi dari pandangan orang lain dengan
    kain/handuk
  • Saat sedang menyusui, biasakan hanya anak (bayi) saja yang dapat berinteraksi dan melihat aurat sang ibu (bisa menggunakan nursing cover bila di tempat umum)
  • Tidak melakukan hubungan seksual dengan pasangan di depan anak (bayi)

3-6 tahun: Dekatkan dengan orang tua.

  • Kenalkan organ tubuh dengan istilah yang benar
  • Jelaskan mana organ tubuh yang boleh atau tidak boleh disentuh orang lain (rasa
    malu)
  • Ajari cara bersuci dan merawat alat vitalnya (minta izin saat hendak memegangnya)
  • Kenalkan perbedaan jenis kelamin dalam keluarga
  • Mengenalkan batas aurat laki-laki dan perempuan
  • Berikan pakaian/aksesoris yang sesuai gender

Indikator: Anak dapat dengan jelas dan bangga menyebut gendernya

7-10 tahun: Dekatkan sesuai gender

  • Dikenalkan dengan fungsi organ seksual (sex education)
  • Pisahkan tempat tidur anak perempuan dengan laki-laki (Hadits Abu Dawud no
    466, 467, 509)
  • Menanamkan jiwa maskulinitas pada anak lelaki dan feminitas pada anak
    perempuan
  • Mengajak sholat berjamaah di masjid dan aktivitas kelelakian lain seperti olahraga
    futsal dan otomotif untuk anak laki-laki
  • Dilatih untuk mengerjakan pekerjaan rumah untuk anak perempuan

Indikator: Anak laki-laki kagum dan ingin seperti ayahnya, anak perempuan kagum dan ingin seperti ibunya

11-14 tahun (pre aqil baligh) : Dekatkan lintas gender

  • Mengenalkan mana mahram dan bukan mahram
  • Diberikan pemahaman tentang pubertas (haidh dan mimpi basah)
  • Ajarkan adab meminta izin saat masuk ke kamar orang tua (QS An-Nur: 58)
  • Perintahkan untuk menutup aurat dan menjaga pandangan (QS An-Nur: 30-31)
  • Mengenalkan peran dan fungsi sosial sesuai gender
  • Ibu mengajarkan bagaimana memahami perempuan kepada anak laki-laki dan ayah mengajarkan bagaimana memahami laki-laki kepada anak perempuan

Indikator: Ibu menjadi sosok wanita ideal pertama sekaligus tempat curhat bagi anak laki-laki dan ayah menjadi sosok lelaki ideal pertama sekaligus tempat curhat bagi anak perempuan

Referensi

• Al-Qur’an
• Komunitas Institut Ibu Profesional. 2013. Bunda Sayang, 12 Ilmu Dasar Mendidik Anak. Jakarta: Gazza
Media
• Ihsan, Ummu dan Abu Ihsan al-Atsari. 2014. Mencetak Generasi Rabbani. Jakarta: Pustaka Imam AsySyafi’i
•https://mayarismala.wordpress.com/2018/01/12/peran-orang-tua-dalam-membangkitkan-fitrahseksualitas/amp/
•https://ruangceritaibue.wordpress.com/2018/05/21/peran-orang-tua-dalam-membangkitkan-fitrahseksualitas-pada-kondisi-tidak-ideal/amp/
•https://bundafaizfathilabib.wordpress.com/2018/01/09/fitrah-seksualitas-anak-day-2-pentingkahmembangkitkan-fitrah-seksualitas-anak/amp/
https://pondokibu.com/Pendidikan-seksual-untuk-anak-usia-0-7-tahun.html
•https://ekoharsono.wordpress.com/2017/12/24/prinsip-dan-tahapan-mendidik-fitrah-seksualitas/amp/
•https://littlehaidar.wordpress.com/2018/05/22/membangkitkan-fitrah-seksualitas-pada-anak-day3/amp/

Tambahan dari Mbak R, kelompok 3

orang tua memiliki peran yang sangat besar dalam menumbuhkan fitrah seksualitas anak, bahkan seperti menjadi role model bagi anak dalam hal fitrah seksualitas ini,

bagaimana ayah harus menjadi role model laki-laki sejati yang mengajarkan maskulinitas, aktivitas kelelakian, sampai bagaimana menjadi laki-laki yang menghormati dan memahami perempuan..

Ibu juga harus menjadi role model perempuan sejati untuk anak, mengajarkan feminitas, cara berpikir dan bersikap sebagai perempuan, aktivitas keperempuan, hingga bagaimana kelak menghormati dan memahami laki-laki..

jadi banyak merenung, apa kita (saya) sebagai calon ibu sudah bisa menyadari sepenuhnya fitrah seksualitas sebagai seorang perempuan sejati dan pantas menjadi role model untuk anak-anak kelak (khususnya anak perempuan)

Komentar saya

Mohon maaf jadi rapelan terus, karena jamnya diskusi di WAG, jamnya saya tepar.

Tapi materi-materi ini saya share juga ke suami sebagai tambahan ilmu kami dalam mengasuh anak

kebetulan juga anak-anak sudah usia pre akil baligh, jadi pas juga ketika anak belajar lintas gender (P chan sama ayah dan A kun sama mamah)

 

sekian laporan untuk hari 3, mohon maaf ya rapelan

terima kasih banyak ilmunya kelompok 3

Wassalam

#Kuliah BunSay IIP
#Level 11
#FitrahSeksualitas
#Tantangan 10 hari

Game Lvl. 11, Day 2: Pendidikan Fitrah Seksualitas Sejak Dini

Assalamuallaikum minna san,

Bulan Baru, Tantangan Baru!

Tantangan 10-17 hari ini, 8-19 Agustus 2019, adalah Fitrah Seksualitas

Tantangan kali ini bukan dikasih materi terus belajar, namun belajar dengan membuat materi. Kami dibagi per kelompok untuk membuat materi 10 hari ini.

Hari kedua ini kelompok 2 yang mempresentasikan materi yang sudah dibuat kelompoknya.

Saya berusaha resume, sekalian sayapun belajar

Pengertian Fitrah Seksualitas

Fitrah Seksualitas adalah tentang bagaimana seseorang berfikir, merasa dan bersikap sesuai fitrahnya sebagai lelaki sejati atau sebagai perempuan sejati. (Harry Santosa, 2017)

Alasan Perlunya Pendidikan Fitrah Seksualitas (Abu Salma Muhammad)

  1. Mengetahui identitas seksualnya
  2. Mengenali peran seksualitasnya dan mampu menempatkan dirinya sesuai peran
    seksualitasnya
  3. Melindungi diri dari kejahatan seksual

Setiap anak dilahirkan sudah membawa jenis kelamin, sehingga menjaga fitrah seksualitas anak dimulai dari semenjak anak baru dilahirkan.

Tahapan penumbuhan fitrah seksualitas

0-2 tahun : Dekatkan dengan Ibu (ASI). Menyusui adalah pondasi penguatan konsepsi semua fitrah.

3-6 tahun: Dekatkan dengan orang tua. Indikator pada tahapan ini adalah anak dapat menyebutkan dengan jelas dan bangga dengan gendernya di usia tiga tahun.

7-10 tahun: Dekatkan sesuai gender (anak perempuan dengan ibu, anak laki dengan ayah).

Ayah mengajak anak laki-laki berperan dan beraktivitas sebagai laki-laki di kehidupan sosialnya. Termasuk menjelaskan tentang mimpi basah, fungsi sperma, dll.

Ibu mengajak anak perempuan beraktivitas sebagai perempuan di kehidupan sosialnya. Dijelaskan tentang menstruasi, dll.

Indikator pada tahap ini, anak laki-laki mengagumi ayahnya dan anak perempuan mengagumi ibunya.

11-14 tahun (pre aqil baligh)
: Dekatkan lintas gender (anak perempuan dengan ayah, anak laki dengan ibu). Indikator pada tahapan ini adalah persiapan dan keinginan menjadi ayah bagi anak laki-laki dan menjadi ibu bagi anak perempuan.

15 tahun < : usia akil baligh, anak sudah siap berperan menjadi ayah bunda sejati

Prinsip

Prinsip 1: Fitrah seksualitas memerlukan kehadiran, kedekatan, kelekatan anak sejak lahir sampai usia 15 tahun dengan figur ayah dan ibu secara utuh dan seimbang.

Prinsip 2: Ayah berperan memberikan suplai maskulinitas dan ibu memberikan suplai femininitas. Anak-anak laki-laki mendapatkan suplai 75% maskulinitas, dan 25% femininitas, sedangkan anak perempuan 75% femininitas dan 25% maskulinitas.

Prinsip 3: Penumbuhan fitrah seksualitas yang paripurna, melahirkan lelaki yang mempunyai peran keayahan sejati dan perempuan yang berperan kebundaan sejati. Mereka memiliki ahlak yang mulia terhadap pasangan dan keturunannya.

Referensi

https://www.ibuprofesional.com/blog/menumbuhkan-fitrahseksualitas (Diakses 8 Agustus 2019)
Muhammad, Abu Salma. Memelihara Fitrah Seksualitas
Anak (Power Point Slide)
http://azkail.com/10-alasan-mengapa-harus-mengenalkanfitrah-seksualitas-pada-anak (Diakses 8 Agustus 2019)

Closing statement Mbak T dan Mbak E, kelompok 2

Pendidikan Fitrah Seksualitas Sejak Dini sangat penting. Kedekatan yang dibangun oleh ayah dan ibu menjadi pondasi anak untuk belajar fitrah seksualitas sejak dini. Meskipun ada pengecualian (kasuistik) namun peran tersebut bisa digantikan oleh keluarga lainnya. Nah, bila anak sudah mengerti fitrah seksualitasnya, maka dia akan mampu melindungi tubuhnya dari kejahatan seksual. Anak yang fitrah seksualitasnya berkembang dengan baik, akan terhindar dari kejahatan seksual, baik sebagai korban maupun pelaku.

Pendidikan Fitrah Seksualitas menjadi sangat dibutuhkan karena dampaknya yang tidak hanya untuk menghindari penyimpanan seksual, namun lebih besarnya menyiapkan calon-calon orangtua yang memiliki akhlak mulia terhadap pasangan dan anak-anaknya, begitu seterusnya. 🌹🌹🌹

Diskusi

pertanyaan saya

Kalau misalnya, karena suatu hal kehadiran salah satu orang tua tidak ada sampai usia 15 tahun tersebut, apa yg harus dilakukan?

jawaban

Pendekatan yang dilakukan ayah dan ibu sebenarnya adalah yang utama. Sebab dengan kedekatan yang dibangun kedua orang tua secara utuh akan menumbuhkan fitrah seksualitas yang baik untuk anak.

Namun, jika di keluarga ada ketidak seimbangan, misal ibu tunggal atau ayah tunggal, pendidikan fitrah seksualitas bisa didapat dari keluarga terdekat sebagai penganti peran. Bisa nenek, kakek, pakde, budhe, dan lainnya.

Komentar saya

alhamdulillah dikasih ilmu lagi. presentasinya pun kereeen

sekian laporan untuk hari 2, mohon maaf ya rapelan

terima kasih banyak ilmunya kelompok 2

semangat belajar!

 

Wassalam

#Kuliah BunSay IIP
#Level 11
#FitrahSeksualitas
#Tantangan 10 hari