Category: How to be a good Mom

Bunda Cekatan, Tahap Ulat-Ulat: 1. Ini Makananku

Assalamuallaikum minna san,

Bismillahirrahmanirrahim…

Selasa, 21 Januari 2020

Materi ke-1 dari Kelas Ulat-Ulat: Ini Makananku

Kita berada di gerbang Jungle of Knowledge

Pegang Peta masing-masing ya temans, agar tidak nyasar di hutan belantara ilmu pengetahuan…

Sebelum mengisi panduan 1, kami di suruh untuk mengisi panduan 2 terlebih dahulu dan berbagi hasil isian kami ke peserta lain sebagai potluck ilmu…

Ini potluck racikan saya untuk dibagi kepada mamah-mamah keceh semua. Beberapa bulan ini emang lagi belajar tentang manajemen waktu dan produktivitas, Alhamdulillah semua hasil belajarnya selalu saya catet di dalam jurnal saya, maklum sering lupaaaa… biar rajin nyatet juga, masih suka lupa untuk dibaca ulang…ingat ya mamah citra, review-reread sering-sering! satu lagi hal penting, konsisten prakteknya…

Ini makananku…

Citra Anggita
Panduan 2, yang di share sebagai potluck untuk dapat di nikmati semua murid di kelas Ulat-Ulat…mudahan bermanfaat…

Panduan 1 ini merupakan KWL Chart, suatu tabel yang di desain untuk membantu siswa mengumpulkan informasi selama proses belajar

Isian kolom “Aku Tahu Tentang” merupakan sesuatu yang sudah bertahun-tahun kita menggelutinya, istilahnya ahli dan tidak perlu terkait dengan Telur Oranye kita. Kalau merasa nggak yakin apakah kita ahli atau bukan, menurut penjelasan Ibu Septi, yang penting setelah kita menggeluti hal itu, kita menjadi versi kita yang lebih baik dibandingkan bertahun-tahun sebelumnya. Harus PD agar ilmu dan pengalamannya bisa dibagi dengan yang lain

3119030053
Panduan 1, Apa yang Aku tahu-Aku ingin tahu-Aku baru belajar

Sebenarnya laporan ini sudah selesai saya buat di hari sabtu, karena minggu ada kesibukan jadi musti kelar sabtu, tapi jujur saya kok nggak PD dan masih ragu apakah pemahaman saya akan materi pekan 1 di kelas ini sudah benar atau malah nyasar. Terus, mau submit senin pagi sebelum ngampus, eh taunya ada tugas lain, makanya baru submit malam ini yang ternyata sudah masuk hari Selasa #gubrak

Pelajaran yang bisa saya ambil adalah, nggak usah nunda pekerjaan…

Hidup itukan merupakan serangkaian revisi dari hari sebelumnya, jadi kalau tugasnya harus dikoreksi minggu depan, ya diterima aja ya mamah cit #ngomongsendiri

baiklah, Ulat mamah citra siap makan daun-daun yang sehat bagi tubuh, bismillah….

Ayo Makan!

Wassalam

#janganlupabahagia
#jurnalminggu1
#materi1
#kelasulat
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#institutibuprofesional

Aliran Rasa Kelas Bunda Cekatan, Tahap Telur-Telur : “A kun mau ikut main juga donk mah …”

Assalamuallaikum minna san,

Bismillahirrahmanirrahim…

Kamis, 16 Januari 2020

Saatnya membuat aliran rasa untuk Kelas Bunda Cekatan: Tahap Telur-Telur

Level pertama di Kelas Bunda Cekatan…

Tantangan 4 pekan,  Desember dan Januari 2020

Apa saja yang sudah dilalui selama Tahap Telur-Telur?

Pekan 1, kami berusaha Melacak Kekuatan yaitu membuat daftar semua kegiatan yang dilakukan setiap harinya kemudian memilih mana yang kita Suka dan Bisa 

Kalau saya, saya membuat daftar seluruh kegiatan saya sebagai individu, mahasiswi, ibu, istri dan dosen, total ada 114 kegiatan… dari semuanya ada 39 kegiatan yang Suka dan Bisa kemudian

Dari ke 39 kegiatan itu kita fokus dengan hal-hal yang membuat bahagia, membuat mata berbinar dan menemukan AHA momen. Kemudian saya coba mengkombinasikannya dengan hasil mind mapping ST 30

Akhirnya ada 4 kegiatan yang menjadi Kekuatan atau Telur Hijau saya

Pekan 2, Setelah menemukan Kekuatan/Telur Hijau kita berusaha Menemukan Keterampilan yaitu membuat daftar semua keterampilan yang apa saja yang bisa mendukung kekuatan kita, kemudian memilih mana yang Penting dan Mendesak

Setelah dibuat daftarnya, ada 25 keterampilan dan tambahan 9 keterampilan yang agak spesifik, total 34 keterampilan yang saya butuhkan untuk mengasah Kekuatan saya

Akhirnya ada 4 Keterampilan atau Telur Merah saya yang penting dan mendesak untuk dikuasai dalam waktu dekat ini

Pekan 3, Setelah menemukan Kekuatan/Telur Hijau dan Keterampilan/Telur Merah, kita berusaha menemukan Ilmu-ilmu apa saja yang menunjang keterampilan kita dan menemukan Cara Belajar yang pas bagi kita.

Akhirnya ada 5 Ilmu atau Telur Oranye saya yang akan saya usahakan untuk dikuasai selama di Kelas Bunda Cekatan dengan cara belajar secara Visual.

Pekan 4, Setelah menemukan Kekuatan/Telur Hijau, Keterampilan/Telur Merah, dan Ilmu-ilmu/Telur Oranye kita, maka selanjutnya kita akan membuat Peta Belajar.

Dalam rangka menemukan ilmu yang kita butuhkan maka kita akan masuk ke Jungle of Knowledge, jika tidak ada peta maka tentunya kita akan kehilangan arah, karena banyak ilmu dan informasi yang nampak menarik untuk “dikunyah”, namun sebenarnya tidak kita butuhkan untuk mengasah keterampilan. Jika tidak ada peta, maka kita akan kehilangan fokus dan akan menghabiskan waktu sia-sia mengunyah ilmu yang tidak kita butuhkan.

Fokus dengan tujuan. Hal utama yang saya juga masih perlu banyak latihan.

Peta Belajar yang saya buat fokus pada 2 Telur Oranye. Proyeknya saya beri nama PEDUSI BAHAGIA 4.0

Seiring waktu nampaknya ingin saya revisi juga siy peta belajarnya. Seperti kata Ibu Septi, hidup adalah rangkaian revisi dari hari kemarin

Bagaimana perasaan Bunda?

Setiap kali saya menuliskan laporan tugas di Kelas Telur-Telur, biasanya ada saja saya sempilkan Aliran Rasa saya, entah ya saking bahagianya saya belajar di kelas ini…

Banyak banget ilmu dan istilah baru yang saya dapatkan ketika Ibu Septi, Pak Dodik dan semua pemberi materi di kelas ini

Pekan 1 dan 2, saya nonton video belajarnya belakangan, nggak secara live, biar sekalian saya nyatet point-point penting diskusi nya, saya tulis di jurnal saya, di stabilo hal-hal penting.  Jadi penyampaian materi dan diskusi yang 1 jam, saya nontonnya 2-3 jam (nyicil siy waktunya).

Pekan 3 dan 4, saya nonton secara live, ternyata saya bisa ngikutin, sambil dengerin sambil nyatet point-point penting diskusi nya, wah udah mulai ada percepatan belajar nih…Alhamdulillah

Ternyata untuk 1 Telur Hijau saja, keterampilan dan ilmu yang dibutuhkan sangatlah banyak. Dan saya semakin menyadari bahwa ilmu pengetahuan itu sangatlah luas dan tak terbatas. Masya Allah

I’m so excited

Selama mendapat materi, membuat laporan dan tugas, biasanya saya diskusiin sama suami dan kadang saya coba praktekkan ke anak

Dan yang membuat saya makin seneng belajar, karena materi-materi yang saya dapatkan ini secara nggak langsung berkaitan dengan peran saya sebagai mahasiswa yang lagi melakukan riset. Jadi saya bisa menerapkannya dalam kegiatan saya di lab…

Seperti kata Ibu Septi tadi malam saat diskusi online, kalau dalam Skripsi seperti membuat bab I, menentukan Hipotesa dan Bagan Alir (Telur dan Peta Belajar), nanti di Tahap Ulat-Ulat kita membuat bab II: Tinjauan Pustaka

Sering kali, belajar di kelas ini jadi taman bermain baru saya ketika kegiatan di lab lagi mumet, jadi penyemangat tanpa harus jalan-jalan atau shopping #eh… hihi…

Alhamdulillah saya seneng…

Tadi pagi, saya ngobrol-ngobrol sama anak saya sambil sarapan. Dia nanya: kenapa mamah suka banget dengerin ibu itu ngomong? (videonya Ibu Septi kalau lagi ngajar) hihi….

Jadinya saya cerita lah soal Kelas Bunda Cekatan dan Telur-Telur dengan lebih detil

komentar dia: Alif mau ikut main juga donk mah…

saya nahan senyum juga, tapi di sela-sela pagi tadi kami berhasil menemukan sebagian Telur Hijau Alif kun, kegiatan yang dia Suka dan Bisa

wah langsung saya catet di jurnal Bunda Cekatan Saya, di simpen dulu ya nak, nanti kita dalemin lagi kalau mamah selesai belajarnya juga…

Ah makin seru rasanya kalau anggota keluarga juga ikutan main… Masya Allah

Citra Anggita
Apresiasi Kelas Telur Telur, Alhamdulillah…

Barakallah IIP

Untuk Tahapan berikutnya yaitu Tahap Ulat-Ulat, mudahan tetep semangat, bisa fokus dan konsisten ya…mudahan di ridhoi Allah setiap prosesnya aamiin…

Wassalam

#janganlupabahagia
#aliranrasa
#kelastelur
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#institutibuprofesional

#kelastelurtelur

#kelastelurtelur

#aliranrasatahaptelurtelur

Bunda Cekatan, Tahap Telur-Telur: 4. Buat Peta Belajarmu (part. 2, end)

Assalamuallaikum minna san,

Bismillahirrahmanirrahim…

Selasa, 14 Januari 2020

Materi ke-4, materi terakhir di Kelas Telur-Telur: Membuat Peta Belajar

Sebagai pengingat:

  1. Kekuatan saya (Telur Hijau) itu ada 4: Menyusun Jadwal Kegiatan, Menyenangkan orang lain, Berkegiatan di luar ruangan, Mempengaruhi orang lain
  2. Keterampilan yang penting dan mendesak untuk dipelajari (Telur Merah) saya itu ada 5: Stress Management Skill, Creative Thinking Skill, Critical Thinking Skill, Social Skill, Leadership Skill
  3. Ilmu-Ilmu yang mendukung keterampilan (Telur Oranye) saya ada 5: Time Management, Effective Communication, Problem Solving, Decision Making, Collaboration

Peta Belajar Saya

PEDUSI BAHAGIA 4.0 Citra

Tema : Pedusi Bahagia 4.0

Saya ingat ucapan Pak Dodik ketika memberikan materi tentang mind map: Di zaman global, maka lokalitas itu adalah kekayaan, orang luar akan lebih menghargai jika nama proyeknya menggunakan bahasa lokal.

Hal inilah yang merupakan salah satu alasan saya menggunakan kata “Pedusi”, berkat bantuan suami yang orang minang, saya menemukan istilah ini. Ketika saya mencari lebih dalam lagi ternyata istilah ini sudah masuk menjadi bagian dari bahasa Indonesia.

Pedusi, atau Padusi dalam bahasa minang, berarti perempuan atau istri (KBBI)

4.0, saya tambahkan karena mengikuti era saat ini yang menuju era revolusi industri 4.0, di mana banyak keterampilan-keterampilan yang saya butuhkan untuk di asah, merupakan keterampilan yang dibutuhkan generasi sekarang untuk bisa survive dan sukses dalam kehidupan di masa depan. Mamah harus mengasah kemampuan yang akan diajarkan nanti kepada anak-anaknya agar mereka juga memiliki kemampuan yang siap bersaing di era industri 4.0

angka 4 juga saya ambil dari SDGs (Sustainable Development Goals), dimana Goal ke 4 adalah Quality Education, Ensure inclusive and equitable quality education and promote lifelong learning opportunities for all. Pendidikan, kaitannya sangat kuat dengan apa yang kita lakukan di IIP, khususnya di kelas Bunda Cekatan: Belajar.

lebay serius sekali saya ya ahahahaha…gak apa-apa, saya mau bersungguh-sungguh dalam belajar, demi diri yang bahagia dan keluarga bahagia aamiin…Insya Allah…

Selama saya mengerjakan tugas di kelas telur-telur inipun secara tidak langsung berkaitan erat dengan apa yang saya lakukan di dalam penelitian saya di kampus. Seperti contoh, riset sayapun sangat lokal Indonesia yang membuat dosen pembimbing saya sangat tertarik. Aish, aliran rasa melulu gueh…

Proyek 5 Bulan

Topik saya ambil dari Telur-Telur Oranye saya. Proyek untuk 5 bulan ke depan ini saya hanya akan fokus di 2 Topik saja, yaitu Manajemen waktu dan Komunikasi efektif. Selain alasan agar bisa fokus dan urgent.

Alasan lainnya adalah, ternyata dengan mempelajari 2 Sub Topik ini secara tidak langsung sayapun akan bersinggungan dengan 3 sub topik lainnya, Problem-solving, Decision-making, dan Kolaborasi.

Mind mapnya saya unplug dulu ya di kertas terpisah…

 

Peta Belajar Pedusi 4.0 - Manajemen Waktu
Peta Belajar Pedusi Bahagia 4.0 – Manajemen Waktu – Citra

Manajemen Waktu

Tujuan: Meningkatkan Produktivitas, Mempercepat penyelesaian pekerjaan

Durasi: 3 bulan

Peta Belajar Pedusi 4.0 - Komunikasi Efektif
Peta Belajar Pedusi Bahagia 4.0 – Komunikasi Efektif – Citra

Komunikasi Efektif

Tujuan: Untuk dapat menyampaikan perasaan dengan baik, Menyelesaikan masalah, Mencapai tujuan yang diinginkan

Durasi: 2 bulan

PDCA

Saya menggunakan metode manajemen dengan PDCA: Plan, Do, Check, Action sebagai subtopik, agar lebih mudah saya belajar topik saya secara menyeluruh dan mendalam, ditambah adanya evaluasi dan revisi pada Check dan Actionnya

 

Puyeng ya baca peta belajar saya? nggak apa-apa, nanti saya jelasin satu-satu di kelas berikutnya hihi…

Semangat Belajar!

 

Akhir Kata,

Mudahan apa yang saya lakukan sudah benar ya, membuat peta belajar agar saya nggak nyasar dalam 5 bulan ke depan menjelajahi Jungle of knowledge.

buat semua mamah-mamah sholehah nan keceh, semoga kita semua diberi kemudahan dan dilancarkan selama proses belajarnya aamiin…

Saya siap untuk belajar di kelas berikutnya!….

Wassalam

#janganlupabahagia
#jurnalminggu4
#materi4
#kelastelur
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#institutibuprofesional

Bunda Cekatan, Tahap Telur-Telur: 4. Buat Peta Belajarmu (part. 1)

Assalamuallaikum minna san,

Bismillahirrahmanirrahim…

Senin, 13 Januari 2020

Materi ke-4, materi terakhir di Kelas Telur-Telur: Membuat Peta Belajar

Sebagai pengingat:

  1. Kekuatan saya (Telur Hijau) itu ada 4: Menyusun Jadwal Kegiatan, Menyenangkan orang lain, Berkegiatan di luar ruangan, Mempengaruhi orang lain
  2. Keterampilan yang penting dan mendesak untuk dipelajari (Telur Merah) saya itu ada 5: Stress Management Skill, Creative Thinking Skill, Critical Thinking Skill, Social Skill, Leadership Skill
  3. Ilmu-Ilmu yang mendukung keterampilan (Telur Oranye) saya ada 5: Time Management, Effective Communication, Problem Solving, Decision Making, Collaboration

Seperti biasa, sebelum praktek haruslah memahami teorinya terlebih dahulu

Mind Map

Definisi

Mind mapping adalah sebuah metode untuk mengelola informasi secara keseluruhan melalui pemetaan peta pikiran berbetuk percabangan yang dituangkan langsung kedalam media tulis (baik kertas maupun digital). (www.gurudigital.id, 2018)

Sejarah

Although the term “mind map” was first popularized by British popular psychology author and television personality Tony Buzan, the use of diagrams that visually “map” information using branching and radial maps traces back centuries. These pictorial methods record knowledge and model systems, and have a long history in learning, brainstorming, memory, visual thinking, and problem-solving by educators, engineers, psychologists, and others. Some of the earliest examples of such graphical records were developed by Porphyry of Tyros, a noted thinker of the 3rd century, as he graphically visualized the concept categories of Aristotle. Philosopher Ramon Llull (1235–1315) also used such techniques. (wikipedia)

The semantic network was developed in the late 1950s as a theory to understand human learning and developed further by Allan M. Collins and M. Ross Quillian during the early 1960s. Mind maps are similar in radial structure to concept maps, developed by learning experts in the 1970s, but differ in that the former are simplified by focusing around a single central key concept. (wikipedia)

Dipopulerkan oleh Tony Buzan

Buzan’s specific approach, and the introduction of the term “mind map”, arose during a 1974 BBC TV series he hosted, called Use Your Head. In this show, and companion book series, Buzan promoted his conception of radial tree, diagramming key words in a colorful, radiant, tree-like structure. (“Roots of visual mapping – The mind-mapping.org Blog”. Mind-mapping.org. 2004-05-23. Retrieved 2013-07-10; Buzan, Tony (1974). Use Your Head. London: BBC Books; “Buzan claims mind mapping his invention in interview”. KnowledgeBoard. Archived from the original on 2010-02-13; wikipedia)

Buzan says the idea was inspired by Alfred Korzybski’s general semantics as popularized in science fiction novels, such as those of Robert A. Heinlein and A. E. van Vogt. He argues that while “traditional” outlines force readers to scan left to right and top to bottom, readers actually tend to scan the entire page in a non-linear fashion. Buzan’s treatment also uses then-popular assumptions about the functions of cerebral hemispheres in order to explain the claimed increased effectiveness of mind mapping over other forms of note-making. (wikipedia)

Bagian-Bagian Mind Map

The Five Essential Characteristics of Mind Mapping (www.mindmapping.com) :

  • The main idea, subject or focus is crystallized in a central image
  • The main themes radiate from the central image as ‘branches’
  • The branches comprise a key image or key word drawn or printed on its associated line
  • Topics of lesser importance are represented as ‘twigs’ of the relevant branch
  • The branches form a connected nodal structure

Benefits and Uses:

(litemind.com)

  • Note taking
  • Brainstorming (individually or in groups)
  • Problem solving
  • Studying and memorization
  • Planning
  • Researching and consolidating information from multiple sources
  • Presenting information
  • Gaining insight into complex subjects
  • Jogging your creativity

It can help clarify your thinking in pretty much anything, in many different contexts: personal, family, educational or business. Planning your day or planning your life, summarizing a book, launching a project, planning and creating presentations, writing blog posts -well, you get the idea – anything, really. (litemind.com)

Manfaat dari metode pencatatan menggunakan mind mapping tersebut diantaranya adalah untuk mempermudah proses pengingatan, mempercepat proses pencatatan karena hanya menggunakan kata kunci, mudahnya kita mengingat suatu informasi utama karena tema utama terdefinisi dengan jelas di tengah. (www.gurudigital.id, 2018)

 

Cara Membuat Mind Map:

(www.gurudigital.id, 2018)

  • Untuk membuat Mind Mapping tersebut, kita bisa memulainya dari bagian tengah kertas kosong yang sisi panjangnya diletakkan mendatar. Memulai dari tengah memberi kebebasan kepada otak untuk berkreasi menjabarkan peta pikiran
  • Gunakan gambar atau foto untuk ide sentral. Sebuah gambar bermakna seribu kata dan membantu kita menggunakan imajinasi. Sebuah gambar sentral akan lebih menarik. Dengan demikian, kita tetap terfokus, membantu kita berkonsentrasi, dan mengaktifkan otak kita.
  • Gunakan warna. Bagi otak, warna sama menariknya dengan gambar. Warna membuat peta pikiran lebih hidup, menambah energi kepada pemikiran kreatif, dan menyenangkan!
  • Agar map mapping yang kita buat hasilnya lebih maksimal, maka kita perlu menghubungkan cabang-cabang utama ke gambar pusat. Setiap cabang utama bisa dibuat percabangan lagi sesuai dengan konsep yang dibahas. Bila kita menghubungkan cabang-cabang, kita akan lebih mudah mengerti dan mengingat lho
  • Kemudian dalam membut mind mapping tersebut, maka lebih baik kita membuatnya dengan  garis hubung yang melengkung, bukan garis lurus. Mengapa? Karena garis lurus akan membosankan otak. Cabang-cabang yang melengkung dan organis, seperti cabang-cabang pohon, jauh lebih menarik bagi mata.
  • Dalam membuat Mind Mapping yang kreatif tersebut kita perlu menggnakan satu kata kunci untuk setiap garis. Mengapa? Kata kunci tunggal memberi lebih banyak daya dan fleksibilitas pada peta pikiran. Nah, jika kita menggunakan kata tunggal dalam mind mapping , setiap kata ini akan lebih bebas dan karenanya lebih bisa memicu ide dan pikiran baru.
  • Dalam membuat mind mapping kita tentu perlu menggunakan gambar. Mengapa? Seperti gambar sentral, setiap gambar bermakna seribu kata. Jadi, bila kita hanya mempunyai sepuluh gambar di dalam peta pikiran kita artinya peta pikiran kita sudah setara dengan 10.000 kata catatan.

(litemind.com)

  • Start in the middle of a blank page, writing or drawing the idea you intend to develop. I would suggest that you use the page in landscape orientation.
  • Develop the related subtopics around this central topic, connecting each of them to the center with a line.
  • Repeat the same process for the subtopics, generating lower-level subtopics as you see fit, connecting each of those to the corresponding subtopic.

Hal-hal penting dalam membuat Mind Map:

(www.gurudigital.id, 2018)

  • Pastikan tema utama terletak ditengah-tengah. Memang hal ini tidak mutlak, tetapi untuk memudahkan kita untuk membuat banyak percabangan akan lebih baik jika mind map berinti di tengah.
  • Dari tema utama, akan muncul tema-tema turunan yang masih berkaitan dengan tema utama.
  • Cari hubungan antara setiap tema dan tandai dengan garis, warna atau simbol gambar
  • Gunakan variasi huruf besar maupun huruf kecil
  • Buatlah tulisan ataupun simbol gambar dengan warna yang beragam
  • Jangan langsung membuat mind map di kertas yang digunakan untuk menggambar, draft peta pikiran terlebih dahulu dikertas buram
  • Rencanakan tempat peletakan bagan-bagan dan percabangan dengan sebaik-baiknya

(litemind.com)

  • Use colors, drawings and symbols copiously. Be as visual as you can, and your brain will thank you. I’ve met many people who don’t even try, with the excuse they’re “not artists”. Don’t let that keep you from trying it out!.
  • Keep the topics labels as short as possible, keeping them to a single word – or, better yet, to only a picture. Especially in your first mind maps, the temptation to write a complete phrase is enormous, but always look for opportunities to shorten it to a single word or figure – your mind map will be much more effective that way.
  • Vary text size, color and alignment. Vary the thickness and length of the lines. Provide as many visual cues as you can to emphasize important points. Every little bit helps engaging your brain.

 

Jenis-jenis Mind Map:

(www.gurudigital.id, 2018)

  1. Mind Map Silabus: adalah jenis mind mapping yang membantu memberikan gambaran tentang apa yang dipelajari dan biasanya mind mapping ini dibuat dengan ukuran besar dan ditempel di dinding
  2. Mind Map Bab: dibuat berdasarkan rangkaian bab yang telah dipelajari, namun harus diringkas poin penting atau garis besarnya saja untuk mudah mengingatnya
  3. Mind Map Paragraf: mind map paragraf ini dapat memberikan informasi secara lengkap karena selain bisa melihat ringkasan setiap bab, bisa juga mengetahui detail penjelasannya

 

Membuat Peta Belajar dengan Mind Map

Beberapa point penting dari materi dan diskusi yang disampaikan Pak Dodik dan Bu Septi:

  • Menulis nama Project di tengah
  • Menulis Tujuan di sudut atas
  • Mind Map mempermudah menuangkan apa yang ada di kepala dan memberi gambaran kepada orang lain
  • Mind Map sudah tepat jika ada konsistensi antara peta yang dibuat dengan tujuan, jadi harus di cek terus, ditempel agar bisa sering dilihat
  • Suatu ilmu itu tuntas atau tidak ditentukan oleh kita sendiri berdasarkan kriteria dan durasi yang sudah kita tentukan
  • Tujuan membuat peta belajar adalah agar dapat membuat kurikulum belajar ala kita sendiri, tidak tersesat di belantara ilmu pengetahuan yang terhampar luas, dan mengetahui prioritas yang kita butuhkan untuk diri kita sendiri
  • Setiap orang bebas mau bagaimana membuat peta belajarnya tidak ada aturan, point pentingnya adalah membuat peta belajar berdasarkan Telur Oranye dan tujuan belajar harus jelas dan spesifik
  • Buat simple dengan memprioritaskan hal apa yang ingin dipelajari dalam durasi 5 bulan ke depan
  • Jika setiap Telur Oranye tidak sinkron, jangan khawatir karena menggabungkan 2 atau lebih hal yang tidak sinkron biasanya akan melahirkan sesuatu yang baru, yang belum pernah ada sebelumnya, ini yang disebut kreatif
  • Dengan membuat peta belajar kita akan membangun imajinasi, kreatifitas, berpikir kritis, skeptical thinking, critical thinking sehingga terbangun creative thinking
  • Dengan berjalannya waktu sambil melakukan kita akan terus merevisi diri, self assessment, mempertanyakan lagi, bener atau tidak Telur Oranye kita, tanya lagi Telur Merah kita, kemudian tanyakan lagi Telur Hijau kita. Melatih critical thinking

 

Sudah taukan ya teorinya…yuk kita praktek di tulisan selanjutnya…

stay tuned!…

Wassalam

#janganlupabahagia
#jurnalminggu4
#materi4
#kelastelur
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#institutibuprofesional

Bunda Cekatan, Tahap Telur-Telur: 3. Temukan Cara Belajarmu (part 2, end)

Assalamuallaikum minna san,

Bismillahirrahmanirrahim…

Sabtu, 4 Januari 2020

Mari lanjut belajar mencari Telur Oranye di part 2 ini

4. Social Skill atau Keterampilan Sosial

Penjelasan

Keterampilan sosial adalah kemampuan individu untuk berkomunikasi efektif dengan orang lain baik secara verbal maupun nonverbal sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada pada saat itu, di mana keterampilan ini merupakan perilaku yang dipelajari. (repository.usu.ac.id)

Social skills are the skills we use to communicate and interact with each other, both  verbally and non-verbally, through gestures, body language, and our personal appearance. (skillsyouneed)

Secara umum, keterampilan sosial ini dapat dilihat dalam beberapa bentuk perilaku (Istianti, T, repository.upi.ac.id):

  1. Perilaku yang berhubungan dengan diri sendiri (bersifat intrapersonal) seperti mengontrol emosi, menyelesaikan permasalahan sosial secara tepat, memproses informasi dan memahami perasaan orang lain;
  2. Perilaku yang berhubungan dengan orang lain (bersifat interpersonel) seperti memulai interaksi dan komunikasi dengan orang lain; dan ketiga perilaku yang berhubungan dengan akademis, seperti mematuhi peraturan dan melakukan apa yang diminta oleh guru.

Tujuan

Untuk perkembangan kepribadian dan identitas; mengembangkan kemampuan kerja, produktivitas, dan kesuksesan karir; meningkatkan kualitas hidup; meningkatkan kesehatan fisik; meningkatkan kesehatan psikologis, kemampuan mengatasi stres (Johnson dan Johnson, 1999 dalam repository.usu.ac.id)

Tujuan ingin mempelajari keterampilan ini juga karena ke 4 Telur Hijau saya membutuhkan kecakapan akan keterampilan ini. yang intinya meningkatkan kebahagiaan dan kualitas hidup aamiin…

Ilmu-Ilmu Penunjang

Mengetahui faktor pendukung keterampilan sosial, mengetahui 5 dimensi umum keterampilan sosial, kemampuan komunikasi, berempati, penyelesaian masalah, bekerja sama/kolaborasi, mendengarkan/listening, kemampuan beradaptasi,

Kemampuan komunikasi dan bekerjasama (Prabowo dan Faridah Nurmaliah (2013:202) dalam Imam Subqi, 2015, http://www.kompasiana.com):

  1. Kecakapan berkomunikasi meliputi kecakapan berkomunikasi secara lisan maupun tulisan. Kecakapan berkomunikasi memiliki indikator antara lain: 1) kemampuan mendengar dengan empati; 2) kemampuan menyampaikan gagasan dengan empati; 3) kecakapan berkomunikasi dengan teknologi; 4) kemampuan meyakinkan orang lain; dan 5) keberanian mengemukakan pendapat.
  2. Kecakapan bekerjasama memiliki indikator antara lain: 1) ringan tangan dalam membantu orang lain; 2) menghargai pekerjaan orang lain; 3) mengambil tanggungjawab dari tugasnya.

Empathy, Cooperation, Verbal, and Written Communication, Listening, Nonverbal Communication (www.thebalancecareers.com),

Effective communication: Non-verbal communication, Conversation skills, Assertiveness (www.anxietycanada.com)

Studies show that the most important skills to learn at the beginning of the year are social: cooperation, self-control, confidence, independence, curiosity, empathy, and communication. (www.scholastic.com)

5. Leadership Skill atau Keterampilan Kepemimpinan

Penjelasan

Pemimpin adalah orang yang mampu mewujudkan visi menjadi kenyataan (Iqbal_Musalim05, http://www.wattpad.com)

A Leader is a person who leads or commands a group, organisation or country’. (skillsyouneed.com)

Sebelum kita mampu memimpin orang lain, kita harus mampu memimpin diri sendiri dan mampu menjadi anggota kelompok (Iqbal_Musalim05, http://www.wattpad.com)

Different leaders have very different characteristics and styles. (skillsyouneed.com)

People often use the terms ‘manager’ and ‘leader’ synonymously. Leader and manager are different, ‘managers do things right, and leaders do the right thing’. Leadership is therefore about asking the questions ‘what?’ and ‘why?’ and empowering people (followers) by giving them the responsibility to do things right. Leaders work with people and their emotions. Managers ask ‘how?’ and work mainly with processes, models and systems – things. (skillsyouneed.com)

Leadership skills are skills you use when organizing other people to reach a shared goal. Whether you’re in a management position or leading a project, leadership skills require you to motivate others to complete a series of tasks, often according to a schedule. Leadership is not just one skill but rather a combination of several different skills working together. (www.indeed.com)

Tujuan

Good leaders increase employee engagement, support a positive environment and help remove obstacles for their team. Good leadership is also contagious, inspiring colleagues to apply positive leadership traits in their own work. (www.indeed.com)

Tujuan ingin mempelajari keterampilan ini juga karena ke 4 Telur Hijau saya membutuhkan kecakapan akan keterampilan ini. yang intinya meningkatkan kebahagiaan dan kualitas hidup aamiin…

Ilmu-Ilmu Penunjang

Kemampuan ini termasuk di dalamnya kemampuan mengorganisir dan merencana, time management, memilah prioritas, pengambilan keputusan, berkomunikasi, dan lainnya.

Mengetahui kepemimpinan Rasulullah, gaya-gaya kepemimpinan ,strategi mengembangkan kemampuan kepemimpinan

Kemampuan konseptual, komunikasi, teknis, manajemen waktu, membuat keputusan, kemampuan membuat program kerja, eksekusi, dan evaluasi (suksesmenjadipemimpinislam.com)

Ability to understanding self, communication, getting along with others, learning to learn, decision making, managing, working with group (Iqbal_Musalim05, http://www.wattpad.com)

Ability (skillsyouneed.com):

  1. Strategic thinking (kemampuan yang membedakan seorang pemimpin dan manajer): creating and communicating vision, turning information into action, etc.;
  2. Planning and delivery: Organising Skills, Project Management Skills, Project Planning, Action Planning, Risk Management, Problem-solving, Decision Making;
  3. People management: Motivating others, creating a Motivational Environment, delegation ability;
  4. Change management: Understanding Change, Implementing Change, Overcoming Resistance to Change, Innovation ability;
  5. Communication: good listeners, able to listen actively, show high levels of assertiveness, know how to build rapport quickly and effectively, to develop good, strong relationships with others, whether peers or subordinates. build charisma, Giving and Receiving Feedback, very good at effective speaking, ability to communicate in difficult situations;
  6. Persuasion and influencing: developing Persuasion ability, understand more about emotional intelligence, —another vital quality for leaders to possess.

“Fundamental 4” core leadership skills: Self-Awareness, Communication, Influence, and Learning Agility (www.ccl.org)

a strong leader need: Patience, Empathy, Active listening, Reliability, Dependability, Creativity, Positivity, Effective feedback, Timely communication, Team building, Flexibility, Risk-taking, Ability to teach and mentor, Problem-solving, Relationship building. the skills of a leader involve multiple interpersonal and communication skills (www.indeed.com)

Critical thinking, commitment, relationship building, etc. (www.imd.org)

Kesimpulan mencari Telur Oranye

Dari ke 5 Telur Merah (Keterampilan) saya di atas, saya mencari Telur Oranye (ilmu-ilmu penunjang) yang saling beririsan. Harapan saya, jika semakin diperdalam ilmunya maka tiap Telur akan saling mendukung.

Kata lainnya adalah sekali dayung 2-3 pulau terlampaui…teteuuup ya emak-emak, nggak di pasar, nggak di kelas BunCek nyarinya yang beli 1 dapet 2 hihihi… #plak

Dan inilah Telur Oranye saya…tadaa… (Maaf, bukan niat pamer atau apa, cuman udah nyari telur ini 3 hari 3 malam nonstop, jadi rasanya lewgaaah…Alhamdulillah)

Effective Communication

Beberapa ilmu ini ternyata merupakan ilmu yang dibutuhkan untuk mengasah kecakapan di abad-21, kalau kata mbak Ririk Ratnasari, 2019, http://www.kompasiana.com: keterampilan hidup menyongsong era industri 4.0. …wah, emak-emak butuh ilmu ini agar bisa mengikuti perkembangan anak-anaknya bukan begitu?

Gaya Belajar

Berdasarkan ilmu di Kelas Bunda Sayang, game level 4: memahami gaya belajar anak, gaya belajar terdiri dari 3 : Visual, Auditori dan Kinestetik.

Ketika mengerjakan tugas Kelas Bunda Sayang, game level 4, selain mengamati gaya belajar anak, saya juga mengamati gaya belajar saya sendiri.

Gaya belajar saya dominan Visual

Metode Pembelajaran

Nah, setelah menemukan ke 5 Telur Oranye dan Gaya Belajar,

kita harus menentukan cara belajar yang cocok untuk kita, agar bisa menyerap ilmu dengan efektif dan efisien, terjadi percepatan belajar dan tujuan belajarpun tercapai

Menurut Ina, dosenpsikologi.com, ada 20 Macam Metode Pembelajaran: ceramah, diskusi, demonstrasi, ceramah plus, resitasi (membuat resume), percobaan, karya wisata, latihan keterampilan, problem based learning (studi kasus), perancangan, discovery, inquiry, mind mapping, role playing, cooperative script, debat.

Metode pembelajaran lainnya (no. 17-20): team teaching method, peer teaching method, teileren method, dan metode global

dengan membaca penjelasan ke semua metode pembelajaran tersebut, dan dikaitkan dengan gaya belajar saya yang visual maka saya lebih menyukai gaya belajar dengan diskusi, ceramah plus, resitasi, karya wisata, problem based learning, mind mapping, peer teaching method tapi tidak menutup kemungkinan saya akan mencoba metode lainnya

Sumber-sumber Ilmu

AlQuran dan As-Sunnah

Ahli ilmu

Alam semesta (alam fisik), Alam akal (nalar) dan Hati (intuisi dan ilham) (sulthonkalimosodho.wordpress.com)

Aplikasi multimedia sebagai media pembelajaran

Telur Oranye no. 2

Mudahan apa yang saya lakukan sudah benar ya, menemukan ilmu-ilmu yang akan saya asah dalam 5 bulan ke depan

buat semua mamah-mamah sholehah nan keceh, semoga kita semua diberi kemudahan dan dilancarkan selama proses belajarnya aamiin…

Ibu bahagia, keluarga bahagia..InsyaAllah…

Wassalam

#janganlupabahagia
#jurnalminggu3
#materi3
#kelastelur
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#institutibuprofesional

Bunda Cekatan, Tahap Telur-Telur: 3. Temukan Cara Belajarmu (part 1)

Assalamuallaikum minna san,

Bismillahirrahmanirrahim…

Sabtu, 4 Januari 2020

Postingan pertama sosial media di tahun 2020

Udah nggak sabar untuk main dan belajar di kelas Bunda Cekatan setelah 1 minggu libur

Sebagai pengingat:

  1. Kekuatan saya (Telur Hijau) itu ada 4: Menyusun Jadwal Kegiatan, Menyenangkan orang lain, Berkegiatan di luar ruangan, Mempengaruhi orang lain
  2. Keterampilan yang penting dan mendesak untuk dipelajari (Telur Merah) saya itu ada 5: Stress Management Skill, Creative Thinking Skill, Critical Thinking Skill, Social Skill, Leadership Skill

Minggu ke 3 ini, kita akan mencari Telur Oranye, menemukan ilmu-ilmu apa saja yang menunjang keterampilan kita dan menemukan cara belajar yang pas.

1. Stress Management Skill atau Keterampilan Manajemen Stres

Penjelasan

Manajemen stres adalah suatu keterampilan yang memungkinkan seseorang untuk mengantisipasi, mencegah, mengelola dan memulihkan diri dari stres yang dirasakan karena adanya ancaman dan ketidakmampuan dalam coping yang dilakukan. (Cotton, Smith, file.upi.edu)

Pengertian manajemen stres dalam dunia kerja adalah kemampuan untuk menggunakan sumber daya perusahaan secara lebih efektif agar tidak terjadi gangguan atau tekanan pikiran akibat penumpukan pekerjaan. (www.maxmanroe.com)

Stres merupakan bentuk reaksi psikologis yang normal terjadi jika terjadi peningkatan beban kehidupan, seperti beban pekerjaan. Stress timbul sebagai peringatan diri kita sendiri bahwa otak mengalami tekanan yang berlebihan.  (www.maxmanroe.com)

Secara umum orang yang mengalami stres merasakan perasaan khawatir, tekanan, letih, ketakutan, elated, depresi, cemas dan marah. (HA Al Rasyid, 2014, digilib.uinsby.ac.id)

Tujuan

Untuk memperbaiki kualitas hidup individu itu agar menjadi lebih baik (wikipedia). Seperti materi yang sudah diberikan Ibu Septi untuk minggu ke-3 ini, dengan menguasai keterampilan ini maka saya mampu mengatasi tantangan yang saya hadapi sebelum melakukan aktivitas yang membuat saya bahagia, agar orang lain tidak terzalimi atau saya berkorban demi orang lain dan menghilangkan kebahagiaan saya.

Untuk menjaga kesehatan mental dan fisik saya. Sering kali jika saya banyak pikiran akan berpengaruh kepada hubungan saya dengan orang lain, terutama anggota keluarga, dan saya jadi mudah sakit

Tujuan ingin mempelajari keterampilan ini juga karena ke 4 Telur Hijau saya membutuhkan kecakapan akan keterampilan ini. yang intinya meningkatkan kebahagiaan dan kualitas hidup aamiin…

Menyusun Jadwal Kegiatan, dengan keterampilan ini saya bisa mengantisipasi jika jadwal lagi penuh dan padat merayap, banyak tekanan dan lainnya.

Menyenangkan orang lain, biasanya saya menjadi tumpuan teman dan keluarga yang butuh tempat curhat, dengan keterampilan ini, saya bisa tahu dan berbagi bagaimana mengelola stres

Berkegiatan di luar ruangan, kegemaran saya menjelajahi wilayah dan tempat baru tentunya akan memunculkan stress karena berinteraksi dengan banyak hal baru, dengan keterampilan ini maka saya akan lebih mudah beradaptasi dengan hal-hal baru tersebut.

Mempengaruhi orang lain, dengan keterampilan ini tentunya saya ingin memberi inspirasi dan motivasi bagaimana mengelola stres kepada orang lain.

Ilmu-ilmu penunjang

Identifikasi kebiasaan dan perilaku pemicu stres, mengenali gejala stres, strategi mengatasi stres, teknik manajemen stres, teknik penenangan melalui relaksasi, teknik penenangan melalui aktivitas fisik, kerekayasaan organisasi, kerekayasaan kepribadian, pendekatan individu, pendekatan organisasional,

Manajemen stres dalam Islam, teknik mengontrol reaksi emosi, strategi dan teknik pencegahan stres,

Action- Orientated Approaches: mengelola waktu secara efektif, bersosialisasi, menjalani pola hidup sehat, berkomunikasi secara efektif (bersikap asertif), menciptakan batasan bagi diri sendiri (kapan berkata TIDAK untuk orang lain, menentukan prioritas bagi diri sendiri); Emotion – Orientated Approaches: Affirmations and imagery, Cognitive Restructuring, ABC Technique, etc.; Acceptance-Orientated Approaches: Diet and Exercise, Meditation and physical relaxation, etc. (https://positivepsychology.com/),

Awareness skill (mengetahui gejala fisik, perilaku dan emosi), Acceptance  skill (Keep It In Perspective, Keep A Positive Attitude, Talk to Yourself ), Coping skill (Develop a “Stress-Resistant Personality”, Change Your Reaction to Stress, What Can I Change?), Action skill (Physical Fitness, Relax, Do Something For Yourself, Live a Balanced Life, Get Away From It All, Laugh, Make a Plan, Communicate, Talking skill, Listening skill). (A Professional Growth Module: Stress Management, http://caresfl.org/)

Bagaimana mengubah stres menjadi energi produktif (https://www.skillsyouneed.com/)

2. Creative Thinking Skill atau Keterampilan Berpikir Kreatif

Penjelasan

Berpikir kreatif merupakan suatu proses yang digunakan ketika kita mendatangkan/ memunculkan suatu ide baru. Hal itu menggabungkan ide-ide yang sebelumnya yang belum dilakukan. (Siswono (2004: 78), digilab.unila.ac.id). Keterampilan berpikir kreatif (creative thinking) yaitu keterampilan individu dalam menggunakan proses berpikirnya
untuk menghasilkan gagasan yang baru, konstruktif berdasarkan konsep-konsep dan prinsip-prinsip yang rasional maupun persepsi, dan intuisi individu (Ahmadi, dkk, 2011: 111 dalam Handoko, H, Jurnal EduMa 2017)

Kata “Kreatif” merupakan kata yang berasal dari bahasa Inggris To Create, yang merupakan singkatan dari :
Combine (menggabungkan)–penggabungan suatu hal dengan hal lain; Reverse (membalik)–membalikan beberapa bagian atau proses; Eliminate (menghilangkan)–menghilangkan beberapa bagian; Alternatif (kemungkinan)–menggunakan cara, dengan yang lain; Twist (memutar)–memutarkan sesuatu dengan ikatan; Elaborate (memerinci)–memerinci atau menambah sesuatu. (IT Haryani, 2012, digilab.uinsby.ac.id)

Empat aspek kemampuan berpikir menurut Munandar (1987: 88-91), (digilab.unila.ac.id, Jurnal EduMa 2017) : Fluency (berpikir lancar), Flexibility (berpikir luwes), Originality (orisinalitas berpikir), Elaboration (penguraian).

Dengan bepikir kreatif, peserta didik dapat mengurangi kecemasan-kecamasan dalam dirinya (Tabrizi,Talib, & Yaacob, 2011:60 dalam Blegur dan Tlonaen, Jurnal Kejaora 2017). Jadi skill ini terkait juga dengan skill manajemen stres ya…

Tujuan

Tujuan proses berpikir adalah untuk pengambilan keputusan (decision making), pemecahan masalah (problem solving) dan menemukan gagasan baru (create ideas) (IT Haryani, 2012, digilab.uinsby.ac.id)

Tujuan ingin mempelajari keterampilan ini juga karena ke 4 Telur Hijau saya membutuhkan kecakapan akan keterampilan ini. yang intinya meningkatkan kebahagiaan dan kualitas hidup aamiin…

Menyusun Jadwal Kegiatan. butuh bisa berpikir kreatif kalau urusan membuat Bullet Journal, kemudian mengatur jadwal anak dan suami, membagi tugas kepanitiaan dengan teman-teman.

Menyenangkan orang lain. semua orang punya cara berbeda agar mereka bahagia dan senang, nah berhubung saya senang nyenengin orang jadinya saya harus punya berbagai cara untuk bisa membuat orang yang berbeda-beda ini bahagia. Ada yang suka dikasih kejutan, dikasih pelukan, hadiah, atau hanya sekedar jadi pendengar yang baik saja sudah cukup membuat mereka bahagia, jadi saya harus punya banyak ide dan gagasan baru untuk bisa menyenangkan orang lain

Berkegiatan di luar ruangan. Kalau sudah main sama anak, atau merencanakan tempat travelling tentunya butuh berpikir kreatif, dan saya seneng kalau dapat ide-ide yang nggak biasa. Seperti kata beberapa teman saya: Teteh selalu punya cara yang nggak pernah saya pikirkan sebelumnya. Kan saya bisa semakin bahagia jika kemampuan ini saya asah semakin tajam.

Mempengaruhi orang lain. Dengan menulis, berbicara di depan orang saya butuh kemampuan ini agar apa yang saya sampaikan mengena di hati pembaca dan pendengar

Ilmu-Ilmu Penunjang

Mengetahui proses berpikir kreatif, faktor-faktor yang mempengaruhi berpikir kreatif, teknik dan metode berpikir kreatif,

Mengetahui indikator keterampilan berpikir kreatif: keterampilan Fluency (berpikir lancar); Flexibility (berpikir luwes); Originality (orisinalitas berpikir); Elaboration (penguraian)),

Mengetahui tahapan berpikir kreatif: Orientasi; preparasi, inkubasi; iluminasi; verifikasi.

Metode-metode pembelajaran, proses berpikir kreatif dengan pendekatan saintifik, strategi pembelajaran,

Mengetahui dan mempraktekkan kegiatan yang dapat merangsang kreativitas: kegiatan visual, lisan/oral, listening, writing, drawing, emotional, metric/motor, mental.

Strategi pemecahan masalah (problem-solving), pengambilan keputusan (decision making), menemukan gagasan baru (create ideas),

Kemampuan menganalisis, problem-solving, open-mindedness, organisasi, komunikasi, Artistic Creativity, Creative Problem-Solving, Creativity in STEM.  (www.thebalancecareers.com)

3. Critical Thinking Skill atau Keterampilan Berpikir Kritis

Penjelasan

Berpikir kritis dapat diartikan sebagai proses dan kemampuan yang digunakan untuk memahami konsep, menerapkan, mensintesis dan mengevaluasi informasi yang diperoleh atau informasi yang dihasilkan. (Zubaidah, S., 2010, UNM, Prosiding, http://www.researchgate.net)

Critical thinking is the intellectually disciplined process of actively and skillfully conceptualizing, applying, synthesizing, and/or evaluating information gathered from, or generated by, observation, experience, reflection, reasoning, or communication as a guide to belief and action. (Zubaidah, S., 2010, UNM, Prosiding, http://www.researchgate.net)

Berpikir kritis adalah suatu proses yang memfasilitasi pebelajar untuk memperoleh pengetahuan baru melalui pemecahan masalah dan kerja sama/kolaborasi.(http://mediafunia.blogspot.com, 2013)Critical thinking is the ability to think clearly and rationally, understanding the logical connection between ideas.  the ability to engage in reflective and independent thinking. Example the ability to recognize fake news. (skillsyouneed.com)

Tujuan

Tujuan berpikir kritis adalah agar memudahkan kita dalam mengambil keputusan yang efektif. Karena kehidupan kita setiap harinya membutuhkan kemampuan dalam pengambilan keputusan, mulai dari hal sederhana hingga keputusan yang lebih kompleks.

The aim is to achieve the best possible outcomes in any situation. (skillsyouneed.com)

Keterampilan berpikir kritis sangat berperan dalam perkembangan moral, perkembangan sosial, perkembangan mental, perkembangan kognitif, dan perkembangan sains (Hashemi dkk, 2010 dalam Zubaidah, S., 2010, UNM, Prosiding, http://www.researchgate.net)

Tujuan ingin mempelajari keterampilan ini juga karena ke 4 Telur Hijau saya membutuhkan kecakapan akan keterampilan ini. yang intinya meningkatkan kebahagiaan dan kualitas hidup aamiin…

Ilmu-Ilmu Penunjang

Kemampuan menganalisis, kemampuan mensintesis (adalah keterampilan menggabungkan bagian-bagian menjadi sebuah bentukan atau susunan yang baru), kemampuan mengenal dan memecahkan masalah (problem solving), kemampuan menyimpulkan, kemampuan mengevaluasi dan menilai,

Mengenali masalah (defining and clarifying problem), menilai informasi yang relevan, Pemecahan Masalah/ Penarikan kesimpulan

Mengetahui langkah proses berpikir kritis, faktor-faktor yang mempengaruhi berpikir kritis, strategi mengembangkan keterampilan berpikir kritis, strategi pembelajaran untuk mengembangkan dan meningkatkan keterampilan berpikir kritis,

Mengetahui indikator keterampilan berpikir kritis (problem solving, decision making, evaluating, etc.), kemampuan bekerja sama/kolaborasi

Mengetahui kemampuan berpikir kritis yang efektif: (1) mengobservasi; (2) mengidentifikasi pola, hubungan, hubungan sebab-akibat, asumsi-kesalahan alasan, kesalahan logika dan bias; (3) membangun kriteria dan mengklasifikasi; (4) membandingkan dan membedakan, (5) menginterpretasikan; (6) meringkas; (7) menganalisis, mensintesis dan menggeneralisasi; mengemukakan hipotesis; (8) membedakan data yang relevan dengan yang tidak relevan. (http://mediafunia.blogspot.com, 2013)

Metode dan pendekatan dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis, metode pembelajaran, strategi pembelajaran,

Mengasah keterampilan berpikir kritis dengan Open Compare and Contrast (CnC) yang merupakan salah satu teknik di dalam Thinking Based Writing, (Ririk Ratnasari, 2019, http://www.kompasiana.com) intinya mengasah kemampuan berpikir kritis dengan menulis

Kemampuan berpikir kritis membutuhkan skill-skill seperti observation, analysis, interpretation, reflection, evaluation, inference, explanation, problem solving, and decision making. (skillsyouneed.com)

Analysis, communication, creativity, problem solving (include decision making, evaluation), open-mindedness, etc. (Inductive Reasoning, Deductive Reasoning, Compliance, Noticing Outliers, Adaptability, Emotional Intelligence, Brainstorming, Optimization, Restructuring, Integration, Strategic Planning, Project Management, Ongoing Improvement, Causal Relationships, Case Analysis, Diagnostics, SWOT Analysis, Business Intelligence, Quantitative Data Management, Qualitative Data Management, Metrics, Accuracy, Risk Management, Statistics, Scientific Method, Consumer Behavior). (www.thebalancecareers.com)

Ability to identify the situation or problem as well as the factors that may influence it, independent research ability, identifying biases, ability to infer and draw conclusions based on the information presented to you, determining relevance (figuring out what information is the most important for your consideration), curiosity.(www.rasmussen.edu)

 

fyuuh…

Puanjang buanget ya pembaca, tapi semakin cari tahu dan banyak tahu, saya makin excited

masih ada 2 skill yang mau saya bahas dan juga nanti akan saya cari tahu mana yang akan saya jadikan Telur Oranye saya

mudahan nggak pada bosen bacanya ya…

mari kita lanjut ke part 2 di post berikutnya… stay tuned!

Wassalam

#janganlupabahagia
#jurnalminggu3
#materi3
#kelastelur
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#institutibuprofesional

Bunda Cekatan, Tahap Telur-Telur: 2. Temukan Terampilmu

Assalamuallaikum minna san,

Bismillahirrahmanirrahim…

Senin, 23 Desember 2019

Selamat hari ibu, kemarin, untuk semua perempuan Indonesia, semoga menebar kebahagiaan di manapun…

H-1 pengumpulan jurnal materi kedua di Tahapan pertama kelas Bunda Cekatan

Aliran Rasa duluan boleh nggak?

Banyak banget ilmu dan istilah baru yang saya dapatkan ketika Ibu Septi dan Mas Pandu sebagai narasumber berbagi ilmu di kelas online IIP Bunda Cekatan minggu ke-2 ini

Saya biasanya nonton videonya belakangan, nggak secara live, biar sekalian saya nyatet point-point penting diskusi nya, saya tulis di jurnal saya, di stabilo hal-hal penting.  Jadi penyampaian materi dan diskusi yang 1 jam, saya nontonnya 3 jam (nyicil siy waktunya). Kalau mau tau apa aja isinya, nanti ya saya liatin catetan saya hihi…

Saya belajar tentang metakognisi, pembelajaran mandiri, inter living, wisdom of the crowd, peta belajar, komunikasi asertif, bagaimana mencari keterampilan yang dibutuhkan, bagaimana menggunakan kuadran prioritas dan beberapa ilmu parenting.

Ilmu yang saya dapet biasanya langsung saya diskusiin sama suami dan saya praktekkan ke anak

Dan yang membuat saya makin seneng belajar, karena materi-materi yang saya dapatkan ini secara nggak langsung berkaitan dengan peran saya sebagai mahasiswa yang lagi melakukan riset. Jadi saya bisa menerapkannya dalam kegiatan saya di lab…Inspirasi ketika kegiatan di lab lagi stuck…

Tahap Telur-Telur: 2. Temukan Terampilmu

Apa itu?

Setelah menentukan kegiatan-kegiatan yang merupakan kekuatan kita (Telur Hijau), maka selanjutnya kita berusaha menemukan keterampilan (Telur Merah) apa saja yang mendukung kekuatan-kekuatan kita tersebut

Mengapa kita perlu menemukan keterampilan?

Menurut Bu Septi, kekuatan yang kita miliki harus ditingkatkan kualitasnya agar kebahagiaan kitapun meningkat. Indikator dalam mengetahui kekuatan kita selain kebahagiaan adalah kebermanfaatan.

Keterampilan yang bagaimana yang bisa mendukung kekuatan kita?

  • Segala sesuatu yang harus dipelajari dan dikuasai untuk menambah kompetensi diri
  • Keterampilan yang membuat seimbang antara Telur Hijau kita dengan kegiatan lain disekitarnya, artinya kebahagiaan kita tidak menganggu kebahagiaan yang lain, jadi ketika kita melakukan kegiatan yang membuat bahagia, maka tidak ada yang protes, seluruh anggota keluarga turut bahagia.
  • Keterampilan yang akan menambah jam terbang kekuatan kita, yang akan menambah faktor kebahagiaan kita

Mari menemukan keterampilan kita

Ternyata untuk 1 kegiatan saja, keterampilan yang dibutuhkan sangatlah banyak. Dan saya semakin menyadari bahwa ilmu pengetahuan itu sangatlah luas dan tak terbatas. Masya Allah

Saya berusaha membuat daftar keterampilan yang dibutuhkan untuk ke 4 Telur Hijau saya. Ternyata beberapa beririsan, bahkan ada 1-2 keterampilan yang sama-sama dibutuhkan bagi ke 4 Telur Hijau saya.

Ada 25 keterampilan dan tambahan 9 keterampilan yang agak spesifik, total 34 keterampilan, saya yakin ini lebih banyak lagi sebenarnya. Ada soft dan hard skill. Soft skill itu terkait karakteristik, sifat, traits. Hard skill itu bisa dipelajari dan diukur.

Put First Things First

Tentunya dalam proses meng-upgrade diri ini tidak bisa melakukan semua secara bersamaan, harus ada yang diprioritaskan mana dahulu keterampilan yang akan diasah dalam jangka waktu tertentu. Tujuannya agar bisa excellent dan nggak setengah-setengah dalam mengasah keterampilan ini.

Bu Septi bilang, untuk mempelajari sesuatu yang baru biasanya target belajarnya 3 bulan sampai 1 tahun. Tapi bisa dilanjutkan ke tahun berikutnya jika dirasa perlu. Untuk Kelas Bunda Cekatan ini akan berlangsung selama 6 bulan.

Karena itulah kita butuh memasukkannya ke dalam 4 Kuadran Prioritas

  1. Penting dan Mendesak
  2. Penting tapi Tidak Mendesak
  3. Tidak Penting tapi Mendesak
  4. Tidak Penting dan Tidak Mendesak

Stress Management Skill Creative Thinking Skill Critical Thinking Skill Social Skill Leadership Skill (1)

Untuk Kuadran II, III dan IV saya hanya menuliskan sebagian dari 34 keterampilan yang ada di daftar saya.

Stress Management Skill

Sebagai pengingat, Telur Hijau saya itu ada 4:

  1. Menyusun Jadwal Kegiatan
  2. Menyenangkan orang lain
  3. Berkegiatan di luar ruangan
  4. Mempengaruhi orang lain

Kuadran I, Penting dan Mendesak, artinya jika keterampilan ini tidak diasah sesegera mungkin maka ketika kita melakukan kegiatan yang membuat bahagia akan menganggu anggota keluarga, akan menganggu keseimbangan 

Untuk Kuadran I, Penting dan Mendesak saya memutuskan akan mempelajari 5 keterampilan, yaitu:

  1. Stress Management Skill

Ke 4 Telur Hijau saya membutuhkan keterampilan ini, karena ke 4 Telur Hijau saya terkait erat dengan hubungan dengan manusia.

Stress management skill ini termasuk di dalamnya bagaimana mengontrol reaksi emosi,  mengetahui apa pemicu stress yang dialami, bagaimana mencegahnya, olahraga, makanan sehat, pola hidup seimbang, spiritual, pribadi yang positif dan lain-lain

Kaitannya dengan Telur Hijau

  1. Menyusun Jadwal Kegiatan. Dengan keterampilan ini saya bisa mengantisipasi jika jadwal lagi penuh dan padat merayap, banyak tekanan dan lainnya
  2. Menyenangkan orang lain. Biasanya saya menjadi tumpuan teman dan keluarga yang butuh tempat curhat, dengan keterampilan ini, saya bisa tahu dan berbagi bagaimana mengatur emosi, mencegah stress, dll.
  3. Berkegiatan di luar ruangan. Kegemaran saya menjelajahi wilayah dan tempat baru tentunya akan memunculkan stress karena berinteraksi dengan banyak hal baru, dengan keterampilan ini maka saya akan lebih mudah beradaptasi dengan hal-hal baru diluar tersebut.
  4. Mempengaruhi orang lain. Biasanya jika saya ingin memberi inspirasi kepada orang lain saya akan menceritakan pengalaman nggak enak saya dan bagaimana saya menghadapinya, dengan keterampilan ini tentunya saya akan lebih bisa mengatasi dan mencegah munculnya stress ketika mengalami pengalaman-pengalaman kurang menyenangkan tersebut dan bisa berbagi ilmu stress management kepada orang lain.

   2. Creative Thinking Skill

Creative Thinking skill ini termasuk di dalamnya bagaimana memandang suatu hal dari sudut pandang yang berbeda, memiliki cara penyelesaian masalah yang berbeda, berpikir antimainstream dan out of the box, kemampuan menulis, berbicara atau menyampaikan ide, seni visual, keterampilan komunikasi, dan pikiran terbuka.

Kaitannya dengan Telur Hijau

  1. Menyusun Jadwal Kegiatan. butuh bisa berpikir kreatif kalau urusan membuat Bullet Journal, kemudian mengatur jadwal anak dan suami, membagi tugas kepanitian dengan teman-teman.
  2. Menyenangkan orang lain. semua orang punya cara berbeda agar mereka bahagia dan senang, nah berhubung saya senang nyenengin orang jadinya saya harus punya berbagai cara untuk bisa membuat orang yang berbeda-beda ini bahagia. Ada yang suka dikasih kejutan, dikasih pelukan, hadiah, atau hanya sekedar jadi pendengar yang baik saja sudah cukup membuat mereka bahagia.
  3. Berkegiatan di luar ruangan. Kalau sudah main sama anak, atau merencanakan tempat travelling tentunya butuh berpikir kreatif, dan saya seneng kalau dapat ide-ide yang nggak biasa. Seperti kata beberapa teman saya: Teteh selalu punya cara yang nggak pernah saya pikrkan sebelumnya. Kan seneng ya kalau kemampuan ini saya asah semakin tajam
  4. Mempengaruhi orang lain. Dengan menulis, berbicara di depan orang saya butuh kemampuan ini agar apa yang saya sampaikan mengena di hati pembaca dan pendengar

   3. Critical Thinking Skill

Kemampuan berpikir kritis membutuhkan skill-skill seperti kemampuan observasi, analisis, interpretasi, refleksi, evaluasi, inferensi, penyelesaian masalah, dan pengambilan keputusan.

   4. Social Skill

Kemampuan ini membutuhkan kemampuan berkomunikasi, berempati, penyelesaian masalah, bekerja sama, mendengarkan dan lainnya.

   5. Leadership Skill

Kemampuan ini termasuk di dalamnya kemampuan mengorganisir dan merencana, time management, memilah prioritas, pengambilan keputusan, berkomunikasi, dan lainnya.

Demikianlah kisah kali ini, sebenarnya masih banyak yang pengen diulik dan dituliskan di sini, namun saya begadang melulu jadinya nanti malah menganggu kegiatan saya yang lain…belajar tegas sama kuadran dan waktu ya, walau belum terlalu bisa juga siy…yang penting usaha #uhuy

Mudahan apa yang saya lakukan sudah benar ya, mencari dan memilih keterampilan yang akan saya asah dalam 6 bulan ke depan

mudahan dilancarkan selama proses belajarnya ya buat semuanya aamiin…

Ibu bahagia, keluarga bahagia..InsyaAllah…

 

huaaa udah jam 2 pagi waktu Matsuyama, udah selasa dungs hihi…

Wassalam

#janganlupabahagia
#jurnalminggu2
#materi2
#kelastelur
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#institutibuprofesional

Bunda Cekatan, Tahap Telur-Telur: 1. Lacak Kekuatanmu

Assalamuallaikum minna san,

Bismillahirrahmanirrahim…

Selasa, 17 Desember 2019

Hari terakhir pengumpulan jurnal materi pertama di Tahapan pertama kelas Bunda Cekatan

Tahap Telur-Telur: 1. Lacak Kekuatanmu

Apa itu?

Di tahap ini, kita, perempuan dengan berbagai perannya, sebagai individu, ibu dan istri berusaha mengetahui kekuatan yang di milikinya, kekuatan yang dimaksud adalah beberapa kegiatan yang membuat mata berbinar-binar alias membuat bahagia jika dilakukan

Mengapa kita perlu melacak kekuatan?

Karena kekuatan merupakan sumber kebahagiaan seorang ibu. Karena kata ibu Septi, Founder IIP, seorang ibu berhak bahagia demi menjaga kewarasan diri. Jika ibu bahagia terlebih dahulu, maka akan mudah membahagiakan orang lain, keluarga akan bahagia, dan Insya Allah akan membuka pintu rejeki.

Dengan mengasah kegiatan yang seorang ibu sukai, maka kegiatan itu akan menjadi sumber kebahagiaan dan melahirkan kekuatan bagi seorang ibu.

Bagaimana caranya melacak kekuatan?

  • Buat daftar semua kegiatan kita dari pagi sampai pagi lagi, dari senin sampai hari senin lagi, dan daftar itu seluruh peran kita.

Kalau saya, saya membuat daftar seluruh kegiatan saya sebagai individu (33 kegiatan, ini sebenarnya nyampur perannya dengan peran lain), mahasiswi (25 kegiatan), ibu (30 kegiatan), istri (11 kegiatan, maklum masih LDM jadi belum banyak) dan dosen (15 kegiatan, harus tetap saya buat daftar kegiatannya, karena Insya Allah setahun lagi saya balik kerja), total ada 114 kegiatan

wew! pantesan saya suka lelah fisik dan psikis hiks…

  • Bagi kegiatan-kegiatan tersebut menjadi 4 kuadran: Kegiatan yang Bisa tapi Tidak Suka, Kegiatan yang Suka dan Bisa, Kegiatan Suka tapi Tidak Bisa, dan Kegiatan yang Tidak Bisa dan Tidak Suka

Saya tandai dengan stabilo berbeda warna. Hasilnya, Kegiatan yang Bisa tapi Tidak Suka: 25 kegiatan, Kegiatan yang Suka dan Bisa: 39 kegiatan, Kegiatan Suka tapi Tidak Bisa: 36 kegiatan, dan Kegiatan yang Tidak Bisa dan Tidak Suka: 14 kegiatan.

Alhamdulillah kegiatan yang Tidak Bisa dan Tidak Suka ternyata hanya 14 kegiatan, dan peran sebagai ibu tidak ada di kuadran ini…Alhamdulillah…

  • Lacak Kekuatanmu

Kekuatan saya ada di Kegiatan yang Suka dan Bisa: 39 kegiatan

Menurut Ibu Septi, untuk mengasah kekuatan, kita harus memilih 1-4 kegiatan, max ada 5 kegiatan saja yang akan di asah dalam satu waktu, belajarnya bertahap

Cara melacak kekuatan adalah dengan menjalaninya terlebih dahulu, mana saja kegiatan yang membuat bahagia, membuat mata berbinar, AHA momen…

Karena kegiatan yang membuat saya bahagia masih belum tereliminasi, jadi saya berusaha menguranginya, mana yang benar-benar membuat saya bahagia, yang benar-benar saya sukai dan bisa melakukannya…

awalnya saya ragu, karena kadang kegiatan-kegiatan itu juga membuat saya lelah, bosan

Akhirnya saya coba mengkombinasikannya dengan hasil mind mapping ST 30 saya tahun lalu, saat belajar di kelas Matrikulasi, ada 7 potensi kekuatan saya di ST 30 yang ternyata sejalan dengan kegiatan-kegiatan yang 39 buah ini.

Dengan keterbatasan ilmu, saya berusaha melacak lebih dalam lagi: kegiatan apa siy yang membuat saya bahagia? Mengapa kegiatan ini membuat saya bahagia? Apa bedanya kegiatan 1 dengan yang lainnya? Apa kesamaannya kegiatan 1 dengan yang lainnya? Mengapa ada kegiatan yang saya Suka dan Bisa namun kalau dilakukan kadang membuat saya tidak bahagia?

serius amat ya saya dengan tugas pertama ini, iya banget pemirsa, karena saya ingin bersungguh-sungguh disetiap langkahnya ini… demi keluarga yang lebih baik.

Saya dan suami pernah sama-sama gagal berumah tangga, jadi kami harus belajar untuk menjadi lebih baik lagi…

dimulai dengan langkah ini ya pemirsa…

Menyusun jadwal kegiatan Menyenangkan orang lain Berkegiatan di luar ruangan Mempengaruhi orang lain

Kegiatan yang Bisa tapi Tidak Suka: 25 kegiatan, ternyata kesamaan dari seluruh kegiatan itu, yang membuat mata saya tidak berbinar-binar karena kegiatan monoton alias kegiatannya dilakukan berulang-ulang dan diam di tempat yang sama/di dalam ruangan seperti duduk berjam-jam membuat laporan, kegiatan administrasi, berdiri lama untuk menyapu, mengepel atau membereskan rumah.

Kegiatan Suka tapi Tidak Bisa: 36 kegiatan, beberapa kegiatan ini terangkum dalam kegiatan-kegiatan terkait hobi seperti fotografi, pekerjaan saya di peran sebagai mahasiswi dan dosen yaitu meneliti dan bersosialisasi yaitu berorganisasi.

Banyak hal yang saya suka namun saya akui saya belum banyak mendalami ilmunya, jadi hanya sekedar suka namun tidak maksimal melakukannya, kadang juga kalau sudah bosan saya bakalan tidak melakukannya dalam waktu yang lama….

sudah hampir 2 tahun saya nggak megang kamera mirrorless saya lho, padahal saya hobi banget moto, pernah ikutan komunitas foto dikampus kemudia berhenti, pernah diajarin ilmu-ilmu fotografi sama teman-teman saya yang fotografer handal, praktek ilmunya cuman anget-anget t** ayam aja hiks…jadi curhat ya buuk…

Kegiatan yang Tidak Bisa dan Tidak Suka: 14 kegiatan, ternyata kegiatan ini adalah karena kegiatannya berkaitan dengan hitung-menghitung seperti analisis riset, belajar statistik, perencanaan keuangan, bikin proposal dana, laporan keuangan, menemani PR matematika anak (biasanya serahin ke suami kalau urusan ini), dll.

Menyusun jadwal kegiatan

Kegiatan yang Suka dan Bisa: 39 kegiatan. Ternyata kegiatan saya yang paling banyak adalah kegiatan yang saya suka dan Bisa, Alhamdulillah…

Tapi kenapa masih suka stress ya? mungkin suka baperan dengan hal-hal kecil yang tidak membuat bahagia…huhu…harus banyak bersyukur ya buuuk…

Mari kita fokus dengan hal-hal yang membuat bahagia, membuat mata berbinar dan menemukan AHA momen…

1 Menyusun jadwal kegiatan, kegiatan seperti membuat Bullet Journal, menyusun menu makan mingguan, menyusun Itinerary, membuat target riset mingguan, mengatur tugas/peran masing-masing orang di dalam suatu organisasi atau kepanitiaan, menyusun 100 mimpi dalam hidup, mengatur jadwal kegiatan suami (saya aspri dan manajernya suami hihi… sibuk beut ya bapak ini…).

Menulis kegiatan-kegiatan ini saja bisa membuat mata saya berbinar, apalagi kalau saya lagi menyusun jadwalnya ya hihi… Banyak teman dan keluarga juga berpendapat sama, kata mereka, saya orangnya teratur dan terencana, kalau mau travelling serahin Itinerarynya sama teteh (panggilan saya dirumah dan teman-teman).

2. Menyenangkan orang lain, saya seneng banget bikin orang lain seneng, entah dengan memberi hadiah, memberi kejutan (siapa yang udah pernah dapat kejutan dari saya ngacung?!… pede amat ya buuukk..wwkwkwk…), menjadi pendengar yang baik buat curhatan orang lain, nraktir keluarga dan teman, masakin temen, bikin acara makan-makan di rumah, ngumpul keluarga, bikin kue dan masakan agar keluarga dan teman-teman bahagia dan kenyang, bikin bingkisan untuk anak-anak kalau ada Lebaran dan ultah, dan lainnya.

Teman saya suka bilang, teteh kok bisa kepikiran siy, saya aja nggak kepikiran…Materi saya nggak banyak, tapi dengan berbagi, hati saya terasa lapang dan saya merasa cukup dengan rejeki dari Allah, InsyaAllah….

3 Berkegiatan di luar ruangan, tadinya saya bingung untuk menuliskan kegiatan ini, saya suka jogging, suka naik gunung, sanggup naik sepeda puluhan kilometer, seneng jalan di dalam kota, window shopping, juga suka travelling menjelajah tempat baru, saya senang ngajak jalan anak dan pergi naik sepeda ke supermarket untuk belanja sembako.

Saya seneng melakukan riset di lapangan, kerja blusukan ke daerah terpencil dan pedalaman, menerjang jeram yang berbahaya, naik pesawat baling-baling kecil dengan 7 kursi saja, menurut saya seru! Berkegiatan di luar ruangan itu membuat saya berada di tempat baru, bertemu orang baru dan menghadapi tantangan baru, saya juga suka kalau angin menerpa wajah saya…rasanya itu bahagiaaa banget, Masya Allah.

4 Mempengaruhi orang lain, mungkin sebagian orang yang membaca ini akan punya persepsi negatif ya hihi…saya mau nulisnya “Influence people” biar agak positif, namun kesannya kaya influecer aja yah, padahal saya bukan wkwkkwkw…. Saya suka menulis, membaca dan berbicara di depan orang, tujuannya untuk memotivasi diri sendiri dan orang lain, mempengaruhi agar orang lain jadi bersemangat dan mampu mewujudkan mimpinya.

Saya punya banyak mantan mahasiswi dan sahabat yang kata mereka siy, terinspirasi dari Ibu Cit/Teteh (ini bukan mau pamer ya Allah…). Apa yang saya lakukan adalah hanya ngasih tahu kesalahan-kesalahan yang saya lakukan, dan tidak perlu mereka lakukan, cukup saya aja hihi… saya bangga banget kalau liat mahasiswi/sahabat saya jadi lebih baik dari saya, sukses karir, dapet suami yang baik, lanjut sekolah, badannya lebih sehat…seneng banget, Masya Allah.

Selain menulis, membaca dan berbicara. Saya juga suka jualan, awalnya karena saya suka barangnya atau saya suka bikinnya, ternyata orang lain jadi suka, jadilah saya jual walaupun kalau udah balik modal, sisa barangnya saya bagi-bagi gratis (nggak bakat emang yaaa…), saya juga suka mempengaruhi teman atau keluarga untuk gimana pola makan yang sehat, sarapan sehat apa saja, infused water, jogging, ilmu-ilmunya dr. zaidul, gimana skin care-an yang bikin glowing dan awet muda….wkwkwkkw… hal-hal itu kadang yang ditanyain temen-temen, secara nggak langsung, apa yang saya lakukan membuat orang lain terinspirasi melakukan hal yang sama atau bahkan lebih baik, Aamiin…

Demikianlah kisah kali ini

Mudahan apa yang saya lakukan sudah benar ya, menemukan kekuatan diri sendiri

menemukan kekuatan diri sendiri gini aja membuat saya senyum-senyum sendiri, saya bahagia Alhamdulillah…

Ibu bahagia, keluarga bahagia..InsyaAllah…

Wassalam

#janganlupabahagia
#jurnalminggu1
#materi1
#kelastelur
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#institutibuprofesional

Kelas Bunda Cekatan Batch #1 : Bismillah…

Assalamuallaikum minna san,

Alhamdulillah bulan ini, Desember 2019, sudah mulai masuk di kelas Bunda Cekatan.

Setelah mengikuti Kelas Matrikulasi, Kelas Bunda Sayang, dan tahun ini ada perubahan struktur organisasi di IIP dan para anggota lama kembali mengikuti kelas Foundation.

Semoga dilancarkan belajar di kelas Bunda Cekatan dan bisa mengikuti seluruh kegiatan dengan lancar juga aamiin…

Citra
Masya Allah Tabarakallah

 

di Kelas Bunda Cekatan ini terdapat 4 Tahapan:

  1. Tahap Telur-Telur
  2. Tahap Ulat-Ulat
  3. Tahap Kepompong
  4. Tahap Kupu-kupu

 

Baru baca nama-nama tahapannya aja udah kebayang serunya ya…

Ibu Septi, Founder Institut Ibu Profesional berkata bahwa ada 4 hal yang tidak akan ditolak anak-anak:

  1. Dongeng
  2. Bermain
  3. Hadiah
  4. Kejutan

Orang dewasa juga pasti senang jika diberi ke 4 hal ini, jadi kegiatan Kelas Bunda Cekatan akan dikemas ke dalam 4 hal yang semua orang sukai…bercerita, bermain, memberi dan menerima hadiah serta kejutan

Masya Allah, bakalan seru iniii…

 

“Anak-anak menginginkan memiliki orang tua, bukan guru atau mentor, maka jadilah orang tua”

(Ibu Septi)

 

Bismillah, mari kita belajar ilmu baru lagi biar jadi orang tua yang lebih baik lagi aamiin…

 

Wassalam

 

#janganlupabahagia
#jurnalminggu1
#materi1
#kelastelur
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#institutibuprofesional

Kelas Bunda Sayang Batch #4 : Lulus

Assalamuallaikum minna san,

Alhamdulillah setelah 12 bulan belajar di kelas Bunda Sayang kelas Pra Nikah, mengerjakan tugas dan mengikuti seluruh kegiatan yang ada, saya dinyatakan lulus

Alhamdulillah

Kelas Bunda Sayang terdiri dari 12 Materi:

  1. Komunikasi Produktif
  2. Melatih Kemandirian Anak
  3. Family Project
  4. Memahami Gaya Belajar Anak
  5. Menstimulasi Anak Suka Membaca
  6. Menstimulasi Kecerdasan Matematis Logis
  7. Semua Anak Adalah Bintang
  8. Mendidik Anak Cerdas Finansial Sejak Dini
  9. Memicu Kreativitas Anak
  10. Membangun Karakter Anak Melalui Dongeng
  11. Fitrah Seksualitas
  12. Keluarga Multimedia

Masya Allah, membuat list ini saja seluruh kenangan selama belajar 12 bulan ini berkelebatan silih berganti, Alhamdulillah tidak ada ilmu yang sia-sia

Semuanya memberi saya banyak pemahaman baru, memperbaiki pemahaman saya yang keliru. Saya siy merasa, kelas ini memang bertujuan untuk orang tua, khususnya ibu mengenal lebih jauh lagi tentang anaknya.

Materi favorit saya adalah materi 1: Komunikasi produktif, soalnya ternyata selama ini saya berkomunikasi dengan anak dan anggota keluarga dengan pemahaman yang belum benar dan maksimal

Tapi semua materi saya suka siy hehehe…

Terima Kasih Banyak IIP

Wisudawati Bunsay Batch 4
Masya Allah Tabarakallah

Ayo, kita lanjutin lagi belajarnya di kelas berikutnya!…

Wassalam