Category: Holiday Trip

Trip to Gorontalo

Assalamuallaikum minna san,

Kali ini saya akan bercerita tentang pengalaman saya ketika mengunjungi Provinsi Gorontalo untuk pertama kalinya. Awal Bulan Agustus Tahun 2018 ini, saya mengikuti Intl. Conference di Gorontalo. Kesempatan ini saya gunakan sekalian mengajak anak untuk mengunjungi pulau Sulawesi. Alif kun dan saya baru pertama kali ke Gorontalo.

Perjalanan dimulai dari Matsuyama menuju Tokyo dengan pesawat, kemudian lanjut Tokyo ke Jakarta. Tiba keesokan harinya, subuh 9 agustus 2018 di Bandara Soetta.

Sebelum berangkat, mamah yang pelupa ini selalu memastikan membuat list kuliner khas daerah tujuan yang wajib di cicipi dan tempat wisata yang wajib dikunjungi, walaupun kunjungan kali ini termasuk singkat dan di sela-sela Conference. Alhamdulillah, membuat Itinerary sangat membantu banyak, jadi di saat tiba kita tidak kebingungan mau ngapain dan mau makan apa

Kami transit 10-15 menit di Makassar tanpa pindah pesawat, kemudian dilanjutkan ke Gorontalo. Tiba malam hari. Perjalanan panjang, melelahkan namun kami sangat bersemangat. Kami dijemput sahabat saya yang tiba lebih dahulu karena memang berasal dari Gorontalo. Kami makan malam dan saya memilih menu Ikan Oci masak Woku. Waah pedasnya bukan main, tapi namanya juga penyuka pedas, saya senang sekali.

10 Agustus 2018, Setelah subuh saya dan Alif kun bersama 4 orang sahabat saya pergi ke kabupaten Bone Bolango, menuju pantai Botutonuo melihat sunrise dan berharap bisa naik perahu melihat ikan hiu paus yang terkenal itu. Namun sayang udara kurang bersahabat, angin sangat kencang dan ombak tinggi, sehingga kami tidak bisa melihat Hiu Paus. Namun pemandangan pantainya sangat indah, Masya Allah.

Setelah dari sana kami sarapan Nasi Kuning Hola yang terkenal itu. Nasi kuning ini khas karena dihidangkan dengan kuah kaldu, enak sekali. Setelah sarapan, kami lanjutkan perjalanan ke Benteng Otanaha, dimana menurut cerita batu-batu bahan benteng ini direkatkan dengan putih telur. melihat Danau Limboto dari kejauhan sambil makan pisang goreng dengan Sambel Roa yang kami beli ditengah perjalanan tadi. Alhamdulillah…Siangnya kami makan siang Ayam Iloni, masakan khas Gorontalo berupa ayam panggang dengan bumbu rempah, nyam.

IMG_1772
Nasi Kuning Hola, Ikan Oci masak Woku, Es Brenebon, Milu siram-Ikan Oci-Sambal Dabu, Sate Tuna dan Ilabulo

Tanggal 11, Conference dilaksanakan dan saya melakukan presentasi hasil penelitian pada hari pertama ini. Setelah kegiatan hari pertama selesai. Malam harinya, saya dan beberapa teman diundang makan malam di rumah keluarga salah satu sahabat saya yang juga PJ Boga di IIP Asia yang berasal dari Gorontalo, Mbak Iin. Kami dijemput di Hotel dan diajak bertemu orang tua Mbak Iin.

Kami disuguhi Sate Tuna dan Ilabulo (sagu dengan campuran hati dan ampela ayam), sayur dan dan sambal bawangnya yang luar biasa enak, semua adalah hasil masakan Ayahanda Mbak Iin. Semuanya enak, alhamdulillah. Terimakasih banyak Mbak Iin undangannya.

Tanggal 12, Berhubung kewajiban presentasi sudah selesai saya bersama beberapa teman yang juga sudah presentasi, pergi menuju Desa Botubarani, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango untuk berwisata melihat Whale Shark atau Hiu Paus. Alhamdulillah pagi hari ini udara cerah sehingga kami dapat melihat Hiu Paus.

Kami naik perahu kecil yang cukup untuk 3 orang (termasuk pemiliknya) agak ke tengah laut. Selain perahu kami juga sudah banyak perahu lainnya berisi wisatawan asing dan domestik yang bersiap menggunakan alat snorkeling agar bisa berenang bersama Hiu Paus. Ketika akhirnya sekawanan Hiu Paus muncul, kami sebarkan makanannya berupa kulit udang yang sudah disediakan pemilik perahu.Kami semua takjub, melihat ikan besar bertotol-totol namun lembut ini muncul kepermukaan. Masya Allah.

IMG_1773
Pantai Botutonuo, Melihat Hiu Paus, Benteng Otanaha, Danau Limboto, Desa Wisata Religius Bubohu, Museum Pusat Fosil Kayu

Setelah dari sana, kami makan siang di perjalanan sebelum melanjutkan ke tempat wisata lainnya. Saya memesan Binte Biluhuta (jagung siram) dengan ikan Oci goreng dan sambal dabu-dabu dan Es brenebon (plus durian).

Akhirnya kami melanjutkan perjalanan ke Desa Wisata Religius Bubohu, disana juga terdapat Museum Pusat Fosil Kayu. Pulangnya menyempatkan makan Jagung Bakar dan pisang goreng dengan sambal roa ditepi pantai menunggu matahari terbenam.

Semua kenangan indah ini Insya Allah tidak akan terlupakan.

Terima kasih Gorontalo

Wassalam

 

WhatsApp Image 2018-10-22 at 12.15.00

Advertisements

Go back to Indonesia (1)

Assalamuallaikum semuanya,

disela-sela kurang tidur karena tadi malam ngerjain tugas yang dibawa dari matsuyama, sepiring sarapan nasi goreng (buyar sudah diet pola hidup sehat tanpa nasi…)

Mau cerita, tanggal 10 saya dan ajib pulkam dalam rangka nikahan ade bungsu dan survei pendahuluan untuk disertasi (mohon doanya yaa semoga lancar ambil data survei pendahuluannya aamiin)

Bawaan pulang : 4 Koper bagasi (1 ukuran L, 2 uk. M dan 1 S), 2 ransel, 1 tas kamera, 2 tentengan oleh2 (ketambahan di bandara KIX…), isi bawaan oleh-oleh semua wkwkwk

Rute pulang ke Indonesia: matsuyama-osaka KIX (by bus, 2 kali ganti), osaka KIX-denpasar-jakarta-banjarmasin (nginep 1 malam di bali, nginep 1 malam di banjarbaru sambil drop 2 koper dan 1 tentengan), banjarmasin-balikpapan-samarinda (by plane dan travel kangguru drop 4 bawaan)

Rute riset : ….rahasia donk wkwkwkwk….

Kesan-kesan :

  1. di Jepang lagi winter, real feels almost -1 dan -4, berlapis-lapis hittech-baju-down jacket/coat, mittens, beany, neck warmer/shawl. Pas di KIX kami berdua lepas semua, karena di Indonesia tropis, perasaan itu legaaa saudara saudara…tubuh ringan, ternyata berbulan-bulan kami bawa badan penuh pakaian tebal itu berat banget…
  2. Pertama bertemu rombongan WNI, ya di counter check in pesawat, para turis yang nampaknya sugih, kesannya? gak ngerti cara ngantri, kepalanya kenapa dongak ke atas terus yah, entahlah…senyum aja nggak, udah berasa serpihan brosur bandara aja sayah rasanya…padahal mau bantuin ketika mereka agak kebingungan sesuatu, tapi ya sudahlah…Beda banget yang saya rasakan ketika bertemu orang Jepang, mau mereka sugih atau nggak, pakaiannya ya sederhana (walaupun branded dan mahal), sikapnya ramah, walaupun tau aja saya mahasiswa yang pendapatan bulanannya itu dibawah UMR warga jepang. Sedih aja siy jadinya, sungguh ironi, mudahan hanya segelintir orang aja yang begitu…hanya beberapa grup turis Indonesia yang bareng-bareng pulang pake pesawat yang sama ke Indonesia. Pengingat saya juga, kalau nanti saya bisa keliling dunia sama keluarga (bareng papah ganteng :p*geli sendiri gw), saya akan jadi turis Indonesia yang baik, ramah, murah senyum kepada sesama.
  3. Tiba di Indonesia dan sinyal curigation saya naek lagi, penuh prasangka dll sama potter, sopir taxi bandara, pegawai hotel, sopir taxi online, restoran, toko oleh-oleh. Prasangka di tipu, dinakalain, dimahalin, dll. sedih banget yah, karena nila setitik, curiga seumur hidup hiks. Ayo lah, warga Indonesia, jadi warga yang jujur cari rejeki, biar turis juga merasa nyaman di Indonesia, WNI juga pulkam tanpa prasangka. Kasian lah ini mahasiswi, udah sering di PHP lelaki, masa di PHPin kalian juga…#eh

sekian ah, mohon maaf jika merasa ya, ini murni pengalaman yang dirasakan hihihi piss ah…wassalam

 

 

Apaan sih ini?

Maaf sekali, sejak jemput Alif di bulan Desember 2016, saya gak punya waktu lagi nulis nulis blog

padahal banyak banget yang mau di ceritain

Page ini akan bercerita soal perjalanan liburan saya di Jepang, mulai dari :

Kyoto-Nara

Nagasaki

Hiroshima

dan tempat wisata lain sekitaran Matsuyama