Category: Living in Matsuyama

Dari jendela belakang apato

Matsuyama, 23 September 2019, Libur nasional di Jepang, Autumnal Equinox Day

Assalamuallaikum minna san

Udah hari ke berapa ya ini saya sakit batuk pilek, sebelumnya A kun yang sakit, sampai harus ke dokter THT langganan yang ganteng itu… ~eehhh

Berhubung hari ini libur dan diluar juga angin kencang karena taifun, maka kita mengerjakan tugas di rumah aja ya

Meja belajar saya itu ada di ruang tv, yang setiap membuka laptop ya madep jendela belakang rumah

Dari tempat saya lesehan, bisa keliatan tempat cuci pakaian saya, ada mesin cuci 1 pintu, gantungan besi untuk jemuran

Di belakang apato saya, terlihat Pohon sakura, yang kalau selain musim semi ya hanya pohon dengan dedaunan biasa saja

Sekitaran jam 11 siang ini, ada suara tetangga baru yang lagi main gitar dan bernyanyi, baru tiba tadi malam 3 mahasiswa dari Indonesia yang akan lanjut S2 di Civil Engineering

Ada juga terdengar suara anak-anak dari sebelah apato, tetangga baru juga, baru beberapa hari Ibu N membawa keluarganya ke sini, setelah hampir 2 tahun sendirian di Matsuyama.

selain itu ya nggak ada suara apa-apa, mesin mobil di Jepang itu halus, jadi nggak ribut kaya di Indonesia walaupun apato saya di pinggir jalan besar, tiap hari lalu lalang mobil

Salah satu yang bikin saya shock ketiba tiba di sini adalah kesunyiannya yang beda jauh sama Indonesia, apalagi saya dulu tinggal hampir 5 tahun di lingkungan dekat kampus yang kalian bisa tebak, tengah malam aja masih rame…

apalagi 6 bulan awal di Matsuyama saya belum jemput A kun, setiap malam sendirian, belum ada tv, belum ada wifi, nggak ada abang-abang nasgor keliling…sepi blas… saya sampai bilang sama keluarga: bisa gila ini kalau setiap hari sepi kaya giniiiii…

Taunya setelah 3 tahun, bahagia, jauh dari polusi suara kaya dulu

Hari ini…sepi, sunyi, angin sepoi-sepoi

mengingatkan saya dengan rumah nenek di banjarmasin…tahun 1985-an sampai 1990 saat saya TK dan SD

Rumah kayu 2 lantai, rumah di mana papap saya dulu menghabiskan masa SD nya, hingga SMU. Sebelum tinggal di rumah ini, keluarga papap saya tinggal di pecinan di pal 6 Kota Banjarmasin, sebelumnya lagi tinggal di Kab. Tapin, salah satu kabupaten di Prov. Kalimantan Selatan…ceritanya panjang kalau mau diceritain, walaupun seru siy hehehehe…

Rumah kayu di pal 3 Kota Banjarmasin ini, dulu lingkungnnya masih tidak terlalu padat walaupun di tengah kota, anak-anak masih suka bermain di jalan di depan rumah, suara tetangga satu-dua, sunyi, sepi

suara serangga, angin sepoi, kadang panas, matahari bersinar terik, tapi juga bisa adem..

entah kenapa saya jadi teringat rumah nenek dari balik jendela apato ini…

mungkin sama suasananya, dari ruang tv rumah nenek, saya bisa melihat pepohonan dari pintu belakang rumah yang menuju tempat cuci pakaian, jemuran

relaxing liat dedaunan yang di tiup angin itu…

Al Fatihah untuk nenek, kai dan semua keluarga yang sudah terlebih dahulu meninggalkan kita di dunia….

 

Wassalam

Advertisements

Melahirkan di Matsuyama

Assalamuallaikum minna san,

wew judulnya sungguh gamblang…wkwkwkwk

saya menulis ini karena 2 hal saudara-saudara….

  1. Karena ada yang mahasiswi Doctoral Program Indonesia baru saja melahirkan di Matsuyama, welcome baby boy!
  2. Karena, saya dan calon berencana punya anak (setelah menikah, kalau Allah izinkan…aamiin…) hihi….

kita bahas satu-satu ya gaes, atau berhubung bakalan panjang, kita bagi jadi 2 part aja giname? biar kaya film di bioskop gitu, pendapatannya jadi nambah kan #plak

Oke, kita cerita ya

Hari selasa lalu, saya diberitahu mbak I bahwa Ibu N, mahasiswi Tarumi (pertanian) berasal dari kota J, Jawa Timur akan melahirkan, sudah bukaan 2

datang sendirian dari rumahnya (yang jauh) naik taksi ke RS yang ada di depan kampus Johoku (Ehime Univ terbagi 3 kampus, Johoku untuk FKIP-MIPA-Engineering, Tarumi untuk Pertanian-Perikanan, Nogakubu utk FK)

akhirnya disusulin sama mbak A dan mbak I, yang dari kampus tarumi dan mbak I memang Nihongonya udah jago kan, biar enak komunikasi sama tenaga medisnya

saya nyusulin, karena deket dari rumah dan kampus, RS Red Cross cuman sebrangan kampus Johoku

akhirnya proses lahiran berlangsung hari Rabu pagi sekitaran jam 10:32, baby boy

skip skip lah ya

yang mau saya share adalah bagaimana persalinan di Jepang, yang harus diambil pelajaran buat kita yang di Indonesia :

  1. Tenaga medisnya RAMAH, maaf banget ya…tapi berapa orang Indonesia yang pernah dijutekin, dimarahin, dibentak, disuruh diam pas proses lahiran? hayo ngacung….yang traumatis pasca melahirkan sampe pas lahiran kedua nggak mau di RS yang sama, hayo ngacung juga?  di sini, saya liat sendiri gimana suster dan dokternya malah nyuruh bu N untuk relaks ya, lahiran mungkin besok, makan yang banyak, istirahat yang cukup, ngobrol, membuat nyaman siy ibu, banyak senyum, ngobrol biasa…melahirkan juga udah bikin stress kan, jangan ditambahin lagi lah… ini RS pemerintah gaes, pake asuransi pemerintah… pasiennya mahasiswi, pake beasiswa… pelayanan tidak membedakan yang banyak duit dan yang nggak. Dokter kandungannya sangat sederhana, masih muda, nggak keliatan kaya dokter, nggak bikin stress liatnya hihi…. satu yang kadang lupa sama kita : bagaimana membuat nyaman orang lain …
  2. Ruang persiapan melahirkannya berfungsi sebagai kamar lahiran juga, jadi nggak usah pindah kamar selama nunggu bukaan
  3. Ketika proses lahiran, kata mbak I, yang menemani selama proses, kami yang lain disuruh menunggu diluar kamar. ketika kontraksi, bagian yang kontraksi akan diberi semacam koyo, kain panjang yang hangat, ditempelin sana sini biar gak sakit…patut dicoba
  4. Makanan Rumah Sakitnya, banyak yang bilang, enak…sudah dihitung sesuai kalori pasien, khususnya ini ibu melahirkan…saya nggak sempet foto hehehe….
  5. Oh iya, selama hamil di Jepang itu ibu hamilnya tidak pernah dikasih vitamin dan segala macam obat kaya penguat kandungan dan lainnya, hanya disuruh : makan yang bergizi…dan luar biasanya, bayi-bayi orang Indonesia selalu ukurannya besar -besar…biasanya di atas 3,5 kg hihi…gizi tinggi…
IMG_0037
perawat sudah menyiapkan kartu ucapan, potongan tali pusar di dlm kotak kecil, cap kaki bayi yang baru saja lahiran…

apalagi ya…itu aja siy yang saya inget, nanti saya tambahin kalau inget hihi…

wassalam

Buah-buahan di Jepang

Selasa, 11 Juli 2017

Sejauh ini buah yang sudah saya icip di Jepang adalah

  • Strawberry : manis, besar..banyak di musim semi
  • Jeruk : jeruk disini rasanya asli seperti jeruk yang sedikit masam dan sedikit manis -di Indonesia kan manisnya kaya gula baru dibilang jeruk manis ^^”), berhubung Ehime terkenal sebagai penghasil jeruk maka hampir sepanjang tahun selalu ada jeruk, namun puncaknya sekitaran autum dan winter (oktober-maret)
  • Kaki alias kesemek : penampakan luarnya oranye, kaya tomat gitu tapi oranye, tapi dagingnya tebal dan ketika dimakan kaya apel, pas dimakan manis banget…
  • Melon : motong nya nggak keras dibandingkan saya biasa ngupas melon di Indonesia, dagingnya lembut
  • Nenas : yup ada nenas, dan kulit durinya yang suka kita buang kalau lg motong nenas itu, disini sedikit bahkan hampir nggak ada, rasa nenasnya manis…baru pertama ini saya ngerasain nenas manis, kalau dikupas dan nggak dikasih garam (biasanya di Indonesia, garam perlu dilumuri dulu, supaya getahnya nggak bikin gatel di lidah sehabis makan nenas
  • Alpukat : dagingnya tebal, bijinya kecil, dan kalau mateng nggak ada ulat maupun coklat-coklat dagingnya, nggak
  • Anggur : harganya lebih murah dibandingkan semangka wkwkwk
  • Semangka : kadang kalau nemu yang harganya murah..masukin kulkas, makannya pas pulang dari lab seharian, duuh..maka, nikmat mana lagi yang kau dustakan…alhamdulillah..

Dan masih banyak buah lain yang nggak bisa saya sebut satu persatu…karena lupa wkwkwk…

Intinya ya, buah-buahan disini itu kualitasnya jauh lebih baik dari yang pernah saya rasakan di Indonesia…harga memang relatif lebih mahal dibandingkan di Indonesia, apalagi kalau dikonversi kurs yen ke rupiah. Tapi, dengan kualitas yang baik, orang juga nggak akan sayang untuk beli, petanipun ikut sejahtera karena harganya yang bagus dipasaran.

Daaan…yang paling saya suka, saya bisa bikin salad buah andalan dengan mudah, karena buah-buahnya gampang didapat dan harganya terjangkau…secara di Indonesia bahannya buah import…mungkin kalau bikin rujak di Jepang agak susah :p

Buah apa yang paling saya kangenin yang ada di Indonesia dan nggak ada di Jepang?

  • Buah tiwadak alias cempedak, kulitnya di rendam air garam (jadi mandai), lalu dimasak sambel goreng mandai…makannya pakai nasi putih hangat, uwow…
  • Durian, saya belum nemu yang dijual langsung, tapi bisa pesan online walaupun nggak selalu ada, dan harganyapun mahal cynn…mudahan nanti ada kesempatan nyicip durian di Jepang, dibikin kuah santan untuk kolak atau ketan srikaya durian…yumm…

SUMMER itu…(2)

Selasa, 11 Juli 2017

Waktunya makan es krim….

es krim serut yang dikasih syrup warna warni, pop sicle, dan sejenisnya…orang bisa ngantri di supermarket gara-gara mau nyetok es krim dirumah….anak-anak bahagia karena nggak dilarang banyak makan es krim…

Waktunya makan buah semangka…

hanya di Jepang, harga buah semangka lebih mahal dibandingkan Anggur..hahaha…harga 1 buah semangka bisa 200-300k oh…bahkan ada yang sampai 800k, entah itu isinya apaan…bersyukurlah di Indonesia bisa ngerasain semangka sepanjang musim, dengan harga 5k per kilonya…

Waktunya pakai sendal! 

Simpan semua pakaian tebal, sepatu sneakers, dan mulai pakai sandal…uye! Nihonjin udah pada pakai celana pendek, rok pendek, tshirt tipis lengan pendek, kadang yang cewe udah pada pakai tank top… Kekampus juga saya liat banyak mahasiswa yang pakai celana pendek, celana semata kaki…ternyata nggak masalah, bahkan ke lab bisa pakai sandal. Ya masa mau maksain pakai pakaian lengkap dan resmi saat natsu begini…

 

SUMMER itu….

Selasa, 11 Juli 2017

Summer di Jepang dimulai antara akhir bulan juni hingga akhir bulan September, bulan ini sudah mulai musim panas, temperatur sudah mulai 30-33 derajat celcius. Katanya siy, puncak musim panas atau natsu (~Nihongo) ada di bulan Agustus dengan temperatur bisa mencapai 37 derajat…uwow..

Gimana siy rasanya natsu?

Sebelumnya saya bener-bener nggak tau, sebelumnya saya cuman merasa musim panas yang sama dengan di Indonesia…so, I think I can handle it…tapi, ternyata karena tingkat kelembaban yang lebih tinggi dibandingkan dengan di Indonesia, maka natsu di Jepang itu panasnya lebih dibandingkan di Indonesia.

Di Indonesia, temperatur tinggi ada di kisaran 32-33 derajat celcius (~Samarinda), panas terik, namun angin yang berhembus masih sejuk. Jadi kalau misalnya di rumah nggak punya AC ataupun kipas angin, buka jendela aja sudah cukup bikin sejuk ruangan.

Di Jepang, temperatur tinggi ada di 37 derajat celcius (jadi panasnya Indonesia itu cuman remah remah lembaran nori doank…), kadang mendung seharian dan nggak ada matahari muncul, namun…angin yang berhembus itu kering dan panas, nggak berhembus aja siy, udara yang diam aja panas bok…kalau di dalam rumah, sangat disarankan bahkan wajib nyalain AC (siang-malam) demi mencari kesejukan *halah, dan jangan coba-coba buka jendela…saking panasnya udara luar dan nggak ada sejuk-sejuknya.

Beberapa teman Nihonjin (orang jepang) saya agak terkejut juga, ketika saya cerita gimana panasnya Indonesia dibandingkan di Jepang saat natsu, secara Indonesia itu terkenal puanas banget dikalangan orang Jepang, padahal mah ya….

 

 

Puasa Pertama di Matsuyama

Assalamuallaikum teman-teman semuanya,

maaf banget baru sempat menulis kembali di blog setelah hampir 6 bulan ya…

selama 6 bulan itu sebenarnya banyak banget yang mau diceritain, winter dan spring pertama kali soalnya, jemput si ajib di Indonesia, travelling sama dia ke beberapa tempat dan kota di Jepang…huaa banyaak…saya janji InsyaAllah akan dicicil ya cerita 6 bulan yang lalunya…

anyway, Selamat menjalankan puasa ya teman-teman…banyak yang nanyain, gimana siy rasanya puasa di negeri orang, apalagi negaranya bukan mayoritas muslim.

Karena itulah saya mau cerita…

Gimana Puasanya?

Alhamdulillah masih lancar, dihari ketiga ini…

suhu udara kisaran 19-23 derajat celcius, cerah hampir setiap hari, spring mulai berakhir

saya siy nggak merasa lemas atau gimana, mungkin aktivitas juga banyak duduk depan komputer di lab, sesekali aja naik sepeda kalau belanja atau les japanese

Tapi…

kurang tidur!

kita tau, saat bulan puasa karena perubahan waktu dan aktivitas berbeda dengan hari biasanya, maka waktu tidur kita berkurang. Namun saya rasa, disini lebih lagi.

  • Tiap hari bangun jam 2 pagi untuk nyiapin sahur, jam 3.20-an sudah imsak.
  • Buka puasa jam 19.15-an, yup…16 jam-an berpuasa.
  • Isya jam 20.45-an, pulang tarawih jam 22.30..
  • tidur jam 23.00 kadang jam 00.00…total kisaran 3-4 jam aja tidur..

yang mana pas hari ketiga ini..

Saya dan ajib jalani tanpa sahur!…karena si mamah ini, bablas tidur dan terbangun 10 menit setelah imsak, alhamdulillah ya.. hahaha…

Di Matsuyama ada Mushalla yang sebagian besar pengurusnya adalah orang Indonesia, lain waktu saya cerita ya. nah disinilah kami berkumpul untuk kegiatan ibadah dan lainnya khususnya dibulan Ramadhan ini

Apa siy bedanya puasa disini dengan di Indonesia?

buanyaaak, disini itu :

  1. Jam berpuasanya lebih panjang, tetapi waktu kerja dan waktu sekolahnya sama seperti hari biasa alias nggak ada dispensasi pulang cepet seperti di Indonesia.
  2. Puasa nggak terlalu berasa, apalagi menjelang sore…soalnya nggak ada yang jualan takjil disepanjang jalan pulang, kepengen apa musti bikin sendiri..padahal saat-saat seperti ini, kangennya masakan rumah dan masakan Indonesia lagi puncak-puncaknya
  3. sambungan point ke dua : Nggak ada Pasar Ramadhan alias Pasar Wadai (wadai : kue -bahasa banjar), kebayang kan kalau nggak sempat bikin takjil, yang ada cuman minum air teh hangat sama kurma, terus langsung nasi!….kebayang kan kalau pas kena giliran nyediain buka puasa untuk Mushalla? nggak bisa beli amparan tatak (kue khas Kalsel) se-loyang 100 ribu kaya di Banjarbaru (tempat masa kuliah saya dihabiskan, rumah orang tua), terus dibagiin…musti bikin sendiri..Tapi alhamdulillah, keterbatasan bikin kreatif, jadi bisa bikin masakan indonesia yang sebelumnya nggak pernah sama sekali bikin. Alhamdulillah juga masih bisa buka dengan makanan, di belahan bumi lain masih banyak yang kelaparan.
  4. Kalau waktunya sahur, nggak ada suara khas warga yang keliling bangunin sahur, atau suara marbot mushalla yang bangunin sahur lewat speaker mushalla. lempeng aja…(makanya mbablas wkwkwk..)
  5. Nggak ada acara bukber reuni sekolah/rekan kantor/keluarga besar/dll, ya iyalaah secara orang Indonesianya sedikit disini, restoran halalpun terbatas..ujungnya ya sama aja kaya acara makan-makan dibulan biasa…bedanya biasanya ngumpul pas makan siang, ini ngumpul pas magrib.

apalagi yaaa…mungkin itu aja dulu postingan kali ini..

mau tidur tanggung, soalnya sejam lagi udah musti siapin buat sahur…

sekali lagi, Selamat Menunaikan Ibadah Puasa ya teman-teman, Semoga Amal kita Diterima Oleh Allah SWT aamiin YRA…kurang-kurangin ngerumpi :p

Welcoming Party PPI Aidai

Minggu, 23 Oktober 2016

 

Jam 1 siang hari ini dilaksanakan welcoming party PPI Aidai (Ehime University) menyambut kedatangan mahasiswa-mahasiswa baru asal Indonesia di Ehime University, ada 4 orang Phd Student (3 orang teknik sipil dan 1 teknik mesin), 1 orang Master student (teknik sipil), 2 orang exchange Master Student dari UGM (teknik sipil), 2 orang exchange Undergraduate Student dari ITB (teknik lingkungan)

Hidup Engineers!!! hahahaha….

Jadi, di luar negeri itu kalau ada acara biasanya kita bawa yang namanya pot luck yaitu makanan yang dibawa dari rumah oleh masing-masing peserta undangan, terserah mau bawa masakan, minuman, snack, dessert, dan lainnya yang penting yang bisa dimakan.

Saya bikin telur sambal balado, bumbu baladonya ya yang instant laaa..gile aje gw ngulek cabe…maksudnya ulekan gak ada, cabe dan teman-temannyapun taknampak di supermarket manapun..hahahah…

bagaimana rasanya? waktu bikin siy enak banget, pas dipanasin..hmmm jadi agak gosong #gubrak

tapi habis saudara-saudara…yang penting habis, alhamdulillah…

Oh iya, acaranya apa aja sih?

acaranya dilakukan pembukaan oleh ketua PPI Aidai yaitu teman satu kampus di samarinda, Pak Aji. kemudian dilakukan acara perkenalan mahasiswa-mahasiswa baru, lalu memperkenalkan teman-teman yang sudah lama disini, dan salah satu yang menarik perhatian adalah, ada 3 orang Indonesia yang sudah puluhan tahun menetap di Jepang dan menikah dengan orang Jepang yaitu bu…oke saya lupa nama beliau, gomenasai. kemudian ada teh Lilis, juga merupakan sensei di calon sekolah Alif nanti, dan Teh Wawa.

lanjut acara makan-makan, membahas arisan dan yang paling seru tentunyaaa acara narsis bareng…

img_2593
Welcome to Ehime (photo credit : pak N with dslr)

 

Sekolah Dasar Yuzuki

 

Sabtu, 22 Oktober 2016

Hari ini saya diajak Bu Na, untuk mengunjungi SD Yuzuki, SD dekat Apato yang jadi calon sekolah Ajib nanti. Ada acara festival tahunan, dan beberapa negara yang anaknya bersekolah disini punya booth yang bisa dijadikan tempat jualan makanan khas dari negara asalnya. Hal ini membuat anak SD disini bisa belajar budaya negara lain.

Jadi, sistem sekolah di Jepang itu sesuai wilayah tempat tinggalnya. Ketika anak datang, saya sebagai orang tua yang menjadi penjaminnya, datang ke City hall untuk melapor, kemudian diberi surat keterangan untuk dibawa ke Dinas Pendidikan di Matsuyama, kemudian diknas yang menentukan di daerah mana anak ybs akan bersekolah.

Anak-anak SD disini, berangkat dan pulang sekolah berjalan kaki bersama-sama, dibuat grup yang terdiri dari anak-anak SD yang besar dan yang kecil, nanti kumpul dulu di spot tempat berkumpul grup tersebut jam 7.20 pagi, kemudian bersama-sama ke sekolah.

Pertama tiba di sekolah ini, saya takjub sama lapangan di depan gedung sekolah yang luaaaaassss sekaleeeeee…ada berapa kalinya lapangan sekolah Ajib di Indonesia ya…8-10 kalinya ada kali. biasanya lapangan ini dijadikan tempat lomba olahraga ketika summer.

Saya masuk pintu depan sekolah, disana berderet lemari-lemari untuk meletakkan sepatu, kemudian disitu ada keranjang besar bersisi sendal berwarna hijau, kita gunakan selama berada di dalam gedung sekolah.

Kemudian kami menuju kelas dimana booth Indonesia berada, sepanjang koridor menuju tempat tersebut, saya melihat di kanan kiri saya ada ruangan guru, runga kelas yang penuh dengan interior unik, lukisan hasil karya anak-anak ditempel didinding ruang kelas. huaaa…seperti yang saya sering lihat di TV.

kemudian kami tiba di ruang untuk booth Indonesia, mengeluarkan snack-snack hasil khas Indonesia hasil karya ibu-ibu Indonesia, ada martabak mini, kue lumpur kentang, risoles, kroket, jalankotek khas makassar, choco cereal chocolate, putu mayang, dan lainnya. Kami satu rungan dengan ibu dari negara Malaysia, dia membuat Karipap, rasa dan bentuknya seperti kroket di Indonesia.

Dan yang seru, ada sudut dimana ada meja, disana anak-anak bisa bayar untuk beli cheesecake mini kemudian di hias dengan whipp cream dan aneka gula berbentuk macam-macam dan berwarna-warni, sudut ini yang paling banyak didatangi anak-anak..hebat ih ibu Indonesianya yang punya ide.

Setelah membantu mendekorasi booth, tepat jam 10 pagi festival tahunanpun dibuka. ternyata ada acara besar di gedung olahraga. kami menuju kesana, waah betul saja, sepanjang koridor menuju ke gedung olahraga, kami melihat banyak booth makanan ringan khas Jepang.

Karena hari sabtu, para orang tua libur bekerja sehingga banyak yang menemani anak-anaknya ke acara festival ini. Anak-anakpun belajar budaya negara lain, belajar ngantri jajan, belajar bayar makanannya sendiri, seru liatnya.

ketika masuk ke gedung waah, gedungnya luas banget, ada panggung disalah sudutnya  dengan piano besar dan beberapa kursi untuk penonton, dan sedang ada acara paduan suara di sana kemudian dilanjutkan resital piano oleh 2 orang guru. Di seberangnya panggung ada acara Flea Market, acara yang dinanti kaum mahasiswa hahahaha…mulai dari buku anak-anak, mainan, dan lainnya. Barang-barangnya di taruh di 3 meja pingpong yang besar itu, dan barang-barangnya sudah ditempelin harga, saking murahnya itu saya bayar ke kasir pake duit recehan aja padahal belanja 2 kantong besar…horang kayah #plak

img_2575
suasana Flea Market dan Panggung Seni di Gedung Olahraga SD Yuzuki

Saya takjub sama Sekolah Dasar di Jepang, bukan hanya non fisiknya ya, disini anak kelas 1-4 diajarkan life skill dan pembentukan karakter, tapi juga bangunan fisiknya yang luas buanget, untuk ukuran 1 sekolahan ya. Ada kali 5-6 kalinya SD ajib di Indonesia, itupun kan SD alif gabung sama SMP dan SMU dan sekolahnya swasta (yang bayarnya lumayan itu…hehehe..). Di SD Yuzuki ini sekolah negeri loh, ada gedung olahraga dengan panggung berisikan piano besar, ada lapangan luas, ada kolam renang, dan lainnya. Kata senpai, Jepang punya standar yang sama bagi sekolah untuk seluruh Jepang, baik fisik maupun non fisiknya, sehingga tidak ada kesenjangan di seluruh Jepang, nggak ada Sekolah bagus dan sekolah jelek, nggak ada sekolah favorit, semua sama bagusnya, dan hal ini sampai ke tingkat Universitas.

halo, apa kabar Indonesia? semoga bisa mencontoh dari negara yang lebih baik ya, kan udah sering studi banding..ya toh?

 

 

 

Prayer Room at My Campus

Kamis, 20 Oktober 2016

Hari ini saya akan bahas soal tempat sholatnya kaum muslim. Entah bagaimana sejarahnya, namun di Gedung Engineering tempat lab saya berada, disediakan ruang untuk sholatnya perempuan di lantai 2, ruang sederhana tapi lumayan ada wastafel untuk berwudhu, sofa untuk istirahat, meja kecil untuk sekedar makan bekal siang kita dan ada locker untuk menyimpan buku-buku kuliah.

img_2437
Prayer Room untuk perempuan di Ehime University

Selain itu, untuk prianya disediakan tempat diluar gedung, katanya siy kalau winter, luar binasa dinginnya kalau musti sholat disitu. Setahunan ini, International Office menyediakan ruangan untuk sholat jumat. huaa..alhamdulillah…Bayangkan toleransinya masyarakat Jepang terhadap kami, mahasiswa asing yang muslim.

Bersyukur banget loh di Ehime University diberikan ruang untuk beribadah, tidak semua Kampus di Jepang menyediakan hal seperti ini bagi mahasiswanya.

Di kampus lain di Jepang, saya lupa namanya, ada yang menyediakan kantin halal bagi mahasiswa asingnya. Bagaimana di Ehime University? kata senpai, kebanyakan mahasiswa asing disini (baca : Indonesia) membawa keluarga, sehingga lebih banyak makan dirumah, oleh karena itu kebutuhan untuk dibukanya kantin halal dianggap belum mendesak.

 

Gokushoku : Kantin Kampus

Rabu, 19 Oktober 2016

Mau cerita kantin kampus nih alias dalam bahasa Jepang yaitu Gokushoku.

Pertama masuk sebelah kiri, ambil nampan warna pink ( di Jepang, warna pink tidak diasosiasikan kepada satu jenis kelamin tertentu, jadi santai aja..), kemudian lanjut ambil salad di meja deretan salad, bayarnya berdasarkan hasil timbangan ketika dikasir. Mulai salad sayur sampai manisan nenas (enak enak enak ini…)

Kemudian datangin counter, pilih menu ikan (karena yang bisa dimakan ya ikan dan udon) ada ikan goreng dan ikan bakar. kemudian lanjut ke counter nasi, disini nasinya tersedia berbagai ukuran cawan, mulai dari SS (super small) hingga SL (Super Large, kayanya…lupa). setelah itu kekasir untuk ambil sendok/sumpit, taruh piring isi salad di timbangan elektronik yang disediakan di depan kasir, bayar (kurang lebih JPY 500).

Lanjut ke tempat salad dressing, tersedia macam-macam botol dressing, tapi yang bisa kita makan yang tutup botolnya merah (saus kedelai), disitu juga kita ambil air puti atau ocha hangat, boleh ambil 2 gelas atau lebih, gratis.

Setelah itu pilih meja, duduk, itadakimasu!

img_2440
Berhubung telat makan dan lafar, saya pilih cawan nasi ukuran S!… sebelah kanan atas, air coklat dan bening itu minum ya, bukan kobokan

Setelah makan selesai, nggak ada tuh pelayan yang tugasnya beresin meja kita, diluar negeri semua mandiri, self service (ketika saya di Bangkok juga begitu). Bawa nampan kosong ke tempat sampah, semua sisa makanan kita buang disana. Kemudian menuju tempat menaruh peralatan makan yang kotor.

img_2356
Masukkan sendok/sumpit di lubang yang ada simbolnya. Kemudian masukkan cawan nasi ke bagian simbol yang dibagian tengah, sisanya ditaruh saja diatas eskalator itu.

Kok dari tadi istilah bowl itu disebut cawan? kenapa? karena bowl-nya bahasa Indonesia, artinya sangat gak senonoh dalam bahasa Jepang, jadi semua orang Indonesia disini menyebutnya “cawan”

Kata lain yang terlarang, adalah ring dalam bahasa Indonesia, kenapa? cari tau sendiri laah kan ada mbah goggle hihi…