Game Lvl. 10, Day 2: Saling Berbagi Cerita

Assalamuallaikum minna san,

Bulan Baru, Tantangan Baru!

Tantangan 10-17 hari ini, 11 Juli-28 Juli 2019, adalah Membangun karakter anak melalui dongeng

Hari Jumat ini, Tgl 12 A kun baru kembali dari Study Trip ke Omishima Island 3 hari 2 malam, 10-12 Juli 2019. Study Trip ini memang menjadi agenda untuk kelas 5 dan 6, kali ini kelas 5 (ada 2 kelas, 45-an anak) berangkat ke Omishima island, dengan 7 orang guru dan 2 bus

pihak sekolah mempersiap segalanya sangat matang, mulai mengisi angket survey tentang bagaimana inginnya study trip dilaksanakan (naik pesawat atau tidak, naik kapal atau tidak, jalan darat saja, hotelnya mau bintang berapa, dll), rapat orang tua kelas 5 dan pihak sekolah (presentasi sekolah tentang suasana di lokasi kegiatan, list arang apa saja yang harus dibawa, dll), rapat orang tua dan wali kelas 4 mata (saya banyak bahas tentang beberapa terkait sebagai muslim)

membahas tentang waktu sholat, menu makanan yang halal dan mandi terpisah (tidak gabung di onsen dengan teman-temannya)

Alhamdulillah, pihak sekolah dan guru sangat mengakomodir hal itu

Siang sekitar jam 2:30 bus anak-anak direncanakan tiba disekolah

Tadinya nggak akan jemput, tapi diajak ibu-ibu Indonesia lainnya, dan kepikiran bawaan anak yang berat dan kondisi mereka yang capek, saya bergegas berangkat dari lab dengan sepeda

Ajang jemput A kun dan pertama kalinya sejak 3 tahun, jauhan selama 3 hari 2 malam itu, saya jadikan sebagai kegiatan game level 10

boleh ya boleh?…bolehin aja ya…

jadi selama di jalan pulang, sambil geret sepeda penuh dengan ransel dan tas A kun dan temannya, lanjut tiba di rumah, kemudian sempat terpotong mamah balik lab, kemudian lanjut ketika makan malam di kantin kampus (mamah nggak masak…), dan lanjut ketika ayah nelp, dan masih lanjut ketika siap tidur malam

A kun, mamah dan ditambahin ayah saling berbagi cerita

Walaupun setiap hari para orang tua diberi kabar oleh guru di grup line dan website sekolah sealu update foto dan kegiatan di Omishima, namun mamah ingin tahu bagaimana A kun bercerita

A kun bercerita tentang malam di hari tiba, karena hujan jadi kegiatan yang mestinya outdoor diganti dengan kegiatan di dalam ruangan, bagaimana ada 1 guru bercerit tentang hal-hal aneh disekolah yang dia alami ketika dia masih SD, kayanya siy cerita seram begitu, apalagi lampu dimatikan dan guru lain menambah dengan back sound dan gerakan-gerakan yang makin bikin takut. seperti mengetuk-ngetuk jendela, menerangi dengan senter guru lain sehingga membentuk siluet dan lainnya

Namun dari cerita A kun, mamah mengambil pesan bahwa para guru bukannya hendak menakut-nakuti tanpa alasan, ternyata guru itu bercerita bahwa apa yang tadinya dia kira hantu atau hal-hal mistis sesungguhnya hanyalah fenomena alam atau bahkan orang sedang berkegiatan.

Jadi intinya mengajarkan anak supaya nggak usah takut

guru-gurunya kreatif!

Hal lain yang A kun ceritakan adalah saat memasak kare jepang, bumbunya bawa dari rumah yang halal. A kun bilang: mah, kok kare itu enak sekali siy? ..padahal mamah suka bikin, tapi dia baru sadarnya sekarang ya wkwkwkwk…

dia juga bercerita bagaimana merakit perahu bambu bersama teman sekelompoknya di tepi pantai, sampai dia sedikit terluka siku lengannya

Terkakhir, ketika hendak tidur, A kun bilang: pengen ke Omishima lagi…

kenapa, tanya mamah. A kun menjawab, soalnya ketika saatnya tidur, bisa ngobrol sama teman satu kamarnya, 1 kamar itu 4 orang, seru kata A kun…

ternyata dari seabrek kegiatan yang dijalani, hal-hal inilah yang menurut A kun paling berkesan

Di sela-sela dia bercerita, A kun bertanya balik: mamah ngapain aja selama A kun nggak ada?

Mamah cerita bahwa mamah sampai malam di lab, nggak ada masak sama sekali karena beli terus, sampe dirumah jam 8 malam, tidur sampai jam 10, lanjut begadang sama ayah sampai jam 2 pagi, jam 5 sudah bangun terus lanjut kekampus jam 9-an pagi. Kata ayah, kalau nggak berani tidur sendiri, nyalain aja tv sampe besok pagi…dan mamah lakuin wkwkwkwk….

iih mamah penakuuut…

Kemudian saat ayah nelp dan menanyakan gimana A kun selama di Omishima

Ayah teringat saat ospek unit mahasiswa minang di Institusi di Bandung, dimana ayah kuliah, bercerita lah ayah…walaupun punya darah minang dari kedua orang tuanya, namun ayah mengerti pasif saja bahasa minangnya, karena tidak pernah tinggal di padang, dan sejak kecil selalu berpindah mengikuti orang tuanya.

sekian berbagi cerita dari keluarga kami

ternyata setiap hari kami itu doyan berbagi cerita…

 

semoga bisa diambil hikmahnya ya…

Wassalam

#GrabYourImagination
#Kuliah BunSay IIP
#Level 10
#MembangunKarakterAnakMelalui Dongeng
#Tantangan 10 hari

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s