Month: June 2019

Game Lvl. 9, Day 7: Haiku vs Puisi

Assalamuallaikum minna san,

Tantangan 10-17 hari ini, 13-30 Juni 2019, adalah Memicu Kreativitas Anak

Untuk hari ke-7 ini, terjadi di hari Jumat kemarin, saya skip hari Rabu dan Kamis, karena A kun dan saya tepar…gomen ne [maaf ya…]…

Sebenarnya, selain alasan di atas, saya juga masih belum percaya diri

ada siy 1 hal, udah terpikir di awal game, namun bingung eksekusinya dari mana, nggak yakin juga bisa melakukannya atau tidak, namun saya yakin, saya dan A kun bisa berkolaborasi melakukannya

yaitu berkolaborasi membuat sebuah lagu

Mamah seneng bikin puisi, dan A kun bisa maen piano

dan kami berdua suka nyanyi

Tapi, entah kenapa, malam ini hati mamah dan A kun senang sekali,

padahal kami lelah luar biasa

pulang dari lab mendekati magrib, mamah jemput A kun les dan kami pergi ke rumah salah satu sahabat saya untuk diundang makan-makan bakso bikinan sahabat-sahabat saya

Setelah semingguan ngerjar target riset setiap hari, A kun juga lelah seharian sekolah lanjut les hampir tiap hari, rasanya menyenangkan bisa kumpul sama sahabat-sahabat dan tertawa bareng sampe sakit perut dan meneteskan air mata

kumpul cewe-cewe sholihah, mengingatkan saya ketika ngekost bareng sahabat-sahabat saya di masa kuliah dulu…aaakh kangen yaaa…

Pulang ke rumah sudah jam 21:00 malam, mandi lalu menemani A kun mengerjakan PR. disela-sela mengerjakan PR, A kun istirahat, kadang saya lihat matanya sudah mengantuk, tapi dia tidak mau berhenti mengerjakan PR, alasannya: biar besok pagi bisa langsung main game di tablet karena PR untuk senin sudah selesai semua

kemudian mamah mengajak dia bermain sebentar

Saat dia memeluk saya, dia bersenandung… mamah teringat niatan bikin lagu seperti di awal game

Jib, kita bikin lagu bareng yuk…

pertama yang kita lakukan yaitu bikin lirik dulu

Lirik menurut KBBI online berarti: karya sastra (puisi) yang berisi curahan perasaan pribadi; 2 susunan kata sebuah nyanyian

setelah itu baru kita buat melodinya dengan bantuan alat musik

Melodi (KBBI online): susunan rangkaian tiga nada atau lebih dalam musik yang terdengar berurutan secara logis serta berirama dan mengungkapkan suatu gagasan

Mamah bercerita bahwa dulu mamah suka sekali bikin puisi lho, bahkan puisi mamah berjilid-jilid di tulis di dalam buku catatan A4, dan sampai sekarang masih mamah simpan

Sejak SMP saya senang sekali menulis dan menggambar, nulis apa saja, gambar sketsa ala komik sambil dikasih dialog-dialog yang bikin tersenyum, ah waktu SMU saya pernah nulis naskah dan jadi sutradara drama parodi di sekolah, aih jadi teringat lagi yaa ahahahaha….

balik ke puisi, pas s2 saya bergabung dengan komunitas puisi yang based nya di jakarta, beberapa kali ketemuan sama di cabang kami di bandung dan sampai sekarang masih keep in touch walau via sosmed saja

Namun sejak negara api menyerang, saya sudah tidak pernah lagi menekuni hobi-hobi saya

iih ini curhat panjang amat…lekas ke intinya aja mamah citraaaa..

 

baiklah, kembali ke A kun

mamah dan A kun mulai mengarang bebas…

kami mencari topik dulu, mau cerita soal apa di lirik itu

ketika sudah ditetapkan bahwa topiknya adalah tentang keluarga kami

dan mulai membuat puisi

ternyata A kun malah bikin Haiku

Haiku merupakan salah satu bentuk terpendek dari puisi ala jepang

Haiku merupakan bentuk sastra yang terkenal di Jepang, dan salah satu sastrawan Haiku terkenal di Jepang lahir di Matsuyama sini, Masaoka Shiki (1868 – 1912), merupakan salah satu dari 4 Haiku Master di Jepang, bahkan ada museumnya lho di sini.

Anak-anak Jepang diajarkan menulis Haiku di sekolah

Bentuknya terdiri 3 baris dengan jumlah suku kata 5 atau 7

 

salah satu contoh Haiku buatan Shiki San tentang musim panas

 

夏の月 提灯多き ちまた哉

Natsu no tsuki/ Chochin ooki/ Chimata kana

<English>

The summer moon.

There are a lot of paper lanterns

On the street.

(sumber: https://www.masterpiece-of-japanese-culture.com/literatures-and-poems/haiku/masaoka-shiki-haiku-poems#Summer_Poems)

 

susah siy bikinnya, apalagi dalam bahasa Jepang, biasanya anak-anak Indonesia dibolehkan mencari di internet contoh Haiku jika ada PR hihi….tema untuk PR anak-anak biasanya biasanya tentang musim-musim yang ada 4 itu, lingkungan, dan lainnya

dan ketika saya dan A kun mulai mengarang bebas, A kun dengan jari jemarinya menghitung jumlah suku kata agar 5 atau 7 jumlahnya.

seperti membuat Haiku, tapi dalam bahasa Indonesia

huaaa A kun udah kaya orang Jepang ajaaa

 

monmaaf sekaliiii mamah lupa sama sekali menuliskannya, dan A kun juga lupa ketika harus mengulang menyebutkannya, karena mamah keburu heboh!!!

duuh mamah

Akhirnya mamah juga menjelaskan apa itu puisi

puisi yang biasa mamah buat biasanya berima alias ujung katanya selalu sama, model model puisi sastra lama

maklum, biasa dulu bacaannya terbitan tahun 50-60 gaes, balai pustaka, anak gawl perpustakaan daerah soalnya wkwkwkwk

Dan jadilah puisi buatan kami berdua, setelah edit sana sini, kami simpan di note hape

kami membuat puisi sambil terpingkal-pingkal, apalagi sambil bersenandung pakai melodi ala kadarnya

 

Ketika ayah dan P chan menelpon, Ayah lagi sibuk meriksa kertas ujian mahasiswa dibantu P chan. Mamah dan A kun tersenyum dan menahan tawa, kami hanya bilang bahwa kami punya kejutan untuk Ayah dan P chan, membuat lagu

Ayah dan P chan penasaran

eits nanti duluuu, mana tau liriknya masih berubah kan yaaa

hihihi….

 

IMG_3612
lirik ala kadarnya

 

Selamat berakhir pekan semuanyaaaa!!!

Wassalam

#Tantangan10hari
#Level9
#kuliahbunsayiip
#thinkcreative
#BeCreative

Advertisements

Game Lvl. 9, Day 6: Bermain bersama Ayah

Assalamuallaikum minna san,

Tantangan 10-17 hari ini, 13-30 Juni 2019, adalah Memicu Kreativitas Anak

Untuk hari ke-6 ini, terjadi di hari selasa lalu

Seperti hari hari sebelumnya, A kun pulang duluan daripada mamah. Dan setiba di rumah, mamah langsung tepar di atas kasur, di ruangan yang sama, A kun sedang membereskan buku peljaran untuk esok sambil mengerjakan beberapa PRnya.

Sudah tiba waktunya jadwal Ayah video call, dengan susah payah dan sambil mengantuk mamah berkomunikasi dengan ayah, kadang anak-anak ikutan nimbrung.

Ternyata ayah sedang mengajarkan P chan matematika kelas 6, padahal P chan dan A kun masih sama-sama kelas 5, P chan beberapa bulan lagi naik ke kelas 6. Kata ayah, biar terbiasa dengan soal-soal UN nantinya.

P chan bertanya pada mamah, apakah bisa membantu mengerjakan soal matematika yang diberikan ayah. Kemudian P chan mengajak A kun sama-sama mengerjakan soal matematika itu: Kakak A kun bisa nggak mengerjakan juga?

A kun dengan gembira menyambut tantangan itu. Mengambil kertas dan melihat soal matematikanya, berupa persamaan matematika dan latihan angka minus.

Dan mamah sempat terpejam sebentar

Ternyata keduanya masih perlu didampingi, karena sama-sama belum mendapat pelajaran tentang ini di kelasnya.

IMG_3574
semoga bisa bedain antara tulisan tangan mamah dan A kun yaa… *eh, kenapa ada bahasan mamah dan ayah tentang riset wkwkkwk…monmap pembaca…

Pelajaran yang di dapat di hari selasa ini, walaupun mungkin nampaknya lebih mirip mengasah matematis, namun bisa dikaitkan dengan game level 9  adalah

#mamahpinterngelesaja eh wkwkwk…

mamah belajar bahwa ternyata belajar sesuatu yang perlu kemampuan logika, seperti matematika, ternyata merupakan salah satu proses kreatif, karena belajar menemukan berbagai cara penyelesaian. jadi mengasah kreativitas bukan hanya bisa diperoleh di bidang seni saja…maaf kalau saya salah ya …

bahwa, anak-anak juga belajar sambil bermain itu merupakan salah satu cara mengasah kreativitas mereka

Wassalam

#Tantangan10hari
#Level9
#kuliahbunsayiip
#thinkcreative
#BeCreative

Game Lvl.9, Day 5: 4 Kebaikan

Assalamuallaikum minna san,

Tantangan 10-17 hari ini, 13-30 Juni 2019, adalah Memicu Kreativitas Anak

Untuk hari ke-5 ini, terjadi di hari senin lalu

Karena hari minggu A kun masuk sekolah, maka hari senin ini dia libur. Namun berhubung mamah tetap masuk lab, maka A kun di rumah sendirian.

Biasanya akan mamah beri tablet untuk menemani kebosanan di rumah, dan sebagai alat komunikasi dengan mamah di kampus. Tapi biasanya nggak diberikan cuma-cuma, harus sudah mengerjakan PR dan lainnya.

Akhirnya, pagi hari setelah sarapan, sebelum mandi. A kun minta cuddle time… biasanya kalau dia sering minta berarti mamahnya sibuk beut sampai anaknya minta diperhatiin. 1-2 minggu ini memang jam mamah di kampus makin panjang, sebenernya supaya tugas mamah lebih banyak selesai aja siy.

Saat cuddle time ini, mamah mengajak maen game kecil-kecilan. Pilih 4 kebaikan yang A kun ingin lakukan hari ini, agar mamah bisa memberi reward berupa tablet untuk dipakai selama dia di rumah sendirian.

Dia berpikir dengan keras, mamah menunggu jawaban-jawabannya sambil mulai nahan senyum, karena apa yang dia katakan juga menunjukkan bentuk deskripsi dia tentang kebaikan

ternyata kebaikan yang dia maksud, dan bisa dilakukan di rumah adalah pekerjaan-pekerjaan rumah tangga dan lainnya yang dilakukan diluar waktu rutinnya. Misalnya, mencuci piring pagi dan siang hari (karena tugasnya dia adalah cuci piring malam hari), menyelesaikan PR kumon seluruhnya (karena biasanya mepet dateline), mengerjakan PR sekolahnya di pagi hari (karena biasanya di malam hari), menyapu rumah (karena biasanya tugas menyapu A kun di saat akhir pekan)

mungkin maksudnya kebaikan kepada orang tua kali ya, membantu meringankan pekerjaan orang tua…hihi…

entah ya apakah ini masuk memacu cara berpikir kreatif anak atau bukan, yang pasti mamah dan A kun belajar bahwa kita perlu menyamakan persepsi untuk berbagai hal, bahkan definisi tentang kebaikan…

seperti salah satu materi game level 9 ini tentang proses berpikir kreatif: Asumsi kita kadang berbeda jauh dengan asumsi anak-anak

Wassalam

#Tantangan10hari
#Level9
#kuliahbunsayiip
#thinkcreative
#BeCreative

Game Lvl. 9, Day 4: Sankanbi dan Lukisan Alif

Assalamuallaikum minna san,

Tantangan 10-17 hari ini, 13-30 Juni 2019, adalah Memicu Kreativitas Anak

Untuk hari ke-4 ini, terjadi di hari Minggu lalu.

Setiap bulan selalu diadakan Sankanbi atau Parents visit School di sekolah-sekolah, para orang tua mengunjungi sekolah untuk menyaksikan hasil seni anak-anak dan melihat aktivitas belajar mengajar di kelas, biasanya sekitar 1 jam di sekolah.

Bulan ini dilaksanakan pada hari minggu, karena sekalian dengan rapat orang tua murid kelas 5 terkait kegiatan study tour bulan depan, termasuk A kun. yang dilaksanakan sebelum Sankanbi. dan Latihan bencana setelah Sankanbi. Jika ada Sankanbi di hari minggu, maka hari senin anak-anak libur.

Sebelum kelas mulai belajar dimana orang tua menyaksikan, biasanya istirahat dan bisa melihat di dalam ruang kelas semua hasil prakarya anak-anak ditempel di dinding, seperti lukis, menulis kanji, menulis cerita, foto mereka kerja kelompok dan kesan-kesannya bisa kerja kelompok bareng si A dan si B, dipajang juga hewan peliharaan bersama, seperti ikan, serangga dan lainnya.

Yang berbeda kali ini adalah, mamah takjub dan kaget juga sama hasil gambar A kun kali ini. Kok kayanya banyak kemajuan dbanding sebelum-sebelumnya. Lebih rapi, pemilihan warna yang satu tone, pengaplikasian warna gelap dan terang. Maaf kalau salah ya, ini cuman komentar mamah yang awam sama seni hehehehe…saya pikir semua temannyapun mendapat pelajaran teknik yang sama, ternyata nggak juga pemirsa.

Saya ingat, beberapa minggu memang A kun ada memperlihatkan draft gambarnya, dia cerita kalau disuruh menggambar huruf-huruf namanya dan di warnai dengan cat air. Saya melihatnya ketika masih dalam proses digambar, belum rampung dan belum diwarnai. Makanya saya ingat dan takjub melihat hasil jadinya.

Pulang kerumah saya langung memuji hasil karyanya, dan nanya-nanya dapat inspirasi dari mana, diajarin guru soal warna kah dan pertanyaan lainnya…

Dia jelaskan huruf-huruf itu menggambarkan apa dan nyeletuk: A kun belajar dari yutub

*mamahgubrak

alhamdulillah, ternyata dikasih gadget dua hari dalam satu minggu membawa manfaat yang baik juga

IMG_3508
Hasil melukis A kun, mantappu A kun!

Wassalam

#Tantangan10hari
#Level9
#kuliahbunsayiip
#thinkcreative
#BeCreative

Game Lvl. 9, Day 3: Sepatu dan Koran

Assalamuallaikum minna san,

Tantangan 10-17 hari ini, 13-30 Juni 2019, adalah Memicu Kreativitas Anak

Untuk hari ke-3 ini, terjadi di hari Sabtu lalu

Seperti biasa, hari sabtu waktunya A kun bertugas mencuci sepatu, kali ini harus mencuci 2 sepatunya (1 sneaker untuk pergi ke sekolah, 1 sepatu khusus di dalam kelas) dan 1 sepatu mamah. Terima kasih A kun.

Berhubung beberapa hari ini kadang hujan sepanjang hari atau kadang mendung dan matahari tidak terik seperti biasanya, maka jemuranpun harus lebih dari 2 hari bertengger di tempat jemuran agar kering. Termasuk sepatu, ternyata sampai sore menjelang magrib, sepatu A kun yang 1 masih agak basah, sedangkan hari minggu A kun harus pergi ke sekolah.

Mohon maaf, ukuran kaki A kun cepat sekali besar, dia punya 4 sepatu sneaker dan 3 buahnya sudah tidak muat akhirnya diberikan ke temannya yang lebih kecil, sisa 1. Dibujukin untuk jalan ke toko sepatu ketika wiken, susahnya minta ampun…mamahnya juga kelab melulu kalau akhir pekan.

Ketika magrib, mamah meminta tolong A kun memasukkan kertas koran yang sudah dirobek-robek ke dalam sepatu agar besok paginya bisa kering dan bisa dipakai. Mamah sibuk didapur menyiapkan makan malam.

Waktu kecil, saya sering disuruh orang tua saya untuk memasukkan robekan kertas ke dalam sepatu sebagai salah satu cara untuk membuat cepat kering sepatu agar bisa dipakai di hari senin.

Ketika akan sholat magrib, mamah takjub dengan hasil A kun. Selain memasukkan kertas kedalam sepatu, dia juga membungkus sepatu seperti yang terlihat digambar. Mamah belum pernah lho jib melakukannya, dia beralasan, karena bagian luarpun masih lembab.

 

IMG_3543
Good job A kun!

Saya jadi ingat dengan tips menjadi pemimpin, dan pernah saya terapkan dulu ketika diberi amanah. Sampai tulisannya saya taruh di laci meja kerja saya, setiap pagi, sebelum mulai berdatangan teman kerja dan mahasiswa, saya baca itu untuk mengingatkan saya…

Bahwa

 

Don’t tell people how to do things, tell them what to do and let them surprise you with their results.”

George S. Patton

Again a true leader should have faith in the people they are leading. Faith in letting them reach their potential and possibly becoming a leader themselves.

(sumber: https://www.leadership-central.com/famous-leadership-quotes.html)

 

Jangan terlalu detil mengarahkan sesuatu, cukup beri tanggung jawab secara garis besarnya lalu lihat bagaimana mereka menyelesaikannya dengan kreativitas masing-masing. Seringnya malah akan menghasilkan sesuatu di atas ekspektasi.

saya rasa, petuah bijak ini bisa diterapkan dalam hal mengasah kreativitas anak-anak

 

Wassalam

#Tantangan10hari
#Level9
#kuliahbunsayiip
#thinkcreative
#BeCreative

Game Lvl. 9, Day 2: Caption Challenge

Assalamuallaikum minna san,

Tantangan 10-17 hari ini, 13-30 Juni 2019, adalah Memicu Kreativitas Anak

Untuk hari ke-2 ini, terjadi di hari Jumat lalu, mamah

Hari ini A kun pulang lebih duluan dari mamah.

malam hari, A kun seperti biasa membereskan buku-buku untuk senin, mengeluarkan satu map khusus berisi kertas-kertas pengumuman dari sekolah yang diserahkan kepada mamah.

Kemudian seperti biasa, map itu saya sortir. Mana yang pengumuman, iklan, form yang harus di isi orang tua dan dikembalikan ke sekolah, dan lainnya. Salah satunya adalah kertas ini, tapi masih kosong. Saya sisihkan ke map lain, yang biasa akan saya cek kemudian disaat senggang.

Beberapa waktu kemudian, di saat A kun selesai membereskan tasnya, mengerjakan PRnya. yup, hari jumat malam dia serajin itu padahal besok libur. Karena perjanjian kami tentang penggunaan gadget yang hanya pas wiken, bisa duluan diberikan, yaitu jumat malam kalau dia sudah mengerjakan semua PRnya untuk hari senin. hihi…

Dia asik mengisi lembaran caption challenge ini dan diperlihatkan kepada saya. “Waaah, alif hebaaat” seru mamah. sambil mamah tertawa melihat

 

IMG_3547
monyet kecil: “kapan ya selesai fotonya” monyet besar: dikit maju eh…mundur lagi tulisan di tempat captionnya: (momy gorilla) he wanna selfie by himself

Wassalam

#Tantangan10hari
#Level9
#kuliahbunsayiip
#thinkcreative
#BeCreative

Game Level 9: Memicu Kreativitas Anak

Assalamuallaikum minna san,

Setelah libur bulan Ramadhan, akhirnya ketemu lagi di Tantangan 10 Hari Kelas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional….yeii.!!

Mohon maaf, laporan hariannya saya rapel berhubung berasa overwhelmed sama tugas-tugas rutin, masih harus banyak belajar mengatur waktu huhu…jadinya kalau ada kegiatan tambahan, yang rutinpun masih bisa ke handle…kok jadi curhat? #hadeuh

Baiklah, seperti biasa, dihari ke-1 kita belajar teorinya dulu ya…supaya tetap on the track dengan yang dimaksud dari tugas tersebut

Saya ambil sumber dari penjelasan Fasil kami, Bunda Elsy dan materi dari tim Bunsay IIP

 

1. Kreativitas terbagi 4

Kreativitas menurut Rhodes ada 4 jenis.. atau disebut Four P’s Creativity
Person, Process, Press, Product

Person : pelakunya
Process : prosesnya
Press : Lingkungan yang mendorong
Product : hasilnya

Ciri Berpikir kreatif adalah mampu menemukan banyak kemungkinan jawaban terhadap suatu tantangan -IIP

 

2. Mari kita berpikir kreatif

  • Ubah fokus, geser sudut pandang kita. Dalam mendampingi anak-anak, kita perlu memiliki berbagai sudut pandang kreatif ketika melihat sebuah aksi anak-anak
  • Don’t Assume. Asumsi kita kadang berbeda jauh dengan asumsi anak-anak, maka jangan buru-buru membuat pernyataan, perbanyaklah membuat pertanyaan agar anak-anak bisa menyampaikan idenya secara clear dan tugas kita hanya mengklarifikasi saja (clarify)

Kalau kata Bunda E, Jadi.. saat menghadapi sesuatu yg terjadi pada anak kita, dalam menilai itu sebaiknya kita terburu2 ya.. gali informasi sebanyak-banyaknya.. kasih rasa empati sedikit.. agar tepat proses penanganannya..

  • Outside the box thinking. Buka kotak pemikiran kita. Jangan batasi anak-anak sebatas pemikiran dan pengalaman kita saja. Biarkan ia berpikir berbeda dari hal-hal yang pernah kita alami

 

3. Proses Kreatifitas

  • Evolusi. Ide baru dibangkitkan dari ide sebelumnya
  • Sintesis. Dua atau lebih ide yang ada digabungkan jadi satu ide baru lagi
  • Revolusi. Benar-benar membuat perubahan baru dengan pola yang belum pernah ada

 

4. Menjadi Ibu Kreatif

Apa saja yang menghambat anda selama ini?

Apa penyebabnya?

 

5. Kreativitas ditinjau dari segi Pribadi

Kreatifitas merupakan ungkapan unik dari seluruh pribadi sebagai hasil interaksi individu, perasaan, sikap dan perilakunya.

Kreatifitas mulai dengan kemampuan individu untuk menciptakan sesuatu yang baru. Biasanya seorang individu yang kreatif memiliki sifat yang mandiri. Ia tidak merasa terikat pada nilai-nilai dan norma-norma umum yang berlaku dalam bidang keahliannya. Ia memiliki system nilai dan system apresiasi hidup sendiri yang mungkin tidak sama yang dianut oleh masyarakat ramai.

Dengan perkataan lain:

“Kreativitas merupakan sifat pribadi seorang individu (dan bukan merupakan sifat social yang dihayati oleh masyarakat) yang tercermin dari kemampuannya untuk menciptakan sesuatu yang baru (Selo Soemardjan 1983)

 

Selamat bagi para bunda yang telah mencapai tahap ini.

Setelah kemarin berdiskusi dengan cara yang berbeda dari materi-materi sebelumnya.

💡Silahkan buat kegiatan Anda sendiri, bersama pasangan atau bersama anak

💡Temukan minimal satu kreativitasitas dalam satu kegiatannya

💡 Ikatlah dengan tulisan Anda di blog, media sosial atau gdoc. Dilengkapi foto atau video sebagai pelengkap tulisan Anda.

Kini Saatnya Bagi Anda untuk review think creative💡

Selamat menjadi IBU yang KREATIF dari Anak KITA sekarang terlahir KREATIF

Di sesi #9 ini ada tugas tambahan (tdk mempengaruhi kelulusan) , yaitu membuat Resume Kreativitas dengan penuh kreativitas 💕

Tambahan dari diskusi kelas dengan Bunda E

Sementara kita membahas kreativitas disini bukan dengan barometer tertentu, namun hanya kesadaran dan keinginan untuk berbuat lebih dari biasa kita lakukan

Karena karena terbiasa seadanya, seringkali kita percaya bahwa itulah limit kita. Padahal sebenarnya kemampuan kreatif kita bisa melebihi hal yg ‘terbiasa’ tersebut

Jd standar kreativitas di individu adalah individu itu sendiri

Thinking outside the box, berusaha melihat diri dari area yg lebih luas dan dari sudut pandang yg berbeda

Kreativitas terkadang menemukan jalannya sendiri.

Terima idenya, bebaskan dan evaluasi

Misal ;

a. Orang yg sengaja menumpuk kardus bekas, plastik berkas, atau barang2 yg belum nampak gunanya saat itu di rumah dgn alasan, nanti bisa saja akan dibutuhkan suatu saat nanti

b. Orang yg rumahnya hanya menyimpan barang yg diperlukan. Dan ketika ada suatu barang yg dibutuhkan, yg tidak ada di rumahnya, maka dia bisa memanfaatkan barang lain untuk mencapai tujuannya.

Mana yg lebih kreative?

Disimpan beda dengan dipakai, terkadang kalau disimpan kita malah suka lupa mba, trus eeehh beli lagi

keterbatasan’ terkadang meemunculkan ruang kreativitas

Tambahan dari saya,

Seperti di sini bun, bangsa jepang gak punya Sumber Daya Alam, terbatas mereka karena itu mereka jadi kreatif🤭

Dari SD diajarkan utk berpikir kreatif, gak pernah disalahkan kalau mau nanya apapun dan bikin apapun dr barang bekas… sampai kuliah, jadi mahasiswa sampai jadi peneliti dikampus, saya liat pikiran kreatif terus berkembang dan mendukung penemuan2 cemerlang

Perlu ditiru🙈

Wassalam

#Tantangan10hari
#Level9
#kuliahbunsayiip
#thinkcreative
#BeCreative