Month: November 2018

Bermain Piano dan Membaca Jurnal

Assalamuallaikum minna san,

Tantangan 10 Hari Game Level 4: Memahami Gaya Belajar Anak

Hari ke-2

Kali ini saya mencoba mengamati saat A kun berlatih piano ditempat lesnya.

A kun sudah 8-9 bulan mengikuti les piano di sini, seminggu sekali setiap Jumat sore sepulang sekolah, selama 40 menit. Sudah mengikuti resital piano satu kali di sekitaran bulan Oktober lalu. Dan sudah sering membantu aktif di kelas jika ada pelajaran musik atau kegiatan lain yang membutuhkan kemampuannya bermain piano

Kegiatannya tidak saja hanya bermain piano dengan Senseinya, namun dimulai dengan ngecek PR nya, PRnya berupa latihan menulis not di buku latihan yang berupa partitur (bentuk tertulis atau tercetak pada komposisi musik, kbbi).

Dilanjutkan berlatih lagu baru sambil memencet tuts (bilah-bilah pada piano atau organ yang bila ditekan mengeluarkan bunyi, kbbi).

Lalu dilanjutkan bermain menghapal simbol-simbol notasi musik dengan flashcard, setelah itu Sensei akan memainkan not pada piano dan A kun menebak nada apakah itu, jadi berlatih telinga dan vokal juga.

Gaya Belajar Visual:

Alif selama menekan tuts piano melihat partitur atau buku musik yang ada di hadapannya

Ketika bermain flashcard, alif menghapal simbol-simbol notasi musik yang berupa gambar

 

Gaya Belajar Auditori:

Ketika belajar menebak nada, alif berlatih mendengarkan sekaligus menghapal nada namun kadang masih belum lancar, masih ada tangga nada yang salah

 

Gaya Belajar Kinestetik:

Menunjuk simbol notasi pada flashcard

A kun tidak melakukan gerakan yang berlebihan, karena anaknya juga nggak pecicilan

Kesimpulannya

Gaya Belajar A kun kali ini banyak di dominasi gaya belajar Visual √

Di kegiatan sehari-hari, A kun senang bernyanyi, bersenandung ketika sedang mengerjakan PR. Sehabis pulang sekolah, caranya menghilangkan lelahpun akan menyalakan organ musiknya dan berlatih memainkan tutsnya.

 

Saya ingin menambahkan gaya belajarnya mamah citra hari ini

di lab tadi, saya membaca kembali 1 Jurnal yang musti dipahami agak mendalam dan saya bisa fokus ketik pagi hari, teman lab belum ada yang datang

Saya orangnya baru bisa fokus ketika sepi, akan mudah terganggu dengan hal lain apalagi jika butuh fokus yang tinggi

apakah ini gaya belajar auditori?

kita catet terus perkembangannya di hari-hari kedepan ya

sekian

terimakasih 😀

wassalam

 

#harike2
#Tantangan10hari
#GameLevel4
#GayaBelajarAnak
#kuliahBunSayIIP

Advertisements

Game Level 4: Memahami Gaya Belajar Anak

Assalamuallaikum minna san,

Bulan baru, Tantangan baru!

Tantangan 10-17 hari ini adalah Memahami Gaya Belajar Anak

Teorinya adalah (sumber: Materi Bunda Sayang Game Level 4 IIP; asyirin’s blog)

Ada 4 hal penting yang menjadi tujuan anak-anak belajar yaitu :
  • Meningkatkan Rasa Ingin Tahu anak ( Intellectual Curiosity)
  • Meningkatkan Daya Kreasi dan Imajinasinya ( Creative Imagination)
  • Mengasah seni / cara anak agar selalu bergairah untuk menemukan sesuatu ( Art of Discovery and Invention)
  • Meningkatkan akhlak mulia anak-anak ( Noble Attitude)

Gaya Belajar terbagi 3 yaitu:

  1. Visual (Belajar dengan cara melihat)
Ciri-ciri gaya belajar visual :
  • Bicara agak cepat
  • Mementingkan penampilan dalam berpakaian/presentasi
  • Tidak mudah terganggu oleh keributan
  • Mengingat yang dilihat, dari pada yang didengar
  • Lebih suka membaca dari pada dibacakan
  • Pembaca cepat dan tekun
  • Seringkali mengetahui apa yang harus dikatakan, tapi tidak pandai memilih kata-kata
  • Lebih suka melakukan demonstrasi dari pada pidato
  • Lebih suka musik
  • Mempunyai masalah untuk mengingat instruksi verbal kecuali jika ditulis, dan seringkali minta bantuan orang untuk mengulanginya.
Strategi untuk mempermudah proses belajar anak visual :
  • Gunakan materi visual seperti, gambar-gambar, diagram dan peta.
  • Gunakan warna untuk menghilite hal-hal penting.
  • Ajak anak untuk membaca buku-buku berilustrasi.
  • Gunakan multi-media (contohnya: komputer dan video).
  • Ajak anak untuk mencoba mengilustrasikan ide-idenya ke dalam gambar

2. Auditori (belajar dengan cara mendengar)

Ciri-ciri gaya belajar auditori :
  • Saat bekerja suka bicara kepada diri sendiri
  • Penampilan rapi
  • Mudah terganggu oleh keributan
  • Belajar dengan mendengarkan dan mengingat apa yang didiskusikan dari pada yang dilihat
  • Senang membaca dengan keras dan mendengarkan
  • Menggerakkan bibir mereka dan mengucapkan tulisan di buku ketika membaca
  • Biasanya ia pembicara yang fasih
  • Lebih pandai mengeja dengan keras daripada menuliskannya
  • Lebih suka gurauan lisan daripada membaca komik
  • Mempunyai masalah dengan pekerjaan-pekerjaan yang melibatkan Visual
  • Berbicara dalam irama yang terpola
  • Dapat mengulangi kembali dan menirukan nada, berirama dan warna suara
Strategi untuk mempermudah proses belajar anak auditori :
  • Ajak anak untuk ikut berpartisipasi dalam diskusi baik di dalam kelas maupun di dalam keluarga.
  • Dorong anak untuk membaca materi pelajaran dengan keras.
  • Gunakan musik untuk mengajarkan anak.
  • Diskusikan ide dengan anak secara verbal.
  • Biarkan anak merekam materi pelajarannya ke dalam kaset dan dorong dia untuk mendengarkannya sebelum tidur.

3. Kinestetik (belajar dengan cara bergerak, bekerja dan menyentuh)

Ciri-ciri gaya belajar kinestetik :
  • Berbicara perlahan
  • Penampilan rapi
  • Tidak terlalu mudah terganggu dengan situasi keributan
  • Belajar melalui memanipulasi dan praktek
  • Menghafal dengan cara berjalan dan melihat
  • Menggunakan jari sebagai petunjuk ketika membaca
  • Merasa kesulitan untuk menulis tetapi hebat dalam bercerita
  • Menyukai buku-buku dan mereka mencerminkan aksi dengan gerakan tubuh saat membaca
  • Menyukai permainan yang menyibukkan
  • Tidak dapat mengingat geografi, kecuali jika mereka memang pernah berada di tempat itu
  • Menyentuh orang untuk mendapatkan perhatian mereka
  • Menggunakan kata-kata yang mengandung aksi.
Strategi untuk mempermudah proses belajar anak kinestetik:
  • Jangan paksakan anak untuk belajar sampai berjam-jam.
  • Ajak anak untuk belajar sambil mengeksplorasi lingkungannya (contohnya: ajak dia baca sambil bersepeda, gunakan obyek sesungguhnya untuk belajar konsep baru).
  • Izinkan anak untuk mengunyah permen karet pada saat belajar.
  • Gunakan warna terang untuk menghilite hal-hal penting dalam bacaan.
  •  Izinkan anak untuk belajar sambil mendengarkan musik

Dari teori di atas, saya mencoba mengamati sekilas gaya belajar saya dan A kun

berhubung kami berdua seorang pelajar, jadi memang ada baiknya saya mengamati gaya belajar kami berdua

Untuk permulaan ini saya melihat gaya belajar A kun lebih ke arah kinestetik (dan sedikit auditori), karena anaknya senang sekali jika belajar langsung di alam dan diluar kelas, melihat dan merasakan langsung.

Isi speech contestnya minggu lalu juga bercerita bagaimana dia senang sekali bisa belajar di luar kelas mengunjungi tempat pengolahan air minum, pabrik jeruk dan belajar menjadi petugas di dogo onsen yang terkenal di ehime prefecture. Alhamdulillah, draft naskah speech A kun masuk final sehingga lanjut untuk membawakan draft pidatonya di atas panggung.

Sedangkan gaya belajar mamah citra lebih ke arah visual (dan sedikit auditori), karena lebih banyak menggunakan gambar, panah dan lainnya jika belajar sendiri

Kita amati dalam beberapa hari ini ya apakah pengamatan awal ini benar adanya

Bismillah

#harike1
#Tantangan10hari
#GameLevel4
#GayaBelajarAnak
#kuliahBunSayIIP

Aliran Rasa Lvl. 3

Assalamuallaikum minna san,

Saatnya membuat aliran rasa untuk Tantangan Level 3 : Meningkatkan Kecerdasan Anak

 

Apa saja yang sudah dilalui selama level 3?

menambah satu lagi kegiatan bermanfaat buat Mamah dan A kun

A kun belajar meningkatkan kecerdasan bidang matematikanya dalam kurun 10 hari, kebetulan memang A kun perlu belajar materi pelajaran Indonesia untuk persiapan jika kelak pulang kembali ke Indonesia, adaptasi dengan pelajaran Indonesia lagi

walaupun menurut saya, 10 hari sangat singkat untuk meningkatkan kemampuan A kun, tapi pelan-pelan menuju arah yang lebih baik

semoga bisa konsisten

aamiin….

semangat belajar A kun!

Mamah belajar banyak materi baru tentang kecerdasan anak, Ya Allah saya alhamdulillah banget. Sangat mencerahkan dan meningkatkan kecerdasan mamah juga ini dapet materi-materi yang isinya Masya Allah Subhanallah

Mamah juga belajar, bagaimana tetap konsisten membuat laporan progress T10 hari meskipun sedang di luar kota, alhamdulillah bisa dengan download app WordPress untuk HP … walaupun lebih nyaman di depan laptop hehehe….

mustinya semangat ini tertular juga ya sama laporan progress riset mamah ya jib…hiks

semangat mamah citra!

 

Bagaimana perasaan para Soleha sekalian ?

Sama seperti di Game level sebelumnya, saya merasa kurang maksimal di game level ketiga ini

Mungkin semakin menantang, sehingga butuh waktu dan fokus yang lebih lagi dari sebelumnya

Sedangkan saya dan A kun hanya mengerjakan project ini dalam waktu yang singkat setiap harinya

Namun, level ini banyak memberi pelajaran dan perubahan signifikan bagi hubungan saya dan A kun

Saya belajar untuk lebih bersabar ngajarin anak, lebih banyak memberi apresiasi ke anak agar dia Percaya Diri dan semakin tertantang untuk menyelesaikan soal-soal yang sulit lagi

Saya juga memahami mengapa harus belajar komunikasi produktif dulu baru kemudian lanjut belajar yang lainnya

benar-benar komunikasi yang produktif itu sangat penting

Efeknya saya lebih bisa berkomunikasi dengan A kun lebih baik, anaknya jadi lebih bahagia dan banyak cerita

Dengan orang tua dan pasanganpun aman damai tentram alhamdulillah

Alhamdulillah bisa gabung sama komunitas yang membawa banyak kebaikan dan keberkahan seperti ini…

Untuk Game Level berikutnya, saya harus lebih fokus dan serius mengerjakan projectnya, kalau bisa…17 hari berturut-turut tidak menurun semangatnya!!

semangat temen-temen!

wassalam

#KuliahBundaSayang

#GameLevel3

#FamilyProject

#MyFamilyMyTeam

 

58f05475-a4e3-4621-857c-964c29257381
Terima kasih yang udah voting mamahnya A kun jadi dapet penghargaan ini…sebenernya masih banyak kekurangannya dalam belajar di kelas kita…musti belajar lebih baik lagi…Ganbarimashou!!!

Semoga Selalu…

Barakallah fii umrik,

Selamat ulang tahun calon suamiku, calon imamku, calon ayah buat anak-anak kita, calon mantu buat kedua orang tuaku, calon saudara untuk adik-adikku

Sudah nggak sabar pengen mencoret kata “calon” hihi… mudahan Allah ridho aamiin

Semoga selalu sehat, biar bisa liat anak cucu cicit canggah…aamiin…

Semoga Allah memberkahi umurmu dan bisa membawa manfaat bagi orang-orang sekitar…aamiin…

Semoga selalu bahagia, lahir dan bathin dan bisa membahagiakan keluarga dan orang sekitar…aamiin…

Semoga semakin sempurna imanmu, selalu dilimpahkan rahmat-Nya untuk setiap usaha mewujudkan impian…aamiin…

Semoga Allah selalu menjaga dan melindungimu…aamiin…

Semoga kehidupan kita selalu di jalan Ridho dan Rahmat Allah…aamiin…

 

Mamah, Pila dan Alif sayang Ayah…

 

Matsuyama, 18 Nov 2018

00:09 WITA

posting draft sambil vc sama yang lagi ultah

Bilangan Bulat di Osaka

Assalamuallaikum minna san

Game level 3: Meningkatkan Kecerdasan Anak

Tantangan hari ke 10

Hari ini kami berada di salah satu kota terbesar di Jepang, osaka

Sehari sebelumnya kami tiba di Osaka malam hari dan langsung cus ke area Dotonbori, tempatnya para turis mancanegara melihat beberapa landmarknya Osaka seperti The Glico Man Sign, Kani Doraku, Kuidaore Doll, Konamon Museum…bisa liat ig story saya kemarin hihi…

Hari ini, Mamah citra mewakili PPI komisariat Ehime akan mengikuti rapat koordinasi seluruh PPI wilayah barat Jepang bersama Konsulat Jenderal RI di Osaka

Seharian rapat (dan A kun ikut)

Paginya kami menyempatkan diri ke Osaka Castle dulu sebelum ke gedung KJRI

tadinya sehabis rapat, kami mau ke Umeda sky building, tapi antrian menuju observatorium deck di lantai 39 sangat panjang, gak sangguph say…akhirnya makan malam dan

kami langsung balik ke hotel dengan kondisi cuapek sangat

Sanggup nggak yah mengerjakan PR lainnya?

Tapi demi game level 3 hari ke 10, kami menyemangati diri bahwa ini bisa dilewati

5 soal dikerjakan A kun sehabis mandi dan sholat

Soal-soal bab 7 ini tentang bilangan minus juga

Alhamdulillah lancar

Tapi membujuk A kun mengerjakan PR kumon dan latihan menghapal speech untuk speech contest minggu depan susahnya minta ampun

Janjinya besok pagi sebelum cek out hotel dan kembali ke matsuyama, A kun akan mengerjakannya

Semangat A kun, walaupun lagi jauh dari matsuyama kita tetap harus berusaha konsisten

Mamah juga berusaha mengerjakan Laporan Game level 3 dan Laporan hasil Rakor tadi hihi….

Wassalam

#KuliahBundaSayang

#GameLevel3

#FamilyProject

#MyFamilyMyTeam

Bangun Datar Jajar Genjang dan Segitiga

Assalamuallaikum minna san,

Game Level 3: Meningkatkan Kecerdasan Anak

Tantangan Hari ke 9

pagi ini alhamdulillah drama free,

mamah dan A kun tidur tepat waktu dan cukup tidurnya

walaupun jadwal harian tidak berkurang, tapi harus di awali pagi dengan hati bahagia dan penuh syukur, biar lancar menjalani kegiatan hari ini, dan semoga di ridhoi Allah aamiin…

Bab 6 kali ini materinya adalah Bangun Datar Jajar Genjang dan Segitiga, belajar luas jajaran genjang dan beberapa soal pemahaman tentang segitiga

dari 5 soal, ada 1 soal yang jawabannya tidak ada di pilihannya, mamah hitung lagi memang jawaban mamah dan A kun sama, tapi keduanya tidak ada di pilihan. Entah kami berdua salah,  atau pilihannya yang salah.

soal 1 nya lagi, pertanyaannya kurang jelas, nanya tentang lebih besar keliling bangunan II atau III namun gambar bangunannya tidak ada….owlrait…

akhirnya 4 soal saja yang A kun kerjakan dari 5 soal (include 1 soal yang jawabannya tidak ada di pilihan)

pelajaran pagi ini yang mamah dapatkan

ketika suara mamah meninggi tanda tak sabar mengajarkan A kun (khususnya ketika membahas luas jajaran genjang), ekspresi A kun langsung ketakutan, ciut, jadi nggak yakin dengan jawaban yang dia kerjakan sendiri

duuh..mamah musti merubah sifat jelek ini ya A kun, karena jujur saja, kenapa dulu mamah sebel sama matematika, salah satunya karena waktu kecil kalau diajarin matematika sama Kai (kakek ~bahasa banjar), Kai suka nggak sabaran juga..secara Kai pinter matematika tapi anaknya agak lemot sama hitungan.

dan mamah malah masuk IPA dan sekolah di teknik sipil, sampe ke jepang pulak…ckckckckckck….

Sekarang Kai kalau ngajarin cucunya memang jauh lebih sabar dibanding sama anak-anaknya dulu, malah nggak pernah marah sama sekali…

ngeliat ekspresi A kun tadi, mamah jadi inget kalau mirip banget sama mamah waktu SD :((

maafkan mamah ya A kun, mamah pelan-pelan musti merubah sifat ini

atau mamah seperti diskusi yang dulu sama  si calon ayah, urusan pelajaran (khususnya hitungan otak kiri) biar ayah yang ngajarin anak-anak nanti, kalau urusan agama (ngaji, hapalan surah), seni, otak kanan itu urusan mamah yang ngajarin…

semangat jib, besok kita belajar matematiknya di luar kota yeiiii….

gak sabar mau cepet wiken…

Wassalam

baca Al Kahfi ya girls….

#KuliahBundaSayang
#GameLevel3
#FamilyProject
#MyFamilyMyTeam

Mood dan Pengukuran Panjang

Assalamuallaikum minna san,

Game Level 3: Meningkatkan Kecerdasan Anak

Tantangan Hari ke 8

Modal untuk dapat mempelajari suatu ilmu baru dan meningkatkan kemampuan diri, selain rasa Percaya Diri, juga suasana hati alias Mood

Sebelum saya cerita bagaimana proses belajar pagi ini bersama A kun, saya mau cerita dulu bagaimana mood sangat berpengaruh dalam proses belajar

definisi Mood tidak saya temukan di kbbi ya girls, jadi bukan bahasa Indonesia hihi…

menurut merriam-webster dictionary

:a conscious state of mind or predominant emotion : FEELING

Jadi kemarin, mamah ada zemi (seminar) di lab, semua lab di Jepang itu mengadakan zemi seminggu sekali untuk memaparkan progress riset masing-masing mahasiswa di lab, dari anak s1 (B4 kalau di jepang, bacanya : biyong alias Bachelor degree tahun ke 4 yang lagi nulis skripsi), anak s2 (M2, bacanya : emtu alias Master degree tahun ke 2 yang lagi nulis tesis, tergantung tahun keberapa dia, bisa M1 juga) dan bapak/ibu s3 (D3, tergantung tahun keberapa Doctoral Programnya, saya mah dari D1, D2, dan sekarang D3 sedang menulis disertasi…)

seperti biasa, kalau zemi mamah bisa pulang sampai malam. kalau mamah zemi, A kun dikasih privilege untuk megang tab (biasanya sabtu-minggu), selain untuk alat komunikasi sama mamah (ingetin sholat, PR, mandi, makan) juga untuk nemani dia kalau sendirian di rumah, dengan syarat semua PR harus selesai sebelum mamah pulang.

Jika mamah pulang malam, kadang mamah siapkan makan malam di magic jar. Namun, berhubung dari pagi mamah di kampus dan nggak sempat pulang dulu, jadilah makan malam nunggu mamah. Ternyata mamah pulang lebih malam dari perkiraan, dikira magrib udah bisa pulang, ternyata sampai isya lewat, itupun harus beresin dokumen dulu setelah zemi.

Kemudia mamah pulang, mandi, siapin makan, beresin lain-lain, makan malam, PR A kun katanya selesai, dan dia asyik maen tab. Terakhir, si ayah dan P chan video call sebentar, sekalian cek gimana hasil zeminya si mamah, itu juga diakhiri ngobrolnya lebih cepat karena A kun dan P chan besok sekolah. Imbasnya tidur larut malam, jam 22:10 baru tidur, biasanya jam 21:00 itu sudah paling larut tidur.

Ketika pagi, mamah nggak tega bangunin A kun seperti biasa. Biasanya juga jam 5:45 atau jam 06:00 udah bangun sendiri (kalau autumn gini, subuhnya agak siang jam 5:06 dan mamah biasa bangun jam 04:00 tiap hari), sholat dan ngaji sendiri, kemudian beresin tempat tidur dan lanjut buang sampah keluar apato. itu tugas A kun tiap pagi.

berhubung baru bangun jam 06:20, mamah bantuin beresin tempat tidur sedangkan kegiatan lainnya tetap A kun kerjakan

..mm..mamah citra, ini lagi curhat ya mah?…

tumben panjang bener…

nggak apa-apa ya cerita hihi….

lanjut

sudah lari-lari begitu, A kun becanda di saat mamah lagi nggak bisa diajak becanda yaitu saat mamah lagi buka laptop (iya saudara-saudara, minus mata saya nambah di sini karena nggak di rumah, nggak di kampus ya natap layar melulu berjam-jam)

saya sudah berusaha nggak nyolot, karena ingat materi komunikasi produktif

eh, A kun masih juga becanda

akhirnya kami marah-marahan…nyolotnya mamah keluar, walaupun udah sehalus mungkin tapi namanya A kun hatinya selembut kapas, jadinya langsung mogok makan

harapan sudah mulai buram saudara-saudara, wah bakalan nggak mau dan nggak sempat nih belajar matematika, imbasnya bakalan nggak bisa upload progress pagi-pagi nih

ya udah lah nggak apa-apa sore aja, mana tau A kun mau dan mamahnya sempet nulis progress. Sambil mikir dan ngatur-ngatur jadwal sore di pikiran, mamah buka website soal matematikanya A kun.

Segera mamah perbaiki komunikasi karena ini mau sekolah, dekati dan dipeluk

Alhamdulillah mood A kun balik setelah kami berdua ngobrol

makannya jalan, kemudian dia liat di layar laptop mamah ada soal matematika dan dia minta jawabin sekarang, walaupun mamah udah bilang ini buat sore ya nak…

lumayan, dari 5 soal dia berhasil jawab 4 karena soal terakhir sudah waktunya minum susu, udah telat 5 menit dari jadwal minum susu yang biasanya.

Alhamdulillah pagi ini berhasil berangkat sekolah dengan senyuman di bibir seperti hari lainnya.

Begitulah drama pagi ini bersama A kun dan mamah, dimulai dari jam 6:20 sampai jam 7:20…tiap menitnya sungguh berharga di sini

mengatur jadwal harian adalah hal penting juga buat saya, agar A kun dan mamah bisa punya mood baik setiap harinya untuk beraktivitas dan belajar di sekolah dan dikampus. Namanya juga cuman berdua, nggak ada keluarga apalagi asisten bantu-bantu…

eaaakk, curhat lagi niy…

biasanya malahan, mood mamah jelek banget 1-2 hari menjelang zemi, ngajak berantem orang tua dan si ayah: senggol, bacok…alhamdulillah berkat materi IIP, orang tua ngerti stressnya anaknya yang pusing sekolah dan persiapan nikah, si ayah yang pernah ngalamin pusingnya sekolah dan orangnya memang penyabar, membuat saya lebih banyak: tarik nafas, istigfar

terima kasih semuanya…

udah selesai curhatnya mah?…

Oke, baiklah kita masuk ke laporan hari ini

sebenarnya, judul materinya adalah bab Pengukuran Sudut, Waktu, Panjang, Berat dan Kuantitas. Namun 5 soal yang diberikan semuanya perihal ukuran panjang, bagaimana centimeter dirubah ke meter atau kilometer, dan sebagainya.

alhamdulillah A kun lancar menjawab

namun ketika ada penjumlahan dan pengurangan dengan angka desimal, pecahan. A kun bilang bahwa dia belum belajar. Baru belajar 0 dibelakang koma saja (…,0) belum yang 0,5.Jadinya dijelaskan mamah sedikit…

pelan-pelan kita belajar ya nak…

 

sekian cerita pagi ini

malam ini kita berdua harus tidur tepat waktu, tidur yang cukup, biar paginya punya mood yang baik ya jib…

Wassalam

 

nb: drama berikutnya adalah, wiken kami akan pergi dan menginap di luar kota, tanpa koper dan tanpa laptop yeiiiii… tapi bagaimana laporan harian game level 3 mamah ya? lusa itu pas hari ke-10… 😦

#KuliahBundaSayang
#GameLevel3
#FamilyProject
#MyFamilyMyTeam

KPK dan FPB

Assalamuallaikum minna san,

Game Level 3: Meningkatkan Kecerdasan Anak

Tantangan Hari ke 7

Berhubung mamah sudah lupa materinya, mari kita belajar dulu

 

Dalam mencari KPK dan FPB diperlukan hal tentang bilangan prima dan juga faktorisasi prima.

Bilangan Prima adalah bilangan asli yang hanya memiliki dua faktor yaitu bilangan itu sendiri dan 1, yang termasuk bilangan prima adalah {2, 3, 5, 7, 11, . . .}

Faktorisasi prima adalah penguraian bilangan menjadi perkalian faktor-faktor prima.

Nah, untuk melakukan faktorisasi prima ini kamu memrlukan pohon faktor.

FPB (Faktor Persekutuan Terbesar)

FPB ini merupakan bilangan besar bulat positif yang dapat dibagi habis pada kedua bilangan tersebut. Ada beberapa metode untuk mencari FPB yaitu, Faktor Persekutuan, Faktorisasi Prima, dan Tabel.

KPK (Kelipatan Persekutuan Terkecil)

KPK dari dua bilangan yang merupakan bilangan bulat positif terkecil yang dapat dibagi oleh kedua bilangan tersebut. Dalam mencari nilai KPK menggunakan beberapa metode diantaranya kelipatan persekutuan, faktorisasi prima, dan menggunakan tabel.

(sumber: https://sebentarsaja.com/kpk-dan-fpb/)

Dari 5 soal di http://www.bimbelbrilian.com/2018/05/kumpulan-soal-matematika-kelas-4-sd.html untuk Bab 4 materi FPB dan KPK, A kun bisa menyelesaikannya dengan lancar alhamdulillah….

ada gunanya juga nih rajin les kumon ya jib…hihihihi…

setelah selesai, mamah alhamdulillah ingat untuk mengapresiasi A kun

dan tanggapan A kun : minta soal lagi mah

waah senangnya mamah

akhirnya mamah cari-cari soal lagi di website yang lain

ternyata seru ya jib belajar matematika itu…

 

semangat A kun!

Wassalam

 

nb: kemarin sore, saya mendapatkan email dari panitia speech contest bahwa A kun lolos naskah pidatonya ke babak berikutnya, yaitu pidato di depan panggung…Alhamdulillah, mudahan lancar ya A kun…aamiin

#KuliahBundaSayang
#GameLevel3
#FamilyProject
#MyFamilyMyTeam

Uang, Belajar Mengapresiasi…

Assalamuallaikum minna san,

Game Level 3: Meningkatkan Kecerdasan Anak

Tantangan Hari ke 6

Kali ini masuk ke pelajaran matematika kelas 4 SD bab 3 belajar Uang dengan bentuk soal cerita

sebenarnya soal-soalnya nampak mudah, seperti: 3 lembar uang lima ribuan sama dengan berapa?

namun ternyata kami berdua belajar sesuatu, mendapatkan kelemahan A kun seperti yang suka diceritakan Senseinya di sekolah, yaitu suka kurang teliti kalau mengerjakan soal cerita matematika

karena itu selain berlatih mengerjakan soal, A kun berlatih untuk memperhatikan dengan seksama soal yang tertulis

dan seringnya ingin buru-buru menjawab, padahal soal cerita itu menurut mamah citra harus dirubah ke persamaan matematika dan ditulis di buku corat coret dulu agar mudah dihitung, A kun pengennya ngitung di kepala saja, akibatnya jawabannya kadang meleset….

sabar mamah…

selain itu, yang dapat saya ambil pelajaran adalah, memberi apresiasi kepada anggota keluarga

saya peroleh ilmu ini dari tulisan di blog seorang Ibu hebat yang juga fasilitator di IIP,

awalnya saya coba gugling blog yang membahas game level 3 karena saya ingin evaluasi apa yang saya lakukan sudah sesuai arahan…takutnya saya salah menerjemahkan tugasnya, eh saya malah menemukan blog https://amaliarahmah.com/

salah satu tulisan beliau menjelaskan tentang apa itu Family Project, bagaimana family project itu untuk anak-anak, belumlah saatnya diberi evaluasi tapi harus lebih banyak di apresiasi (kalau saya tidak salah memahami ya…)

nampaknya hal ini yang sangat kurang saya lakukan untuk A kun, kalau ingat saja, belum otomatis….apresiasi yang sederhana yaitu memuji

kepada diri sendiri dan anak, saya tidak pernah berusaha mengapresiasi usaha yang sudah dilakukan, merasa belum sempurna terus…

padahal manusia bukan tempatnya kesempurnaan, bukan begitu bu ibu?….

karena itu, pagi ini saya coba mengapresiasi dengan pujian

ternyata membuat hatinya senang, dan ketika mamah membuka materi untuk besok, A kun nampak excited, walaupun nampaknya makin menantang

 

alhamdulillah ya jib, banyak pelajaran pagi ini, khususnya buat mamah

semangat jib!

Wassalam

#KuliahBundaSayang
#GameLevel3
#FamilyProject
#MyFamilyMyTeam

Pembulatan Dan Penaksiran

Assalamuallaikum minna san,

Game Level 3: Meningkatkan Kecerdasan Anak

Tantangan Hari ke 5

Hari ini kami berdua melanjutkan latihan soal matematika untuk kelas 4 SD Indonesia, materi bab 2 adalah Pembulatan dan Penaksiran

Mamah mengajak A kun mengerjakan di pagi hari sebelum berangkat sekolah, biar nggak kejar-kejaran dengan PR sekolah dan menulis laporan progres Tantangan Game level 3 di blog…hehehhe…

sama dengan bab 1 kemarin, masih aritmetika. Kali ini menaksir nilai tertinggi dari penjumlahan dan pengurangan

alhamdulillah 5 soal masih lancar

mamah lega, A kun percaya diri

pelajaran kali ini buat mamah dan A kun, salah satu modal utama untuk mempelajari sesuatu adalah adanya rasa percaya diri, menghilangkan keraguan dan negative thingking (bahwa saya tidak bisa…) sehingga bisa mempelajari sesuatu dan menyelesaikan suatu permasalahan dengan maksimal

karena A kun dan mamah punya sifat yang sama, terlalu khawatir berlebihan mengadapi sesuatu yang udah terbentuk di pikiran : bahwa ini sulit. Akibatnya, tidak bisa menyelesaikan suatu permasalahan dengan baik. Biasanya mamah itu kalau urusan tugas-tugas lab, mau presentasi hasil riset. Bisa panik dan maag kambuh dan lainnya, padahal lancar aja setelahnya, walaupun mamah citra merasa masih bisa lebih maksimal kalau percaya diri. Kalau A kun kalau jika mengerjakan soal matematika. Guru A kun sering ngasih laporan, kalau A kun sebenernya bisa menjawab dan memahami soalnya dengan baik, namun karena sudah panik duluan akibatnya kurang teliti dan jadi salah.

semangat A kun, kita perbaiki kekurangan kita sama-sama ya….

Wassalam

#KuliahBundaSayang
#GameLevel3
#FamilyProject
#MyFamilyMyTeam