Month: October 2018

Trip to Gorontalo

Assalamuallaikum minna san,

Kali ini saya akan bercerita tentang pengalaman saya ketika mengunjungi Provinsi Gorontalo untuk pertama kalinya. Awal Bulan Agustus Tahun 2018 ini, saya mengikuti Intl. Conference di Gorontalo. Kesempatan ini saya gunakan sekalian mengajak anak untuk mengunjungi pulau Sulawesi. Alif kun dan saya baru pertama kali ke Gorontalo.

Perjalanan dimulai dari Matsuyama menuju Tokyo dengan pesawat, kemudian lanjut Tokyo ke Jakarta. Tiba keesokan harinya, subuh 9 agustus 2018 di Bandara Soetta.

Sebelum berangkat, mamah yang pelupa ini selalu memastikan membuat list kuliner khas daerah tujuan yang wajib di cicipi dan tempat wisata yang wajib dikunjungi, walaupun kunjungan kali ini termasuk singkat dan di sela-sela Conference. Alhamdulillah, membuat Itinerary sangat membantu banyak, jadi di saat tiba kita tidak kebingungan mau ngapain dan mau makan apa

Kami transit 10-15 menit di Makassar tanpa pindah pesawat, kemudian dilanjutkan ke Gorontalo. Tiba malam hari. Perjalanan panjang, melelahkan namun kami sangat bersemangat. Kami dijemput sahabat saya yang tiba lebih dahulu karena memang berasal dari Gorontalo. Kami makan malam dan saya memilih menu Ikan Oci masak Woku. Waah pedasnya bukan main, tapi namanya juga penyuka pedas, saya senang sekali.

10 Agustus 2018, Setelah subuh saya dan Alif kun bersama 4 orang sahabat saya pergi ke kabupaten Bone Bolango, menuju pantai Botutonuo melihat sunrise dan berharap bisa naik perahu melihat ikan hiu paus yang terkenal itu. Namun sayang udara kurang bersahabat, angin sangat kencang dan ombak tinggi, sehingga kami tidak bisa melihat Hiu Paus. Namun pemandangan pantainya sangat indah, Masya Allah.

Setelah dari sana kami sarapan Nasi Kuning Hola yang terkenal itu. Nasi kuning ini khas karena dihidangkan dengan kuah kaldu, enak sekali. Setelah sarapan, kami lanjutkan perjalanan ke Benteng Otanaha, dimana menurut cerita batu-batu bahan benteng ini direkatkan dengan putih telur. melihat Danau Limboto dari kejauhan sambil makan pisang goreng dengan Sambel Roa yang kami beli ditengah perjalanan tadi. Alhamdulillah…Siangnya kami makan siang Ayam Iloni, masakan khas Gorontalo berupa ayam panggang dengan bumbu rempah, nyam.

IMG_1772
Nasi Kuning Hola, Ikan Oci masak Woku, Es Brenebon, Milu siram-Ikan Oci-Sambal Dabu, Sate Tuna dan Ilabulo

Tanggal 11, Conference dilaksanakan dan saya melakukan presentasi hasil penelitian pada hari pertama ini. Setelah kegiatan hari pertama selesai. Malam harinya, saya dan beberapa teman diundang makan malam di rumah keluarga salah satu sahabat saya yang juga PJ Boga di IIP Asia yang berasal dari Gorontalo, Mbak Iin. Kami dijemput di Hotel dan diajak bertemu orang tua Mbak Iin.

Kami disuguhi Sate Tuna dan Ilabulo (sagu dengan campuran hati dan ampela ayam), sayur dan dan sambal bawangnya yang luar biasa enak, semua adalah hasil masakan Ayahanda Mbak Iin. Semuanya enak, alhamdulillah. Terimakasih banyak Mbak Iin undangannya.

Tanggal 12, Berhubung kewajiban presentasi sudah selesai saya bersama beberapa teman yang juga sudah presentasi, pergi menuju Desa Botubarani, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango untuk berwisata melihat Whale Shark atau Hiu Paus. Alhamdulillah pagi hari ini udara cerah sehingga kami dapat melihat Hiu Paus.

Kami naik perahu kecil yang cukup untuk 3 orang (termasuk pemiliknya) agak ke tengah laut. Selain perahu kami juga sudah banyak perahu lainnya berisi wisatawan asing dan domestik yang bersiap menggunakan alat snorkeling agar bisa berenang bersama Hiu Paus. Ketika akhirnya sekawanan Hiu Paus muncul, kami sebarkan makanannya berupa kulit udang yang sudah disediakan pemilik perahu.Kami semua takjub, melihat ikan besar bertotol-totol namun lembut ini muncul kepermukaan. Masya Allah.

IMG_1773
Pantai Botutonuo, Melihat Hiu Paus, Benteng Otanaha, Danau Limboto, Desa Wisata Religius Bubohu, Museum Pusat Fosil Kayu

Setelah dari sana, kami makan siang di perjalanan sebelum melanjutkan ke tempat wisata lainnya. Saya memesan Binte Biluhuta (jagung siram) dengan ikan Oci goreng dan sambal dabu-dabu dan Es brenebon (plus durian).

Akhirnya kami melanjutkan perjalanan ke Desa Wisata Religius Bubohu, disana juga terdapat Museum Pusat Fosil Kayu. Pulangnya menyempatkan makan Jagung Bakar dan pisang goreng dengan sambal roa ditepi pantai menunggu matahari terbenam.

Semua kenangan indah ini Insya Allah tidak akan terlupakan.

Terima kasih Gorontalo

Wassalam

 

WhatsApp Image 2018-10-22 at 12.15.00

Advertisements

Aliran Rasa Lvl. 2

Assalamuallaikum minna san,

Saatnya membuat aliran rasa untuk Tantangan Level 2 : Melatih Kemandirian

 

Apa saja yang sudah dilalui selama level 2?

Sudah melalui banyak hal

A kun belajar kemandirian literasi dalam kurun seminggu, kebetulan ada tugas menulis draft pidato untuk mengikuti lomba pidato berbahasa jepang

A kun juga belajar menyiapkan masakan, termasuk belajar menggunakan pisau dimana mamah suka khawatir dan bingung bagaimana mengajarkan menggunakan pisau pada A kun

dan walaupun progres laporan untuk Tantangan hari ke 12 dan seterusnya tidak saya laporkan, namun A kun juga belajar menggunakan teknologi yaitu menyetrika pakaiannya sendiri… yeiii alhamdulillah…

Menyetrika dan menyiapkan keperluan sekolahnya setiap sabtu (untuk dibawa senin) akan menjadi kegiatan baru yang masuk di jadwal kegiatan A kun sehari-hari

walaupun menurut saya, 10 hari sangat singkat untuk melatih kemandirian A kun, tapi pelan-pelan menuju arah yang lebih baik

alhamdulillah

semangat belajar A kun!

 

WhatsApp Image 2018-10-27 at 20.29.06

 

 

Bagaimana perasaan para Soleha sekalian ?

Sesungguhnya saya merasa kurang maksimal di game level kedua ini, berbeda dengan di level sebelumnya

Mungkin semakin menantang, sehingga butuh waktu dan fokus yang lebih lagi dari sebelumnya

di game level 2 ini saya hanya mampu menyelesaikannya hingga hari ke 11

Kenapa kok nggak sampai hari ke 17? Gara-garanya sebenernya sederhana, di hari ke 12  yang semestinya jamnya saya menulis laporan tantangan game level 2 di blog, saya ketiduran

mau dirapel, kok ya sebagai orang yang agak perfeksionis rasanya gimana gitu, akhirnya banyak alibi lain yang membuat saya memutuskan tidak melanjutkan sampai hari ke 17 (kesibukan dilab, organisasi dan lainnya)

Namun, walaupun hanya 11 hari, level ini banyak memberi pelajaran dan perubahan signifikan bagi hubungan saya dan A kun

Saya belajar untuk lebih banyak mendengarkan anak, saya juga belajar memberi kepercayaan lebih lagi kepada anak, dan musti banyak sabar kalau kemampuan anak belum selevel emaknya…misalnya buat menyiapkan makanan saja, aslinya geregetan kalau anak agak selow, tapi sebenernya itu memang wajar karena mereka baru belajar

Saya juga memahami mengapa harus belajar komunikasi produktif dulu baru kemudian lanjut belajar kemandirian

agar memudahkan kelancaran dalam berlatih kemandirian, makanya perlu komunikasi yang lancar juga

Alhamdulillah bisa gabung sama komunitas yang membawa banyak kebaikan dan keberkahan seperti ini…

semangat temen-temen!

wassalam

WhatsApp Image 2018-10-29 at 07.38.00

Masakan Indonesia

Assalamuallaikum minna san,

Hari minggu ini melatih skill menyiapkan masakan Indonesia

yaitu sate…

malam sebelumnya, mamah citra sudah memotong, membumbui (dengan bumbu  marinasi rahasia warisan keluarga #halah) dan menusuk daging ayamnya, dimasukkan ke frezeer

paginya dikeluarkan dari frezeer, berhubung udara sudah mirip sama temperatur di dalam kulkas, jadi sampai siangpun itu tusukan daging ayam masih rada beku…

Tugas Alif kun kali ini adalah :

  1. Sate ayam yang sudah di marinasi dan di tusuk, dibalurkan dengan kecap manis dan margarine
  2. Taruh di panggangan (kami menggunakan mesin panggang listrik untuk bikin okonomiyaki)
  3. Di bolak balik sampai setengah matang, mamah yang ngasih tau kapan harus di balik dan kapan harus diangkat
  4. Setelah setengah matang, diangkat kemudian dibalurkan dengan kecap asin khas jepang yang biasa digunakan untuk marinasi BBQ, tapi saus ini yang halal. A kun sangat senang dengan saus kecap asin ini, tidak terlalu asin seperti kecap asinnya Indonesia
  5. Kemudian kembali ditaruh dipanggangan, dibolak-balik sampai matang
  6. Siap dihidangkan dengan saus kacang atau kecap dengan irisan bawang (hari ini mamah citra membuat sambal dabu2 yang nampaknya mirip dengan sambal matah ~~” )

A kun belajar lagi cara menyiapkan masakan, kali ini masakan dengan metode bakar-bakaran

 

IMG_0730
sate ala A kun

Selain itu, hari ini A kun membantu mamah citra menyapu dan mengepel seluruh rumah (bertugas menyapu di luar apato (apartement ~japanese)), cuci piring siang hari yang banyak sehabis membakar sate, sorenya menyikat ofuro (japanese bath) di kamar mandi (berbagi tugas dengan mamah yang menyikat lantai kamar mandi)

Semingguan ini A kun dan mamah berbagi tugas domestik tanpa ada prahara #halah soalnya mamah citra sudah membuat jadwal harian A kun, berisi tugas domestik-ibadah-belajar-dll dari bangun tidur sampai waktu tidur di malam hari. Setiap tugas yang sudah dikerjakan A kun, ditandai dengan stempel atau sticker. A kun senang sekali

A kun punya kotak berisi stempel-stempel lucu dan sticker-sticker lucu sebagai reward jika sudah melakukan tugas. Di sekolah maupun di tempat les biasa memberikan reward ke murid-murid dengan kedua hal itu, di tempat les kadang ditambah dengan permen atau snack. Mamah citra baru dapet ide ini padahal sudah lama A kun ngumpulin sticker dan stempel lucu.

Ketika mamah bilang : Jib (nama panggilan A kun), kita belum ada belajar motong lagi ya, lupa mamah ~~”

Ajib bilang : “Nggak apa-apa mah, kan ajib sudah membantu mamah banyak hari ini..”

 

bisa aja lu jib -__-

 

Besok kita menyiapkan masakan apa jib?….

wassalam

#Harike11
#Tantangan10Hari
#GameLevel2
#KuliahBundaSayang
#MelatihKemandirian

70 Years

Assalamuallaikum minna san,

seperti biasa, nulis tiap malam minggu

Tanggal 12 Okt lalu, orang tua saya merayakan ulang tahun pernikahan yang ke 38, semoga mereka berdua selalu sehat bahagia, usianya berkah, langgeng, jodoh sedunia sesurga aamiin

Tanggal 15 Okt, lusa, papap saya ultah ke 70 tahun, mohon doanya ya semoga beliau selalu diberi kesehatan aamiin, masih nyetir sendiri kemana-mana…apalagi anterin mamah saya ngurus persiapan nikah saya (saya komunikasi jarak jauh aja, orang tua jadi mata dan tangan saya ketemu para vendor dan cek barang-barang)

Kemarin malam itu, kami berdua jadi ngobrol apa ya, pokoknya jadi bahas : mau ngapain kalau pensiun nanti?

saya nggak pernah terpikir akan sampai di usia pensiun, dulu saya hanya punya cita-cita pengen punya gelar doktor sebelum 40 tahun

setelah itu nggak tau mau ngapain

kalau sama Allah diberi kesehatan dan umur panjang, berarti saya punya 30 tahun lagi untuk mencari amal sebanyak-banyaknya didunia

mungkin memang kata Allah udah waktunya saya mencari pahala dan beribadah dalam pernikahan ya

mudahan Allah ridho…

anyway, bukan itu siy yang mau saya bahas…

tapi

Baru pertama kali saya membahas hari tua bersama seorang laki-laki…

ciye ciye…uhuy

wkwkwkwk

menyenangkan banget kalau ngebahas dan diskusi rencana berdua itu, soal anak-anak dan keluarga

seneng…

dan saya suka ngobrol menjelang tidur begini, walau jaraknya 5000an km dengan beda waktu 1 jam

dulu, kamar saya ada di belakang, kamar orang tua saya ada di bagian tengah rumah, setiap malam entah udara membawa suara dari lubang jendela kamar orang tua saya dan masuk ke lubang jendela kamar saya yang ada di belakang. Jadi saya sering denger suara orang tua saya ngobrol berdua menjelang tidur

jujur aja, ketika menikah dulu saya nggak pernah mendapatkan waktu ngobrol menjelang tidur

bukankah ngobrol dan bertukar pikiran adalah salah satu cara menguatkan bonding ya?…

 

setiap kali habis diskusi yang agak berat…tapi menyenangkan, saya pasti tidur sambil senyum-senyum terus berulang kali terima kasih sama Allah…alhamdulillah

alhamdulillah

sampai saat saya nulispun saya masih suka nggak percaya

ternyata calon jodoh dunia akhirat saya, mudahan Allah ridho, adalah beliau

alhamdulillah

Allah sayang banget sama saya…

mudahan beliau merasa beruntung juga dapetin saya ya fufufu…#plak

 

jadi, let’s grow old together yah…

 

wassalam

 

 

Masakan Jepang

Assalamuallaikum minna san,

Sudah Hari ke 10 dari Tantangan Melatih Kemandirian

Hari ini A kun belajar membuat makanan untuk makan malamnya, masak yang gampang aja, bikin udon

Udon itu mie yang teksturnya tebal dan disajikan dengan kuah hangat, biasanya kuahnya ada campuran seafood dan rumput laut, tapi campurannya bisa apa saja

pernah teman indonesia membuat udon goreng, jadi seperti mie goreng dicampur irisan ayam

kalau membuat mie udonnya juga bisa, tapi membutuhkan skill khusus tentunya, kami beli mie udon yang langsung jadi di supa (supermarket ~japanese)

Bisanya saya membuat mie udon di kala cuaca semakin dingin, seperti sekarang..sudah 13-18 derajat suhu udara

bumbunya pun ada yang sudah jadi, dibeli terpisah dengan udonnya

Namun, kali ini bumbunya sudah habis, jadi kami mencampur dengan bumbu ala sendiri saja

Tugas A kun kali ini seperti memasak mie instant biasa:

  1. Menyalakan kompor
  2. Menaruh panci berisi air
  3. setelah mendidih, memasukkan telur ayam dan seafood (kali ini adanya kerang frozen)
  4. setelah itu memasukkan bawang putih cincang (sebagai campuran bumbu sendiri), sayuran (kali ini dengan irisan kol dan wortel) dan udonnya
  5. Setelah 2-3 menit, masukkan ke bowl yang sudah berisi bumbu
  6. Berhubung bumbu instant sudah habis, kami membuat bumbu sendiri, gula-garam-lada-bawang goreng-bawang prei
  7. Siap dihidangkan

Yang bikin dia sendiri, yang makan dia sendiri…

mamah lagi diet hihi…

Sebelum memasak, dia nampak enggan karena dia sedang asyik main game di tabletnya

Saya bilang sama A kun, ini makan malammu sendiri lho…kalau kamu tahu gak mudahnya memasak, maka kamu akan lebih menghargai orang yang sudah lelah memasak makanan

akhirnya dia mau ke dapur, dan setelahnya…habis makanannya…alhamdulillah

Nasihat buat kita sendiri kan ya, jika kita tahu betapa lelahnya orang lain memasak buat kita, tentu kita akan lebih menghargai dengan tidak berkata kurang baik tentang rasa makanannya, menghabiskan makanannya, berterima kasih kepada yang sudah membuatkan makanan

hari ini kita nggak belajar menggunakan pisau ya A kun

besok kira-kira pakai pisau nggak ya?

soalnya mamah sudah menyiapkan bahan makanan untuk belajar A kun yang nggak kalah seru!

#Harike10
#Tantangan10Hari
#GameLevel2
#KuliahBundaSayang
#MelatihKemandirian

Menghangatkan Makanan

Assalamuallaikum minna san,

Setiap hari jumat, kurleb kami berdua 12 jam diluar rumah, dari pagi sampai sore, kerumah bentar buat sholat ashar dan ganti baju A kun (panggilan Alif dari Senseinya, di jepang huruf “n” itu dilafalkan “ng” kalau diakhir kalimat, Akung) terus lanjut sampai malam untuk Les Kumon dan Piano

jadi, saya agak bingung juga ini mau ngajarin kemandirian nyiapin masakan. tapi waktunya nggak sempet, dan kami berdua udah capek banget

masa maksain anak buat masak hanya demi ngerjain tantangan…kasian

Akhirnya saya melaporkan progress ini aja ya

karena mamah nggak masak, jadinya cuman beli sushi dan onigiri kesukaan A kun

Tapi biasanya saya hangatkan sushi dan onigirinya

Jadi kali ini A kun bertugas menghangatkan makanan dengan microwave, biar latihan juga karena belum pernah sebelumnya

komentar dia : ini pasti untuk laporan tugas mamah yang suka mamah tulis malam itu ya?

A kun suka curiga kalau mamah udah mulai nyuruh diluar kebiasaan, mamah cuman tersipu

Tapi dia bersedia, gimana nyalakan microwave, masukkan makanan, mencet tombol yang mana

sebenarnya selain menyiapkan makan, ini juga bisa untuk melatih kemandirian menggunakan teknologi

Entah karena kami asik menyantap sup daging hangat yang kami buat kemarin, kami sampai lupa kalau terlalu lama menghangatkan

biasanya nggak terlalu lama menghangatkan dan otomatis mati, entah kali ini terpaksa dimatikan manual, apa mamah menyuruh A kun memencet tombol yang salah? entahlah…

yang pasti, sushi mentahnya jadi mateng… dan nasi onigirinya bukan hangat lagi, tapi panas….xixixixi

gak apa-apa ya jib

ternyata seru ih kalau ngajarin di dapur ….

besok kita belajar nyiapin makanan apa nih?

fyi, latihan menulis masih terus berlanjur, karena sensei L minta nambahin 2 ide lagi yang harus dikembangkan menjadi 2 buah draft pidato tambahan, jadi alif kun bikin 3 draft totalnya

semangat ajib kun…pelan-pelan dikerjain Insya Allah lewat juga…

 

Wassalam

 

 

#Harike9
#Tantangan10Hari
#GameLevel2
#KuliahBundaSayang
#MelatihKemandirian

One Week One Skill : Menghasilkan Makanan

Assalamuallaikum minna san,

Minggu ke -2 untuk Melatih Kemandirian

Minggu ini saya dan Alif kun akan bekerja sama melatih memasak dan cara menggunakan Pisau

Berhubung biasanya jadwal mamah belanja sembako adalah jumat sore, akhirnya mamah majukan di kamis sore

Saya biasa pergi ke supa (supermarket ~nihon go) seminggu sekali, yang rutin dibeli biasanya susu UHT, telur ayam serta sayur-buah, kalau protein atau lauk saya biasa belanja 2-3 minggu sekali, karena sebagian besar dalam bentuk frozen, kecuali yang dari laut

Kali ini saya dan Alif kun sudah berdiskusi akan latihan untuk Food Preparation

Food prep ini adalah menyusun, membersihkan, memotong bahan makanan kemudian menyimpannya dalam kondisi belum di masak ke dalam pendingin, agar memudahkan kita untuk memasak di kemudian waktu, termasuk menghaluskan bumbu-bumbu

Berhubung mamah citra nggak bisa setiap hari memasak, dan waktu terlama di dapur adalah untuk preparing semua bahan makanan, maka food prep ini sangat penting

Food Prep dilakukan langsung sehabis belanja sembako. Sebenarnya urutan yang benar dalam menghasilkan makanan, menurut pengalaman saya :

  1. Membuat daftar menu mingguan dan bulanan
  2. Membuat list daftar belanjaan
  3. Berbelanja
  4. Food Preparation
  5. Memasak
  6. Menghidangkan
  7. Cuci Piring …..wkwkkwkwk….

Namun, untuk Alif kun, kita belajar langsung food prep aja ya…karena di sini akan banyak menggunakan pisau, di mana saya sangat ingin Alif bisa menggunakannya…di dapur tentunya :p

Sore hari sepulang sekolah, sepulang mamah belanja kami mulai menyiapkan bahan mentah yang tadi sudah saya beli di supa, kali ini mamah mau bikin sop daging, cuaca  yang dingin-dingin autumn gini juga mendukung untuk bikin masakan berkuah

Ternyata mamah belum berani kasih tugas mengupas ke Alif kun ya, jadi cuman dapat tugas motong, motong wortel, sosis, kentang yang merupakan sebagian bahan bikin sop daging

Melihat hasilnya yang agak abstrak, ya mamah diem aja siy…sambil mengelus dada…heheheh… dipuji dulu donk anaknya, biar makin semangat bantuin di dapur

Berhubung sehabis magrib kami harus pergi ke gym kampus (tempat fitness dan olahraga), terpaksa lah dapur kami tinggalkan sejenak

Sehabis pulang, kami lanjutkan mencampur semua bahan, Alif kun ikut memasukkan bahan-bahan satu persatu ke panci berisi potongan daging dan kaldunya

untuk percobaan memasak yang agak rumit, alhamdulillah…udah mau

biasanya mie instant atau goreng telur aja soalnya, itupun jarang hihi…

besok kita belajar masak apalagi ajib?

#Harike8
#Tantangan10Hari
#GameLevel2
#KuliahBundaSayang
#MelatihKemandirian

Capung dan Air Bersih, done

Assalamuallaikum minna san,

One week One skill

Hari ke 7 untuk melatih kemandirian literasi, Alif kun belajar menulis draft pidato

timingnya pas karena dateline Speech Contest Japanese Languange for Foreigners yang akan diikuti Alif kun semakin dekat, kami dikejar dateline mengumpulkan naskah pidato

Hari ke 7 ini memang waktunya memperbaiki draft pidato dan memperlihatkannya kepada guru pendamping Alif kun di sekolah, karena guru pendamping hanya datang ke seklah setiap rabu dan jumat saja, hari lainnya seperti anak Jepang lainnya, dengan guru di kelas.

Guru pendamping biasanya membantu anak-anak asing khususnya untuk adaptasi bahasa dan pelajaran lainnya karena kendala bahasa. Guru pendampingnya merupakan orang Indonesia yang menikah dengan orang Jepang dan sudah lama menetap di Jepang

Pagi ini, Alif kun kembali menambah 2 paragraf lagi agar durasi pidatonya bisa lebih panjang, sekitar 5 menit. Karena terkendala waktu berangkat sekolah, di sela-sela sarapan Alif kun menyelesaikannya. Karena terburu waktu, maka kami hanya menulis menggunakan bahasa Indonesia.

yang terpenting dari pengembangan paragraf adalah bagaimana paragraf satu dengan yang lainnya saling terkait, sehingga menjadi satu aliran cerita yang utuh.

Hal lain adalah harus berani menulis, salah tidak mengapa karena akan selalu ada perbaikan.

hal-hal itu siy yang saya pernah alami dulu dan saya bagi pengalaman itu kepada Alif kun

dia lupa caranya menulis bahasa indonesia dan romaji (alphabet), karena sehar-hari selama hampir 2 tahun terbiasa nulis hiragana, katakana dan kanji. Hal ini membuat saya tersenyum, kala dia salah mengeja kata berbahasa Indonesia.

Anak-anak Indonesia di sini setiap ngobrol juga karena seringnya menggunakan bahasa jepang, terkadang jika saya ajak ngobrol bahasa Indonesia, mereka suka lupa arti suatu istilah ke bahasa Indonesia, lebih hapal dalam bahasa Jepangnya… “apa tuh arti Indonesianya ya tante citra…” malah balik nanya hihi….

Sore hari setelah pulang sekolah, Alif cerita bahwa karangannya sudah di periksa oleh Sensei L dan ingin ALif kun menambah 1 topik lagi untuk dikembangkan.

Malam harinya kamipun, setelah mengerjakan PR-PR sekolah, kembali mengembangkan topik seperti yang dilakukan sebelumnya:

  1. Membuat Outline dengan panduan 5W+1H
  2. Mengembangkan outline menjadi paragraf-paragraf
  3. Setiap paragraf ada kalimat pengait, agar menjadi satu kesatuan yang utuh

Semoga latihan ini dapat memperlancar Alif kun dalam upayanya belajar menulis

Semangat ya jib….

Besok kita belajar sesuatu yang baru lagi…hihi…

 

#Harike7
#Tantangan10Hari
#GameLevel2
#KuliahBundaSayang
#MelatihKemandirian

Melahirkan di Matsuyama

Assalamuallaikum minna san,

wew judulnya sungguh gamblang…wkwkwkwk

saya menulis ini karena 2 hal saudara-saudara….

  1. Karena ada yang mahasiswi Doctoral Program Indonesia baru saja melahirkan di Matsuyama, welcome baby boy!
  2. Karena, saya dan calon berencana punya anak (setelah menikah, kalau Allah izinkan…aamiin…) hihi….

kita bahas satu-satu ya gaes, atau berhubung bakalan panjang, kita bagi jadi 2 part aja giname? biar kaya film di bioskop gitu, pendapatannya jadi nambah kan #plak

Oke, kita cerita ya

Hari selasa lalu, saya diberitahu mbak I bahwa Ibu N, mahasiswi Tarumi (pertanian) berasal dari kota J, Jawa Timur akan melahirkan, sudah bukaan 2

datang sendirian dari rumahnya (yang jauh) naik taksi ke RS yang ada di depan kampus Johoku (Ehime Univ terbagi 3 kampus, Johoku untuk FKIP-MIPA-Engineering, Tarumi untuk Pertanian-Perikanan, Nogakubu utk FK)

akhirnya disusulin sama mbak A dan mbak I, yang dari kampus tarumi dan mbak I memang Nihongonya udah jago kan, biar enak komunikasi sama tenaga medisnya

saya nyusulin, karena deket dari rumah dan kampus, RS Red Cross cuman sebrangan kampus Johoku

akhirnya proses lahiran berlangsung hari Rabu pagi sekitaran jam 10:32, baby boy

skip skip lah ya

yang mau saya share adalah bagaimana persalinan di Jepang, yang harus diambil pelajaran buat kita yang di Indonesia :

  1. Tenaga medisnya RAMAH, maaf banget ya…tapi berapa orang Indonesia yang pernah dijutekin, dimarahin, dibentak, disuruh diam pas proses lahiran? hayo ngacung….yang traumatis pasca melahirkan sampe pas lahiran kedua nggak mau di RS yang sama, hayo ngacung juga?  di sini, saya liat sendiri gimana suster dan dokternya malah nyuruh bu N untuk relaks ya, lahiran mungkin besok, makan yang banyak, istirahat yang cukup, ngobrol, membuat nyaman siy ibu, banyak senyum, ngobrol biasa…melahirkan juga udah bikin stress kan, jangan ditambahin lagi lah… ini RS pemerintah gaes, pake asuransi pemerintah… pasiennya mahasiswi, pake beasiswa… pelayanan tidak membedakan yang banyak duit dan yang nggak. Dokter kandungannya sangat sederhana, masih muda, nggak keliatan kaya dokter, nggak bikin stress liatnya hihi…. satu yang kadang lupa sama kita : bagaimana membuat nyaman orang lain …
  2. Ruang persiapan melahirkannya berfungsi sebagai kamar lahiran juga, jadi nggak usah pindah kamar selama nunggu bukaan
  3. Ketika proses lahiran, kata mbak I, yang menemani selama proses, kami yang lain disuruh menunggu diluar kamar. ketika kontraksi, bagian yang kontraksi akan diberi semacam koyo, kain panjang yang hangat, ditempelin sana sini biar gak sakit…patut dicoba
  4. Makanan Rumah Sakitnya, banyak yang bilang, enak…sudah dihitung sesuai kalori pasien, khususnya ini ibu melahirkan…saya nggak sempet foto hehehe….
  5. Oh iya, selama hamil di Jepang itu ibu hamilnya tidak pernah dikasih vitamin dan segala macam obat kaya penguat kandungan dan lainnya, hanya disuruh : makan yang bergizi…dan luar biasanya, bayi-bayi orang Indonesia selalu ukurannya besar -besar…biasanya di atas 3,5 kg hihi…gizi tinggi…
IMG_0037
perawat sudah menyiapkan kartu ucapan, potongan tali pusar di dlm kotak kecil, cap kaki bayi yang baru saja lahiran…

apalagi ya…itu aja siy yang saya inget, nanti saya tambahin kalau inget hihi…

wassalam

Mengembangkan Tema

Assalamuallaikum minna san,

Hari ke 6

melatih menulis Alif kun

ketika pagi ini karangannya di kirim ke guru pendamping, yaitu Sensei L

akhirnya sore hari dapat feedback dari beliau bahwa 3 paragraf yang dibuat Alif masih kurang panjang untuk dijadikan speech, nampaknya hanya 2 menit jadi saran beliau agar draftnya diperpanjang menjadi 5 menit

wah, nampaknya Alif harus mengembangkan idenya

jadilah malam hari ini dilanjutkan

karena sebelumnya harus menyelesaikan PR-PR sekolahnya dahulu, jadilah malam baru bisa menyelesaikan draft pidatonya

kami berdiskusi dulu, kira-kira paragraf tambahan akan membahas apalagi

kami menemukan 2 ide paragraf tambahan

yaitu membahas metamorfosis capung dan satu lagi tentang capung di rumah Kai

setelah itu Alif kun menulis paragrafnya dalam bahasa Indonesia

besok baru di translate olehnya sendiri ke dalam bahasa Jepang, dia bilang bahwa dia tidal mau menggunakan g**gle translate

semoga lancar ya nak aamiin…

 

#Harike6
#Tantangan10Hari
#GameLevel2
#KuliahBundaSayang
#MelatihKemandirian