Month: April 2018

Will you still love me?

Today I’m beautiful,
And I have you on your knees,
But when my beauty wanes,
Will you still love me?

Today I’m young,
And passion has her say.
But will you  hold me close,
When crimson love grays?

Today I’m alive,
Like a strong summer gale.
But will you care for me,
When I be frail?

Today I smile,
There’s laughter in my eyes,
But will you be with me,
When my heart cries?

Will you love me, hold me,
In love’s tender kiss,
When my hair turns white,
And my thoughts go amiss?

Will you love me, hug me,
Ever so tight,
Through my brightest morn’..
In my darkest night?

#love #life
Written by

Nishu Mathur

ps : will you still love me yah?
Advertisements

Cinta itu sederhana…

Assalamuallaikum,

terimakasih Uni N, yang sudah ngasih mengijinkan kalimat ini saya jadikan judul buat salah satu postingan hari ini…

yass, 5 artikel blog dalam sehari..wkwkwkwk

dan puisi pertama buat …you know who…*kurang dari 10 menit dan nggak pakai draft2an

 

Cinta itu sederhana…

diapelin malam minggu lewat telepon atau video call aja

aku bahagia…

Cinta itu sederhana…

cukup kamu bilang ingin bersamaku di hari tua

aku bahagia…

Cinta itu sederhana…

nggak butuh macem-macem, cuman saling percaya dan setia

aku bahagia…

Cinta itu sederhana

selalu kau selipkan namaku disetiap doa

aku bahagia…

Cinta itu sederhana…

hanya kalimat, saya terima nikahnya dan kawinnya

aku bahagia…

 

(yang bikin nggak sederhana adalah, jarak Jepang-Indonesia dan persiapan resepsi vs disertasi)

 

Matsuyama, malam minggu, 14th April 2018

 

 

ps : eciyeeee…dapet puisi dari cewe ni yee..uhuy…wkwkwk

 

 

Kisah sebuah Teko

Assalamuallaikum,

saya nulis ini karena tadi ditanya sama si bapak, kalau nulis blog itu inspirasi datang kapan aja ataukah perlu duduk dan nunggu inspirasi?

ide nulis bisa datang kapan aja, berhubung di sini hidup saya cuman dari rumah dan lab…sedih amat wkwkwk…di mana selalu dekat dengan laptop dan PC, jadinya lebih mudah untuk langsung menulis draftnya ketika ide menulis muncul

kalau dulu sering bikin puisi, itu di tas kuliah saya pasti selalu ada notes kecil khusus untuk nulis puisi, jadi ketika ide muncul, langsung ditulis…

kemudian, saya tadi mikir juga siy, ide itu muncul kapan, harus muncul ide itu gimana?

ternyata saya tau jawabannya, HARUS BANYAK BACA

semakin banyak membaca, semakin banyak hal yang bisa kita tuliskan..dan semakin mempengaruhi apa yang akan kita tuliskan

dulu saya introvert yang seneng pergi ke perpus untuk baca buku, sulit memulai percakapan sama orang baru, pemalu

bacaan saya itu dari novel-novel balai pustaka yang pujangga-pujangga beken jaman dulu dan beberapa penulis asing dengan karya legendarisnya, duuh sekarang sulit kali ya nemu buku-buku itu lagi, saya kangen masa-masa saya menghabiskan waktu dengan baca buku…masa tuaku sekarang dihabiskan untuk baca paper dan baca resep masakan…hiks

dulu saya sering baca novel komedi ala lupus, sama baca majalah GADIS jadilah semua tulisan saya zaman SMP-SMA bikin cerita kisah remaja yang penuh ketawa…lumayan kan bikin hepi satu sekolahan…

termasuk waktu bikin puisi, ketika saya mulai baca-baca buku puisi seniman zamannya charil anwar, puisi saya terpengaruh tuh, termasuk saat membaca puisi sapardi djoko damono, taufiq ismail, kahlil gibran, rumi, dll. Mengikuti gaya puisi yang saya baca..

semakin kita banyak baca, kosa kata kitapun bertambah, dan kadang kosakata unik yang jarang orang gunakan sehari-hari

btw, kenapa tips ini tidak saya gunakan dalam menulis paper ya…temen-temen selalu bilang kalau saya itu betah berlama-lama membaca paper/jurnal…tapiiii sejujurnya, kalau disuruh nulis, saya langsung gak pede dan minder, semua kayanya salah dan gak ada yang benar…padahal kan saya semestinya akan lebih mudah dong, kan saya sudah banyak baca…huhu…why…why…

oke, balik ke laptop, maaf ya…semestinya selama saya nulis blog, saya hanya fokus menulis dan melakukan hal-hal yang saya sukai saja, dan pikiran ke riset itu harus dihindari demi mengurangi stress…tapi kenapa dirimu selalu dikait-kaitkan ya, wahai riset… ~~”

cukup, cukup

lanjut

waktu saya kuliah, saya banyak baca buku soal hubungan cewe-cowo, buku Mars and Venusnya Dr. John Gray itu khatam dah, akibatnya saya suka jd tempat curhat temen yang lagi berantem sama cowonya, biar mereka baikan lagi, atau si cewe jadi lebih mengerti cowo, dan sebaliknya…nampaknya hubungan saya yang bermasalah itu sangat terbantu dengan kemampuan saya memperbaiki diri sendiri…ternyata saya hanya pacaran sama bayangan aja, aslinya bukan seperti yang saya bayangkan *masih mau digibahin ni mantan laki? ckckck..istigfar

setelah saya berpisah, saya banyak membaca buku agama dan self healing/self help/self development…jadinya, saya banyak menulis tentang hal itu, apalagi soal percintaan tuh, beuh…jadi tempat curhat dah tuh…tempat curhat temen yang patah hati, gimana bisa move on…saya udah banyak baca buku tentang itu soalnya, wkwkwk…

Ingat teko hanya mengeluarkan isi teko, kata2 mencerminkan isi hati, hati yg baik akan mengatakan yg baik, begitu pula sebaliknya ~Aa Gym

Nah, selain tulisan, begitu juga perilaku dan kalimat yang kita ucapkan kepada orang lain

seperti kata Aa gym diatas, dulu saya ngefans banget sama ceramah beliau, makanya banyak kata-kata beliau yang saya ingat dan jadi motivasi saya…

apa-apa yang kita terima dari lingkungan, yang kita serap dengan seluruh panca indera kita, mendengar, melihat, dan semuanya..

akan mempengaruhi pola pikir, tindakan/perbuatan dan perkataan kita

Kalau ada anak yang suka mukul dan berkata kasar kepada orang lain…siapa ya? kaya kenal..kayanya Ajib kun pernah biru tangannya deh gara-gara anak ini..

yang perlu dipertanyakan adalah, di lingkungan terdekatnya gimana? apakah memukul dan berkata kasar itu biasa dilakukan oleh orang disekitarnya? kalau biasa berarti dianggap hal wajar, dianggap benar

Kalau ada ibu-ibu yang tiap ngomong selalu keluar hal negatif, mengeluh, dan nggak pernah kasih apresiasi ke orang yang sudah meluangkan waktu untuknya, mengucapkan hal kurang baik terhadap makanan di suatu wilayah, dimana makanan itu adalah makanan favorit orang setempat..siapa ya? kaya kenal..iya, saya mah istigfar aja deh

kira-kira, si ibu itu teh di lingkungan terdekatnya bagaimana? entahlah, mudahan saya bukan orang seperti itu aamiin…

Kata-katamu adalah kualitas dirimu

Ingat, kalau teko mengeluarkan air yang hitam pekat, ya berarti isi Tekonya (baca : hatinya) bagaimana?…

nah, Teko mu (baca : perkataan dan perbuatanmu) mengeluarkan apa?

mudahan yang baik-baik ya aamiin…

Wassalam

 

Everything in its right place

Assalamuallaikum,

Ini cerita sedikit tentang keluarga saya,

Jadi kan Ajibkun dirawat sama kedua orang tua saya di Kalsel, sebulan sekali saya pulang, karena bekerja di Kaltim

ketika saya akan berangkat ke Jepang, dan akan membawa Ajib kun, mamah saya sering galau : duh nanti kakek dan nenek bakalan sepi donk, nggak ada lagi yang diurus, nenek ngapain ya?

Ternyata, selang beberapa bulan, kami dapat musibah, adik ipar saya wafat dan meninggalkan gadis bayinya yang masih berusia 1 bulan, di rawatlah sama kedua ortu saya di Kalsel, karena adik saya, yang kehilangan istri harus bekerja di Kaltim

saat ortu lepas ngurus Ajib kun, datanglah baby M yang harus di urus

Allah itu betata, mengatur semua di posisi yang terbaik, kapan saat yang tepat

Skenario Allah lebih baik

Jadi, ketika orang tua saya juga khawatir apakah saya bisa mengasuh anak sekaligus kuliah di sini, Allah udah tau kapan saya siap

Kenapa saya dikasih sekolah taun 2016, ketika Ajibkun berumur 8 tahun lebih, udah bisa mandiri, udah dapat ilmu agama yang cukup di Kalsel dan bisa ditinggal sendirian dirumah

kenapa saya disuruh Allah kuliah di Jepang, karena Jepang negara yang aman dan ramah bagi perempuan dan anak, sekaligus ramah untuk single parent

Allah akan mengaturkan hidup kita

termasuk sama bapak satu ini, hai bapak…yang suka cek-cek blog saya, ada tulisan baru apa nggak?…ada sebut-sebut dia apa nggak ditulisan saya?… :p

Jadi, ketika kita lagi ngobrol-ngobrol seperti biasa, baru taulah kami bahwa…

ketika tahun antara 2004 sampai 2005, kita itu SATU KOTA, sama-sama lagi kuliah S2 di Bandung, dia udah mau lulus sedang saya mahasiswi baru, SATU KAMPUS, gedung kampus kami cuman sebrang-sebrangan doank, saya beberapa kali ke perpusnya sipil (tempat dia kuliah), dia sering main tenis di lapangan tenis yang ada didepan gedung plano (tempat saya kuliah), SAMA-SAMA SINGLE, bedanya saya udah punya pacar…wkwkwk…pacar yang udah gedek banget pengen diputusin huhu… *curcol yang terlambat

kami berdua memang nggak kenal sama sekali, jadi nggak tau apakah dulu pernah papasan atau nggak

 

mungkin pernah ketemu pas lagi di salman, lagi motokopi, lagi makan siang di kantin, lagi naik angkot, lagi potong rambut di salon langganan kami berdua di perempatan dago (bahkan salonnya pun sama) wkwkwkwk…

duuh kalau dulu udah kenal, pacaran, seru kali ya…saya dan dia nggak perlu melewati drama panjang, berdarah-darah, penuh air mata….

Kita menikah dengan pasangan yang dulu, di tahun yang sama, punya anak di tahun yang samaan juga, sama-sama punya masalah sebelum menikah dengan pasangan masing-masing, setelah menikah lebih-lebih lagi masalahnya

Terus, pas sekitaran tahun 2014 sampai 2015, kita sama-sama di satu kota lagi, beliau lagi cuti sekolah, lagi masa galau urusan disertasi dan yang lainnya…saya juga siy, soalnya tahun itu saya abis putusan trus nggak mau lagi pacar-pacaran dan lagi galau belum juga dapet calon kampus yang mau nerima saya lanjut sekolah

saat itu, saya dan dia udah satu tempat kerja, tapi bukan temen…nggak pernah ngobrol malahan, jarang ketemu…pas sekitaran tahun segitupun saya nggak ada ketemu beliau, hanya denger-denger ceritanya aja…perasaan saya, biasa aja bahkan cenderung akan menghindari wkwkwk soalnya semua orang muji-muji betapa baiknya bapak ini…dan saya dalam hati : mana ada laki-laki beneran baik *jaat amat buuuk… *sekarang kemakan omongan sendiri wkwkwk

Apakah setelah saat ini akhirnya sama Allah dipertemukan, lantas kami menyesal kenapa baru ketemunya sekarang?

ada siy, coba yaa dulu udah pacaran sama si bapak pas di bandung…huhu… #plaak

Allah tau saat terbaik

kalau dulu mungkin saya belum jadi mamah citra yang seperti saat ini, dulu masih keras kepala, nggak bisa bilang nggak, nggak bisa cerita ke orang lain, masak aja masih sering keasinan (sekarang bukan berarti makin jago masak loh, sama aja), dll, dll

mungkin kalau dulu juga ketemunya sama beliau, saya bakal biasa aja…

atau bahkan kalau pacaranpun sama si bapak, bakalan putusan, soalnya dia suka ninggalin cewe pas Adzan tiba…wkwkwkwk

kita ditempa sama serangkaian peristiwa yang nggak enak dulu biar tau rasanya bersyukur

kan bapak pernah ketemu cewe yang biasa main fisik, jadi kalau marahnya saya cuman ngajak debat kemudian mewek yaaah itu mah berasa di kitik-kitik aja kali ya pak?

kan saya biasa ketemu cowo yang pinter ngomong tapi nggak pernah dibuktikan dalam perbuatan, jadi pas ketemu cowo yang pendiem, nggak bisa mulut manis sama cewe tapi tiba-tiba bilang sama ortu lgs, ya saya mah seneng hihi…

Allah lah yang mengaturkan semuanya, kita mendapatkan apa yang kita butuhkan, bukan yang kita inginkan

mungkin ini saatnya saya butuh orang seperti beliau yang akan melindungi dan menjaga saya dan anak-anak kelak…Inshaa Allah…

Wassalam

Life is a puzzle

Assalamuallaikum semua

kalau saya flashback perjalanan hidup saya….kayanya semua sudah jalannya Allah kok,

apapun yang kamu lakukan dalam hidupmu, itulah yang membentuk dirimu…

bertemu orang, belajar ilmu baru, semua hal yang kemudian hari kamu akan sadar itulah yang membentukmu

kadang…mungkin sering…saya lagi ngapain, terus nanya dalam hati saya : ngapain kamu capek-capek ngerjain ini…duh duh…

supaya tetap termotivasi, ya saya menyemangati diri : saya nggak tau guna dan manfaatnya apa, selama yang saya lakukan adalah hal baik, Inshaa Allah ada manfaatnya kemudian hari

contohnya apa aja?

banyak, kadang saya lagi jenuh bikin kue kering tiap lebaran…kayanya mulai dari awal kuliah s1 saya udah dilepas mamah untuk bikin kue lebaran sendirian tanpa beliau, sebelum-sebelumnya masih dibantuin masukin ke oven karena takut gosong.

ternyata hal ini -bikin kue kering- berguna ketika saya musti deketin calon mertua…#eaak #plak : masa ini bikinan sendiri, kaya beli di toko….#eaaakk

saya disuruh papap sekolah s2, dulu zaman saya itu belum banyak yang s2, malah diangkatan s1 saya, kayanya saya salah satu yang pertama, saya juga yang paling muda di angkatan s2 itu…masih kinyis-kinyis gak tau apa-apa…dijalanin aja lah

taunya, kepake banget saat bekerja…

saat saya ikutan gabung di IIP (Institut Ibu Profesional) niat saya cuman pengen jadi mamah yang lebih baik buat Alif, karena lagi keteteran banget ngurus alif, rumah, kampus dan kegiatan luar

ternyata, banyak ilmu yang saya dapet, membantu saya juga menemukan passion, memperbaiki manajemen waktu saya sebagai ibu sekaligus mahasiswi, dan kembali menyemangati saya dengan mimpi besar saya yang udah lama saya tulis di Dream Book saya

tambahannya, ketika ada laki-laki yang mau serius sama saya, jadi tambahan portfolio saya kan…wiih lagi belajar jadi ibu dan istri yang baik, luar biasa….xixixi…

Jadi, kalau saat ini kamu lelah, lagi jenuh mengerjakan sesuatu yang menurutmu entah kapan ini ada ujungnya….asal hal ini baik, yakinkan Inshaa Allah hal ini bermanfaat untuk masa depanmu

*ini memotivasi diri biar semangat lagi hihi

Life is a puzzle…you need all the small pieces to see the bigger picture ~unknown

ya udah itu aja ya..bye

Wassalam

Menyesal nggak?

Assalamuallaikum

sebenernya draft ini udah rada lama, tapi saya bingung mau kasih judul apa, isinyapun ternyata random banget, apa perlu dibagi beberapa postingan yang berbeda…

biarlah kalian yang ambil hikmah dari tulisan saya menurut versi kalian sendiri…

mamah pusing sama dateline riset…

nulis yang lain aja dulu ya di luar nulis draft paper….

mari…

Pernah menyesal tidak melakukan sesuatu, teryata hal itu mempengaruhi masa depanmu ? Pernah menyesal melakukan sesuatu, ternyata bikin kecewa keluarga?

pernah menyesal nggak jadi beli barang branded yang lagi diskon, taunya pas nyampe rumah baru tau kalau besok udah gak ada diskon lagi? pernah menyesal beli barang online? (sering kali ya ini wkwkwk..)

Pernah menyesal nggak nembak orang itu? pernah menyesal menolak ajakan menikah seseorang ?

Pernah menyesal bertemu seseorang? atau bahkan menyesal baru bertemu dengan orang itu di saat ini, kenapa nggak dari dulu kita dipertemukan?

pernah kali ya…

menyesal nggak?

Kadang-kadang siy, kalau iman lemah…

Saya, paling sering siy kalau lagi buntu, di lab sendirian, menatap nanar layar PC sambil merenung cantik : Ya Allah, kenapa dulu saya mau lanjut s3 ke Luar Negeri ya? ternyata kuliah nggak lebih mudah dari bekerja, malah lebih sulit…kangen nasi padang, nasi warteg, jajanan pinggir jalan yang banyak micinnya juga…hiks…why..why..

Tapi kalau iman lagi tebal,

ya nggak perlu ada yang disesali atau dipertanyakan kembali. Semua sudah kehendakNya, diterima dan dijalani sebaik-baiknya. Selalu ada hikmah dibalik semua yang kita alami, senang maupun tidak…

kok serius amat ya tulisan ini, sesuai suasana hati apa ya?….hmmm…

posting-jangan-posting-jangan-posting…

mari kita posting dan bikin beberapa postingan :p

udah ah, gak jelas banget sayah

Wassalam

Simple Things That Matter

Assalamuallaikum semuanya,

hampir tiap hari nulis ya?

tiap ada ide mau nulis sesuatu, saya tulis di draft, jadinya draft saya banyak. Kalau lagi pengen ya ditambahin dikit-dikit tiap hari, jadinya tulisan saya kaya banyak, draftnya lebih banyak wkwkkw…jadi kalau mau posting ketika draftnya udah dianggap kepanjangan *eh

Mestinya tips ini saya lakukan juga buat tugas lab saya hiks…

Ini sih tips buat para gadis kalau mau menilai karakter cowo berdasarkan hal-hal kecil sehari-hari…

Hal ini menurut saya penting, karena kita nggak mungkin nanya kemudian dapat jawaban sebenarnya…ya kali di saat promosi (sebelum nikah) mau ngaku kejelekannya….

Walaupun kalian lagi dilanda asmara, nggak bisa berpikir jernih dan banyakan pake emosi, please…di cek ricek lagi hal-hal kecil, sederhana, simple ini…

Misalnyapun, kalian punya sahabat cowo, yang melakukan hal-hal simple ini, bisa dijadikan pertimbangan juga, siapa tau ternyata dia jodohmu? kaya kisah ditto dan ayudia, Teman Tapi Menikah….

Tolong aja di jawab dengan jujur beberapa pertanyaan ini..and trust me, laki-laki nggak akan membohongi dirimu dengan tindakan-tindakan kecil ini di masa promosi *kecuali dia baca postingan ini

 

  • Dia gengsi atau nggak kalau bawain tas mu?

hal ini juga sama dengan, dia mau jinjingin sepatu heels kamu kalau suatu saat di depan umum kakimu lecet dan harus dilepas…berasa drama korea ah adegannya *plak

Awalnya saya nggak begitu ngeh sama tindakan kecil ini, akhirnya sangat ngeh sekali ketika terjadi pada diri sendiri…pasti kan ya…

Saya dulu mikirnya, ada laki-laki yang emang kebiasaan aja mau megangin tas cewenya, apalagi tasnya itu girly banget, kalau ransel kan ya biasa lah ya…., ada juga laki-laki yang nggak biasa, no probs.

Memang siy, ada dua tipe cowo itu, tapi ternyata ya ini bisa mengungkapkan sifat mereka yang… mau nggak berbagi tugas domestik di rumah tangga…

lebay banget ya? tapi ini siy menurut saya ya, masih perlu pengujian sample yang lebih besar dan analisis yang ilmiah hihi…

Jadi ya, saya kenal beberapa cowo yang speaknya bagus banget sama cewe, temen sendiri,  cowo yang pernah dekat, bahkan fans juga (definisi fans : dia suka banget, saya nggak). Speak bagus, ganteng-smart-sholeh, tapi, bahkan bantuin cewe buat angkatin tas, yang agak ke-emak2-an model tasnya, dia nggak mau…angkatin loh ya belum ngejinjing sepanjang jalan di Mall.

ya, karena nanti kalau kamu udah menikah dan punya anak, suamimu yang akan megang tas kamu ketika anakmu pengen di gendong. Suamimu yang bakal jinjing tu tas mungil warna pink nge blink-blink sepanjang Mall di hari minggu penuh orang, apakah dia berani mengambil tantangan seumur hidup ini?…

Hei para pria, kalian nggak kasian apa, istrimu udah capek gendong anakmu, bawa tas bayi penuh pampers dan botol susu, dia musti juga bawa tas nya sendiri?….oh iya, ini kasus kalau kamu nggak punya babysitter dan pembantu yang banyak ya :p Walaupun kamu bisa nge gaji banyak pembantu, istri itu makin tambah sayang kalau suaminya bisa membantu di urusan domestik loh…tanya aja kalau nggak percaya

Baru masalah megangin tas aja dia udah jijik dan nggak mau, dan menganggap hal itu hina banget, meruntuhkan harga diri sebagai pria, memudarkan hormon testoteronnya…gimana dia mau bantuin kamu gantiin pampers anak, beliin kamu pembalut di warung depan rumah?

think…think..

 

Commitment is an actnot a word. – JeanPaul Sartre

 

  • Bagaimana dia memperlakukan orang-orang ini…

sama pelayan restoran, kasir, tukang parkir, pengamen, yang jaga toilet umum di Mall, tukang jualan pinggir jalan, orang yang nyalip di saat macet-macetnya

perhatiin aja gimana dia memperlakukan mereka

apakah dia orang yang bersahaja, memperlakukan mereka setara dengan dirinya

apakah dia punya empati tinggi dan humoris, ketika di salip di jalan raya, dia hanya tersenyum sambil bilang : “mungkin dia kebelet buang aer, jadi buru-buru mau pulang…”

apakah dia dermawan, dengan ngasih tips atau bayar lebih ke orang-orang ini

apakah dia orang yang kasar, dengan keluar kata-kata makian ketika kehadiran mereka dirasa menganggu dirinya

perhatiin aja…perhatiin…

 

  • Siapa yang bayarin makan kalian berdua di awal kencan?

Apakah dia semua

Apakah berbagi bills, bagi 2 gitu..pukul rata walaupun banyakan si cowo yang makan

Apakah bayar masing-masing sesuai yang kalian pesan…..kalau kamu nge-date sama cowo Jepang, ya siap-siap ini, nggak ada juga acara antar-jemput dari dan ke rumah :p

Apakah kamu, si cewe, yang bayar…(ditambah si cowo juga bungkusin makanan buat orang rumahnya…entah ini kamu merasa lagi ikutan acara reality show berbagi sedekah atau gimana)

Perlu dibahas nggak siy ini, kayanya udah clear kan ya…jelas, terang benderang….

Apapun pilihannya, kamu wajib cerita sama temen dan minta pendapat mereka apakah hal ini wajar atau tidak.

mikir…mikir…

 

  • Dia mau nggak ngabisin makanan pesananmu yang nggak habis kamu makan?

hal ini mungkin teruji di kala menjalani hubungan 3 bulan ke atas kali ya, tapi monggo dicoba saat kencan pertama…cowonya langsung pulang duluan atau gimana gitu, kabarin saya ya …wkwkkwwk

bukan ngabisin makanan di piringmu ya, nggak boleh makan nggak habis itu, dosa! :p

tapi misal kamu pesan ayam 10 potong, ternyata kamu kekenyangan dan menyisakan 2 potong *nafsu sis… kamu minta dia ngabisin, karena dibungkus bawa pulangpun nanggung…dia mau nggak ngabisin, demi sayangnya sama kamu….

atau…dia malah bilang : “heh, jadi cewe jangan manja…aku kan abis 30 potong, masa 10 aja gak bisa…abisin sana…” *kemudian menggembul bersama

ini penanda apa ya…sek sek mikir dulu  *gubrak

mungkin bisa dijadikan penanda apakah dia mau berbagi beban nggak, jangan mau di saat senang aja kan…apakah dia juga mau berbagi di saat sedih, di saat kerjaanmu lagi banyak…mau ikutan begadang pas anak masih bayi nggak?…eh jangan salah, ada loh yang nggak mau… *curcol buuukkk?

cek dulu…cek dulu…

 

  • Apakah dia suka anak-anak?

bukan pedopil ya ~~”

segimana senengnya dia sama anak-anak, sama ponakan, sama anak kecil yang dia temuin.

apakah anak-anak cepet akrab sama dia, anak-anak itu bisa merasakan niat orang itu tulus atau nggak loh…mereka reviewer terbaik kalau soal ketulusan hati orang lain

bagaimana dia memandang anak-anak, anak-anak itu penganggu kah, gak penting, atau malah kepengen segera punya *eh

kriteria seorang suami itu bukan sekedar ganteng,  pinter, alim…tapi juga dia penyayang nggak, family man nggak

iya nggak…iya nggak…

 

  • Apakah dia punya binatang peliharaan atau seneng melihara tanaman?

Kalau dia bisa melihara makhluk hidup, berarti dia punya sifat sabar, peyayang, lemah lembut, telaten, dll

Kalau dia bisa merawat makhluk hidup, berarti dia bisa merawat dirimu dan anak-anakmu kelak…*eaaaakkk

Kadang dulu sering dengar ada yang ngetest cowonya dengan menitipkan hewan piaraannya atau tanaman kesayangannya untuk dirawat sama si cowo, dibawa kerumah si cowo. Apakah setelah beberapa minggu masih sehat, hidup dan bernafas?….

 

  • Apakah dia punya hobi yang hobi banget?

Maen games, ngoleksi diecast, ngoleksi action figures, dll., dll.

Bisa dipastikan, mereka tipe setia, soalnya kalau nggak bareng kamu, ya mereka sibuk sama hobinya. Malah bisa jadi kamu dinomer duakan. Sabar ya sist…

hmm..hmm…

 

Akhir kata, semua ini belum teruji secara ilmiah, jadi jangan dipercaya mentah-mentah, kalian tetap harus cek dan ricek dan saya cuman ngingetin loh ya, kalau kalian para gadis nggak masalah, ya nggak usah dipikirin tulisan saya ini…resiko di tanggung masing-masing kok dalam pernikahan, santai…

 

The little things matter the most to a good woman because it shows you take the time out to actually show that you care. Just a simple, “hey beautiful” goes a long way. ~DeAndre Carswell-Copyrighted Content, Just Quote

Wassalam

Stop using “Terserah”

Assalamuallaikum,

Mau bahas kata sakti yang keluar dari mulut perempuan yang tidak disukai pria, yaitu

T E R S E R A H

“Mau jalan kemana?”

“Mau makan di mana?”

“Mau ngapain kita malam minggu ini?”

are you girls still using this word? please try to stop

Banyak pria yang cerita ke saya, mengeluh tepatnya, ketika para perempuan bilang “terserah…” Kata ini, terserah, itu nggak bisa diartikan sama otak pria, giliran prianya yang nentukan pilihan, perempuannya juga nggak mau.

“mau malam minggu kemana?”

“terserah…”

“nonton yuk..”

“nggak ah, nggak ada film yang seru…”

“makan di samping polres aja yuk, ada seafood yang baru buka di sana, katanya enak…”

“nggak ah, katanya mahal…

30 menit kemudian

“yawdah, jadi maunya kemana?….”

“terserah…”

……….. *kalau wajahnya nggak mirip dian satro, udah ta putusin *cewe cantik mah bebas

 

jadi maunya cewe apa???….

maunya dinikahin *plak

mungkin mau nyiksa cowo aja kali ya…

 

berhubung saya cewe yang nggak tau diri, kadang suka nggak behave, jadi saya jarang bilang terserah…kecuali pilihannya emang seru, emang enak…

Beberapa cowo (beberapa itu nggak banyak ya gaes, cukup pake satu tangan ngitungnya….tangan kaki seribu…nggak ding) yang jalan sama saya biasanya suka bilang gini : salah satu yang saya suka sama kamu itu, kamu nggak pernah bilang “terserah”, kamu tau maumu apa…dan itu bagus…

cowo seneng sama cewe yang tau maunya apa

hal sepele adalah milih tempat jalan dan tempat makan, yang ini aja masih bilang terserah apalagi hal-hal lebih penting seperti cita-cita, karier dan pernikahan nantinya.

 

bukannya kalian itu penikmat drama korea yang penuh mimpi *saya dulu juga gitu kok

kalau kalian drama k lovers berarti punya referensi gimana jalan seru, nge-date seru kan?

 

dulu, tiap deket sama orang saya punya list…*kebiasaan saya itu adalah membuat list untuk apapun…list mau melakukan hal-hal seru bareng

daftar nge-date yang seru, campuran drama korea-drama thriller sci-fi dan sedikit tarian keliling pohon ala film bollywood wkwkwkwk…

nah ketika saya jadian sama cowo, saya udah punya list nih…berhubung cowonya ternyata nggak jelas…akhirnya list itu cuman sekedar angan…

habis putus, sebulan, saya deket lagi sama cowo, masih PDKT siy…hampir tiap sore jalan, mau bareng temennya, berdua aja, dan serunya, semua list yang dulu saya pengen sama mantan sebelumnya, saya lakukan bareng dia…kan diskusi dulu maunya kemana, tapi semua yang saya ajuin, dijabanin….

oo..kamu ketauan…ternyata lelaki ini hanya pelarianmu saja… *sambil nyanyi dangdut

listnya apa aja?

nanti ada yang ngambek, nggak deh terimakasih….

 

Intinya, jangan jadi cewe terserah…kalau kamu mengutarakan kepengenmu apa, dan takut bakal di judge negative sama si cowo atau gebetanmu…kan masih bisa di diskusikan…bakal tau juga kan nilai si cowo itu gimana di depanmu

Laki-laki yang masih tahap pedekate mah bakal bilang IYA *fufufufu…

Laki-laki yang udah deket lama, bakal nggak gengsian kalau lagi nggak punya duit, susah lah pergi kesana, dll, dan bakal kasih alternatif tempat lain…intinya kompromi aja siy, asal kamunya bukan cewe alay yang suka ngambekan

 

“bang…mau candle light dinner di restoran A”

…….terdiam……*abang periksa dompet *dalam hati : {kita makan dirumah aja yuk neng, malam ini jadwalnya listrik padam di rumah, kan sama, pake lilin juga neng…}

cewe idaman : “nggak papa bang, kalau abang ada rejeki aja”

cewe idaman : “abang bisa kan bang…neng bisa sakit kalau nggak makan di sana bang..”

cewe idaman banget : “neng aja yang bayar bang, gantian kan minggu kemaren abang jajanin eneng pentol bakso…”

 

sekian tulisan yang gak bermanfaat ini, nggak ada lesson learnednya kayanya, sekali-sekali….

Wassalam

 

Pilih yang rajin Ibadah atau yang Baik?

Assalamuallaikum,

Selamat hari Jum’at, semoga kita selalu dalam keberkahan Allah SWT aamiin…

tadinya judul artikelnya itu “Akhlak dan Ibadah” tapi kayanya bakal banyak yang bingung kenapa musti masuk ke folder “Finding Soulmate”.

Cerita ini bener-bener based on pengalaman pribadi, dan dikemudian hari saya menemukan nasehat yang menjelaskan semuanya. Dan, minggu lalu, sebelum saya dan Ajibkun jatuh sakit, kembali diskusi soal ini muncul ketika saya ngobrol-ngobrol sama beberapa sahabat, baik yang di Jepang maupun yang di Indonesia. Jadi, saya pikir sebaiknya cerita ini dibagi saja agar bisa jadi pembelajaran dan nasehat buat kita semua

Kenapa nampaknya saya selalu menemukan cowo nggak bener? kalau bener kan pasti masih langgeng menikah, atau sudah dinikahi bukan sekedar dipacari ya hehehehe….

Dahulu…

saya mengira, mencari calon suami itu yang rajin beribadah, sholat lima waktu, melakukan ibadah sunnah rutin, mengajinya baik, bisa menjadi imam saat sholat berjamaah dan lainnya titik.

jadi saya hanya fokus hal itu tanpa melihat yang lainnya, yaitu akhlak yang baik kepada orang lain, bagaimana muamalahnya…

Jadi ketika saya dekat sama orang yang rutin tahajjud, saat itu saya belum rutin, walaupun dia nggak pernah menghargai saya, selalu berkonflik dengan orang sekitarnya. Ya saya tetap aja di samping dia, yang penting rajin ibadah!

Ketika saya dekat sama laki-laki yang bacaan Qur’annya bagus, wakil MTQ dari daerahnya untuk mewakili kejuaraan nasional, walaupun dia suka bohong (selingkuh termasuk bohong juga kan…) dan suka menganggap rendah orang lain. saya tetap di sampingnya, yang penting ngajinya jago!

mereka nggak usah ditanya ya ibadah wajibnya, saya masih belum apa-apa dibandingkan mereka

Karena akhirnya dikecewakan, saya hanya fokus yang sifatnya baik saja, nggak penting ibadahnya..

bahkan saya pernah dekat sama cowo yang mantan tukang dugem, mantan loh ya…dia yang sering nemani saya buka puasa senin-kamis, tapi dia nggak puasa. Ketika kami memutuskan udahanpun, walaupun nggak secara gamblang udahannya, lah wong saya nggak merasa jadian *eh… dia selalu bilang : saya nggak pantas sama kamu

pernah sama yang mantan muslim, mantan lho…dulu dia non muslim trus belajar agama Islam, sampai dia bisa mengaji dan mengimamin orang sholat, kemudian kembali keluar dari Islam karena suatu peristiwa. Ketika kami dekat dia sudah bukan muslim…tapi baik, sangat baik, sampai saya sebagai muslim suka malu sendiri, kok kayanya saya nggak mencerminkan agama saya nih….saya masih jahat, iri dengki, ngomongin orang, nggak sabaran, dll.

Kemudian….

Ketika saya dikenalkan sama beliau ini….eaaaak, ujungnya kesitu lagi-kesitu lagi. habis gimana yaaa…makin cinta siy…*nutup muka pake kerudung……*plak *istigfar

Mak comblang saya menasehati kami berdua, “Ibadahnya seseorang itu masih bisa diperbaiki, ditambah, dirutinkan, dijadikan kebiasaan. Tapi jika karakternya (akhlaknya) sudah tidak baik, sulit merubah” …..gambarannya begitu ya, soalnya saya lupa kalimat lengkapnya

Kami berdua ini punya pengalaman sangat buruk akibat perlakukan mantan pasangan yang tidak sesuai norma agama dan norma yang berlaku di masyarakat, bukan pembelaan tapi begitulah faktanya. Jadi kami sangat waspada, serba curiga, tidak mudah percaya dan yakin sama promosinya sahabat kami sendiri.

Sahabat kami ini mengenalkan beliau ke saya di awal itu ngomong ini aja : orangnya baik dan sholat (nggak bilang sholatnya rajin atau nggak, ibadah lainnya gimana, nggak cerita)

Sahabat kami ini cerita ke beliau tentang saya, di awal itu : dia bisa memperlakukan yang lebih tua dengan baik…

Sahabat kami itu cerita gimana saat dia datang ke ruang kerja saya, trus saya jadi kikuk dan salting karena ada senior datang ke ruang kerja, sampai-sampai saya persilahkan  duduk di kursi saya, kursi atasan. Ibaratnya, sama bawahan yang lebih tua aja dia berlaku begitu, bagaimana dengan orang tua dan mertua…. *kurang lebih begitu, maaf ya kalau salah, nanti di edit hihi…

dan saya bener-bener gak inget kejadian itu….yang saya inget adalah, saya merasa nggak pantas berada di ruangan dan kursi itu……siapa sih saya, remahan rempeyek aja kok…

Sebelum kita bahas lebih lanjut, kita cari tahu dahulu definisinya ya

Ibadah adalah sebutan yang mencakup seluruh apa yang dicintai dan diridhai Allah Azza wa Jalla, baik berupa ucapan atau perbuatan, yang zhahir maupun yang bathin.

Ibadah dari sifatnya terbagi menjadi ibadah hati, lisan, dan anggota badan. Rasa khauf (takut), raja’ (mengharap), mahabbah (cinta), tawakkal (ketergantungan), raghbah (senang), dan rahbah (takut) adalah ibadah qalbiyah (yang berkaitan dengan hati). Sedangkan tasbih, tahlil, takbir, tahmid dan syukur dengan lisan dan hati adalah ibadah lisaniyah qalbiyah (lisan dan hati). Sedangkan shalat, zakat, haji, dan jihad adalah ibadah badaniyah qalbiyah (fisik dan hati). Serta masih banyak lagi macam-macam ibadah yang berkaitan dengan amalan hati, lisan dan badan.

Akhlak adalah Tingkah laku yang lahir dari manusia dengan sengaja, tidak dibuat-buat, dan telah menjadi kebiasaan. Ada akhlak baik dan akhlak buruk.

Akhlak yang dianjurkan Al-Quran terhadap lingkungan bersumber dari fungsi manusia sebagai khalifah. Khalifah menuntut adanya interaksi antara manusia dan alam.

Tujuan akhlak sendiri adalah menghasilkan nilai yang mampu menghadirkan kemanfaatan bagi manusia, bukan nilai materi. karena Akhlak adalah salah satu dasar bagi pembentukan kepribadian individu

(sumber : http://www.bacaanmadani.com/2016/10/hubungan-antara-aqidah-ibadah-dan-akhlak.html)

Saat ini, saya jadi tahu…

“Orang mukmin yang paling sempurna imannya ialah mereka yang paling bagus akhlaknya”. (HR. Muslim)

bahwa iman dengan ibadah, amal sholeh dan akhlak mulia itu segaris lurus (republika.co.id)

bahwa sholeh dan sholehah itu yang akhlaknya baik (Ustd. Hanan Attaki)

Dengan demikian, untuk melihat kuat atau lemahnya iman dapat diketahui melalui tingkah laku (akhlak) seseorang, karena tingkah laku tersebut merupakan perwujudan dari imannya yang ada di dalam hati. Jika perbuatannya baik, pertanda ia mempunyai iman yang kuat; dan jika perbuatan buruk, maka dapat dikatakan ia mempunyai Iman yang lemah (http://www.bacaanmadani.com/2016/10/hubungan-antara-aqidah-ibadah-dan-akhlak.html)

Berarti…

sebelum ini yang saya kira dia rajin ibadah…hanyalah sebagian kecil dari definisi ibadah

yang saya liat akhlaknya, hanya sebagian kecil dari definisi akhlak yang sesungguhnya…

 

Pelajaran yang bisa diambil adalah….

kita harus melihat sosok calon pasangan kita secara menyeluruh…

komprehensif, kalau kata org plano mah…

yang terutama adalah akhlaknya, muamalahnya…karena dua hal itu adalah cerminan dari Ibadahnya…..

Jadi, kalau ada yang masih ragu-ragu apakah calonnya kelak bakal menjadi pasangan yang baik dalam pernikahan…di cek ricek dulu…

apakah dia pernah mandiin dan ngurusin neneknya yang sudah tua?….fufufufu…biar alay-alay gini juga, saya pernah *pasang kacamata item

Nggak usah takut, kalau ternyata hasil cek riceknya negatif, selama Allah bersama kita, nggak ada yang perlu ditakutkan… Inshaa Allah akan diganti dengan yang jauh lebih baik…pengingat buat saya juga

Wassalam

 

Memilih di antara 2

Assalamuallaikum,

Salah satu  pertanyaan terbanyak ke saya setelah bertanya soal kekuatan doa dan sepertiga malam.

“Apa siy tanda-tandanya setelah istikarah dilakukan? lewat mimpikah?”

saya bukan orang alim, saya masih belum apa-apa soal ibadah. saya cuman cerita berdasarkan pengalaman 18 tahun sholat istikarah setiap mengambil keputusan hidup yang penting

Istikarah pertama

Awal saya sholat istikarah itu tahun 2000 kalau nggak salah, saat saya harus memutuskan apakah saya terus lanjut kuliah di S1 teknik sipil yang udah dijalani selama 1 tahun, dimana saya masuk lewat jalur PMDK, alias nilai raport SMU…dimana saya salah masuk jurusan, semestinya saya daftar di Arsitektur tapi salah masukin kode jurusan

ataukah ambil kuliah antropologi UNxxx salah satu Univ Negeri terbaik di Bandung, saya lulus jalur UMPTN IPC pilihan ketiga dan lintas region sehingga nama saya dipampang lebih besar dibanding yang lain di koran pengumuman, sebagai pembuktian juga bahwa saya bisa lulus UMPTN, dulu jalur PMDK agak dinyinyirin….kalau kata teman-teman di sipil saat itu, mau ngetest seberapa sayangnya kami sama kamu kan? bahkan gebetan saya aja sampai nanya langsung sama saya (karena kami nggak pernah ngobrol sebelumnya) dan memperlihatkan kekecewaannya saat tau saya ikut UMPTN dan lulus.

untuk para anak-anak millenials, gugling aja ya apa itu PMDK dan UMPTN hihi…

Tandanya apa kalau di jawab sholat Istikarahnya? setelah sholat ya saya cari tau semua hal tentang antropologi, bahkan saya berhari-hari bolak balik perpustakaan daerah hanya untuk buka-buka buku dan arsip tentang antropologi, tanya sama keluarga di Bandung apa saja bidang pekerjaan yang bisa dilakukan para lulusan antrop. Karena dulu bibi adalah mahasiswa antrop UNxxx dan mamah juga sering bergaul sama anak antrop UNxxx, jadilah bisa dapet gambaran bagaimana kehidupan kuliah dan mahasiswanya…..saat tahun ’70an   *gubrak

Saya pertimbangkan baik buruknya kalau lanjut di teknik sipil.

Pertimbangan paling berat itu adalah, kalau saya lanjut di sipil masa depan jodoh nampak suram, kalau nggak saya naksir orang non muslim, atau cowo-cowo yang naksir saya pada takut pedekate secara Papap itu dosennya mereka….*pembaca geleng-geleng karena alasan yang cetek

Kalau ke Bandung kan masa depan jodoh optimis cerah….nggak s1 nggak s3, tujuan sekolah adalah mencari jodoh…ckckckck *kemudian para pembaca unfollow blog saya

saya merasa lebih berat jika saya menjalani yang baru di bandung, kan lagi sayang sayangnya….*hapacoba

Akhirnya saya terus di sipil hanya gara-gara saya udah klop sama teman-teman seangkatan, alhamdulillah banyak keberkahan setelahnya.

salah satu tanda pilihan istikaharah kita sesuai kehendak Allah, banyak keberkahan setelahnya

Istikarah kedua

Setelah itu saya istikharah keduanya saat akan memutuskan menikah pada pernikahan pertama, jawaban istikaharahnya itu : TIDAK.

taunya dari mana? ini mah langsung setelah sholat istikharah, saat berdoa, langsung masuk ke hati bahwa hal ini sebaiknya TIDAK dilakukan, nggak usah menikah.

tapi saya ngotot terus lanjut menikah

persiapan menikah banyak terjadi chaos dan nggak sesuai seperti kebanyakan orang lain melakukan persiapan, bagaimana calon suami dan keluarganya bersikap dll. detilnya nggak usahlah diceritain…aib…*mamah citra sadar juga ya, dikira blog ini ajang buka aib masa lalu *plak

salah satu tanda pilihan istikaharah kita tidak sesuai kehendak Allah, hilang keberkahan setelahnya

kalau Allah bilang nggak, dan kamu ngotot sama keinginanmu sendiri…pelan-pelan keberkahan hilang…liat aja seberapa lama pernikahan saya bertahan…

Istikaharah ketiga

Ketika memutuskan bercerai. Ini saya butuh 1 bulan penuh berpuasa dan istikharah, memutuskan mengakhiri suatu ikatan yang kuat itu nggak semudah yang kalian kira.

jawaban istikharahnya gimana? Selama saya istikarah itu, semua hal-hal yang tidak baik terbongkar, dari mana-mana ngasih kabar. Walaupun saat itu posisi saya di Kalsel dan mantan suami di Kaltim.

Semua orang yang saya temui untuk dimintain nasehat, mendukung penuh keputusan saya berpisah. Bahkan penasehat pernikahan juga.

Akhirnya saya yakin untuk berpisah

selama proses pengurusan cerainya, yang kata orang-orang sangat ribet dan melelahkan, karena saya PNS jadi aturannya lebih ribet. ternyata saya jalani sangat lancar dan mulus. yang orang-orang bilang, surat izin atasan (salah satu syarat untuk dimasukkan ke PA) biasanya keluar dalam hitungan tahun, proses saya cuman 2 minggu. bayangkan saudara-saudara….

ini juga salah satu tanda bahwa keputusan kita sudah sesuai dengan jawaban istikharah, dilancarkan semua hal setelah kita mengambil keputusan.

Saya jarang banget sholat Istikharah, makanya hapal kan yang pertama, kedua, ketiga.

Tapi setelah itu, saya banyak istikharah soal masalah jodoh…wah udah nggak kehitung dah berapa kali….*plaaak, laku banget ya mah….

karena setiap dekat sama cowo, di kenalin sama cowo yang udah niat nikah, saya pasti Istikharah, 1-3 kali udah nampak tanda-tandanya

misalnya, keliatan sifat aslinya yang nggak bisa saya tolerir lah, kesulitan komunikasi, kesulitan ketemuan berikutnya, banyak nggak nyambungnya, nasehat rekan dan sahabat tentang orang ini, ada temen yang sengaja dateng ke kantor saya hanya pengen bilang : sebaiknya nggak usah sama si A, mendapat informasi baru dari orang lain tentang cowo ini, bahkan saya sehabis sholat kemudian buka Al Quran, saya kebuka halaman yang terjemahannya itu mengisyaratkan saya sebaiknya nggak melanjutkan.

kalau lewat mimpi saya jarang ya

banyak tandanya, tapi apakah kita mau mendengarkan tanda itu, atau masih keras kepala sama pilihan sendiri?

Istikharah terbaru saya yang paling berkesan adalah saat saya harus memilih menunggu jodoh atau lanjut sekolah, mencoba ikut test untuk kuliah di Jepang atau nggak, sama memilih lanjut dikenalin sama beliau ini atau nggak.

Ketika keinginan saya lanjut s3 makin besar, besar juga gelombang lelaki mendekati dan banyak yang agak mikir keras ketika saya bilang pengen lanjut sekolah. Jadi saya pikir, sebaiknya nggak usah dulu sekolah, menikah aja dulu…sekolah nanti-nanti aja, atau nggak usah. Tapi ketika saya Istikharah menanyakan hal ini sama Allah

besoknya, langsung deh…tiba-tiba salah satu atasan saya bilang gini ke saya di saat kelar meeting : “Citra, sekolah aja dulu ya…nggak usah mikir yang lain dulu”.

Ituuu saya nggak bahas soal jodoh atau apa loh yaaaaa….ujug-ujug nyamperin dan ngomong gitu, atasan saya ini cewe

Terus malamnya, ade saya nelp…pas gitu bahas soal sekolah dan jodoh, dan dia nasehatin saya untuk menjalani keduanya dengan sebaik-baiknya, berproses untuk persiapan sekolah, juga tetap membuka diri sama laki-laki. dimana lebih menekankan untuk terus persiapan sekolah.

dan lihatlah sekarang, Allah kasih kesempatan untuk sekolah, dan bisa ketemu jodoh juga. Alhamdulillah

Saya bener-bener nggak mau sekolah di Jepang, dengan segala cerita-ceritanya yang menurut saya, saya nggak bakalan sanggup menjalaninya, belum lagi saya mencari negara yang ramah anak dan single parent…denger-denger di salah satu negara di Eropa.

Tapi ketika saya disuruh sama Dekan saya saat itu untuk berangkat interview ke makassar, dimana saya baru aja pulang dari lampung, yang mana sebelumnya saya baru road show di kaltara, lelah untuk packing lagi….saya Istikharah, lalu saya berangkat ke makassar.

Jalannya dimudahkan, orang lain interview 20-30 menit, saya 10 menit disuruh keluar….*gubrak

test beasiswa dilancarkan, saya kepengen beasiswa LPDP tapi calon Univ saya nggak ada dalam list LPDP, eh taunya muncullah skema beasiswa BUDI-LN kerjasama dikti-lpdp, jadi keinginan saya bisa terwujud

saya mendapat informasi baru bahwa negara Jepang sangat aman dan lingkungannya baik untuk membesarkan anak, benar-benar saya butuhkan karena saya bakal berdua aja sama Ajib kun.

Orang tua juga mengizinkan saya membawa Ajib kun, karena nggak terlalu jauh dibandingkan Eropa, bisa lah pulang pas lebaran *kaya mudiknya naik kereta ajaa…

banyak keberkahan, walaupun di awal saya nggak mau kuliah di Jepang, memikirkannya pun nggak

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”
(QS. Al-Baqarah : Ayat 216)

ketika sama beliau, ini Istikharah terbanyak saya selama belasan tahun berpengalaman

saya baru pertama dikasih kabar sama mak comblangnya aja, saya udah Istikharah semingguan….wkwkwk

saya ketemu lagi sama beliau, saya Istikharah lagi berkali-kali

saya ketemu bertiga sama mak comblang dan beliau, saya Istikharah lagi berkali-kali

beliau ketemu ortu saya, saya Istikharah lagi berkali-kali

saya balik ke jepang, masih Istikharah beberapa kali

makanya beliau bilang, udah cukup Istikharahnya….wkwkwkkw

selama proses ini ya lancar aja semuanya, ngatur jadwal ketemu juga bisa, padahal waktu saya di Indonesia pas ambil data itu sangat singkat, tapi masih bisa ketemu beberapa kali, sampai nganter ke bandara.

Keluarga gak ada masalah, ortu dan camer bisa akrab. Alhamdulillah

Semua orang disekeliling saya senangnya luar biasa, bahagia gitu….mulai dari keluarga mamah, keluarga papap, tetangga, rekan kerja (yang tau), sahabat (yang tau), dll, dll. Saya baru ini merasakan atmosfir semua orang bahagia dan menunggu hari H. Saya merasakan didoakan sama banyak orang, terimakasih ya semuanya…

Pada capek juga kali liat saya yang kemana-mana sendiri, gak jadi mulu sama orang…di Jepang ngurus alif sendirian…khawatir….jadinya pas yang ini…semua bahagia, pada bernafas lega…akhirnya yaaaa citraaaa….

Semoga Allah ridho aamiin….

Jadi, kalau bingung atau galau, serahkan sama Allah aja yang mana yang terbaik….

Wassalam

ps : fyuh postingannya panjang kali…