Month: July 2017

Pass Away

Jumat, 21 July 2017

kali ini #thougthoftheday nya bukan quote…

Dear all,

sebelumnya, turut berduka cita dulu untuk lead singernya Linkin Park yang hari ini diumumkan meninggal dunia karena gantung diri…dia lagi berjuang dengan ketergantungannya sama drugs dan alkohol…

duuh suara almarhum dengan lengkingannya yang tinggi itu, ¬†rapnya mike shinoda dan musik LP itu menemani masa-masa kuliah dulu yaa kan…

ngomong-ngomong soal kematian…(okeh, pas banget hari jumat…hapacoba)

Salah satu hal terberat ketika memutuskan untuk melanjutkan sekolah ke Luar Negeri adalah saat kerabat dan keluarga kita dipanggil Allah di saat kita sedang berada ribuan kilometer jauhnya dari Indonesia.

Berhubung orang Indonesia di sini itu nggak banyak, jadi rasanya setiap bulan ada kabar duka dari salah satu sahabat di sini yang keluarganya meninggal dunia di tanah air, entah mertua, orang tua dan lainnya, bahkan dibulan ini lebih dari satu kabar duka.

Hal ini juga terjadi sama saya, ketika adik ipar kesayangan saya meninggal dunia karena serangan jantung…mmm..saya bakalan nangis kalau kalau inget almarhumah, mending nggak usah ya…tapi bukan itu yang mau saya share dengan kalian (sedih-sedihnya cukup kami sekeluarga aja yang tau ūüôā )..

Yang mau saya share itu how to deal with it ketika jauh..

Solusi yang baik memang pulang, tapi tidak berada bersama almarhum/almarhumah di saat-saat terakhir itu…bikin heartbroken… ūüė¶

dan bagaimana jika keuangan dan kondisi tidak memungkinkan?… semakin sorrowful ūüė¶ nangis sendiri dirumah, dilab, dimana aja yang ada keingetan…

inget banget, almarhumah adik ipar selalu nanya ke saya langsung atau ke mamah saya : kapan bisa ketemu teteh lagi ya? bisa ketemu teteh lagi nggak ya? …. dulu saya selalu bilang, ya nanti bisa laah, orang sebentar aja…

tapi ternyata Allah punya rencana lebih baik…

Akhirnya, doa adalah obat terbaik, tetap komunikasi sama keluarga di Indonesia juga…

sebenernya saya juga belum tau how to deal with it…tapi untuk kalian yang mau melanjutkan sekolah atau kerja di Luar Negeri, salah satu persiapan mentalnya adalah hal ini…

sudah siapkah?

Advertisements

Buah-buahan di Jepang

Selasa, 11 Juli 2017

Sejauh ini buah yang sudah saya icip di Jepang adalah

  • Strawberry : manis, besar..banyak di musim semi
  • Jeruk : jeruk disini rasanya asli seperti jeruk yang sedikit masam dan sedikit manis -di Indonesia kan manisnya kaya gula baru dibilang jeruk manis ^^‚ÄĚ), berhubung Ehime terkenal sebagai penghasil jeruk maka hampir sepanjang tahun selalu ada jeruk, namun puncaknya sekitaran autum dan winter (oktober-maret)
  • Kaki alias kesemek : penampakan luarnya oranye, kaya tomat gitu tapi oranye, tapi dagingnya tebal dan ketika dimakan kaya apel, pas dimakan manis banget‚Ķ
  • Melon : motong nya nggak keras dibandingkan saya biasa ngupas melon di Indonesia, dagingnya lembut
  • Nenas : yup ada nenas, dan kulit durinya yang suka kita buang kalau lg motong nenas itu, disini sedikit bahkan hampir nggak ada, rasa nenasnya manis‚Ķbaru pertama ini saya ngerasain nenas manis, kalau dikupas dan nggak dikasih garam (biasanya di Indonesia, garam perlu dilumuri dulu, supaya getahnya nggak bikin gatel di lidah sehabis makan nenas
  • Alpukat : dagingnya tebal, bijinya kecil, dan kalau mateng nggak ada ulat maupun coklat-coklat dagingnya, nggak
  • Anggur : harganya lebih murah dibandingkan semangka wkwkwk
  • Semangka : kadang kalau nemu yang harganya murah..masukin kulkas, makannya pas pulang dari lab seharian, duuh..maka, nikmat mana lagi yang kau dustakan‚Ķalhamdulillah..

Dan masih banyak buah lain yang nggak bisa saya sebut satu persatu…karena lupa wkwkwk…

Intinya ya, buah-buahan disini itu kualitasnya jauh lebih baik dari yang pernah saya rasakan di Indonesia…harga memang relatif lebih mahal dibandingkan di Indonesia, apalagi kalau dikonversi kurs yen ke rupiah. Tapi, dengan kualitas yang baik, orang juga nggak akan sayang untuk beli, petanipun ikut sejahtera karena harganya yang bagus dipasaran.

Daaan…yang paling saya suka, saya bisa bikin salad buah andalan dengan mudah, karena buah-buahnya gampang didapat dan harganya terjangkau…secara di Indonesia bahannya buah import…mungkin kalau bikin rujak di Jepang agak susah :p

Buah apa yang paling saya kangenin yang ada di Indonesia dan nggak ada di Jepang?

  • Buah tiwadak alias cempedak, kulitnya di rendam air garam (jadi mandai), lalu dimasak sambel goreng mandai…makannya pakai nasi putih hangat, uwow…
  • Durian, saya belum nemu yang dijual langsung, tapi bisa pesan online walaupun nggak selalu ada, dan harganyapun mahal cynn…mudahan nanti ada kesempatan nyicip durian di Jepang, dibikin kuah santan untuk kolak atau ketan srikaya durian…yumm…

SUMMER itu…(2)

Selasa, 11 Juli 2017

Waktunya makan es krim….

es krim serut yang dikasih syrup warna warni, pop sicle, dan sejenisnya…orang bisa ngantri di supermarket gara-gara mau nyetok es krim dirumah….anak-anak bahagia karena nggak dilarang banyak makan es krim…

Waktunya makan buah semangka…

hanya di Jepang, harga buah semangka lebih mahal dibandingkan Anggur..hahaha…harga 1 buah semangka bisa 200-300k oh…bahkan ada yang sampai 800k, entah itu isinya apaan…bersyukurlah di Indonesia bisa ngerasain semangka sepanjang musim, dengan harga 5k per kilonya…

Waktunya pakai sendal! 

Simpan semua pakaian tebal, sepatu sneakers, dan mulai pakai sandal‚Ķuye!¬†Nihonjin udah pada pakai celana pendek, rok pendek, tshirt tipis lengan pendek, kadang yang cewe udah pada pakai tank top‚Ķ¬†Kekampus juga saya liat banyak mahasiswa yang pakai celana pendek, celana semata kaki‚Ķternyata nggak masalah, bahkan ke lab bisa pakai sandal.¬†Ya masa mau maksain pakai pakaian lengkap dan resmi saat natsu begini…

 

SUMMER itu….

Selasa, 11 Juli 2017

Summer di Jepang dimulai antara akhir bulan juni hingga akhir bulan September, bulan ini sudah mulai musim panas, temperatur sudah mulai 30-33 derajat celcius. Katanya siy, puncak musim panas atau natsu (~Nihongo) ada di bulan Agustus dengan temperatur bisa mencapai 37 derajat…uwow..

Gimana siy rasanya natsu?

Sebelumnya saya bener-bener nggak tau, sebelumnya saya cuman merasa musim panas yang sama dengan di Indonesia…so, I think I can handle it…tapi, ternyata karena tingkat kelembaban yang lebih tinggi dibandingkan dengan di Indonesia, maka natsu di Jepang itu panasnya lebih dibandingkan di Indonesia.

Di Indonesia, temperatur tinggi ada di kisaran 32-33 derajat celcius (~Samarinda), panas terik, namun angin yang berhembus masih sejuk. Jadi kalau misalnya di rumah nggak punya AC ataupun kipas angin, buka jendela aja sudah cukup bikin sejuk ruangan.

Di Jepang, temperatur tinggi ada di 37 derajat celcius (jadi panasnya Indonesia itu cuman remah remah lembaran nori doank…), kadang mendung seharian dan nggak ada matahari muncul, namun…angin yang berhembus itu kering dan panas, nggak berhembus aja siy, udara yang diam aja panas bok…kalau di dalam rumah, sangat disarankan bahkan wajib nyalain AC (siang-malam) demi mencari kesejukan *halah, dan jangan coba-coba buka jendela…saking panasnya udara luar dan nggak ada sejuk-sejuknya.

Beberapa teman Nihonjin (orang jepang) saya agak terkejut juga, ketika saya cerita gimana panasnya Indonesia dibandingkan di Jepang saat natsu, secara Indonesia itu terkenal puanas banget dikalangan orang Jepang, padahal mah ya….

 

 

What am I doing at the weekend?

Selasa, 11 Juli 2017

yeii, new post…

Insya Allah mau mencoba konsisten menulis di blog, kalaupun nggak sempet tiap hari, kayanya bakal dirapel hihi…

oke, pertanyaan yang musti dijawab

karena niatan menulis blog di akhir pekan nggak pernah kesampaian…

jujur aja yah, pengeeen banget hari sabtu-minggu itu bisa tidur, istirahat, nggak ngapa-ngapain…atau kalaupun kepengen, bisa dilab, nginep kalau perlu….bawa alif …ha!

namun, semakin lama disini, hari sabtu-minggu itu biasanya diisi sama kegiatan bersosialisasi dan beberes rumah.

kalau nggak ada jadwal keluar biasanya waktunya beresin rumah, nyuci, nyetrika, belanja 2 mingguan ke beberapa supermarket (secara nyari yang murah, dan gak satu tempat barangnya murah semua…demi), masak beberapa masakan kemudian masukin kulkas utk semingguan, nyobain resep baru, sama ngerjain PR Nihongo, karena private lessonnya hari senin pagi hihi….

kalau ada jadwal bersosialisasi, lebih capek lagi karena musti gowes sana sini. biasanya olahraga bareng, arisan bulanan warga indonesia, sleep over di rumah salah satu sobat, janjian ke Uniqlo, Toys R Us atau Depo Sport trus pulangnya makan udon atau sushi, pertemuan bulanan sama warga Jepang yang jago English, nemani alif latihan Softball di sekolahnya, latihan nari tradisional dengan senior Indonesia, dll.

seru siy, capek tapi seru…

 

Lessons on how to find the right one

  • “Menemukan pasangan hidup yang tepat itu bukan pakai ini (nunjuk kepala), tapi pakai ini (nunjuk ke jantung), karena ini (nunjuk ke jantung) tidak akan mudah di goda oleh syaitan. “ ~penasehat pernikahan aka kepala KUA Banjarbaru, 2009

 

  • “Kalo nyari pasangan hidup itu, carilah yang enak buat diajak ngobrol, di mana mengobrol bersama dia bisa bikin kamu lupa udah ngabisin waktu berapa lama. Soalnya, kelak kalo kalian udah tua dan nggak bisa ngapa-ngapain lagi, kalian cuma bisa ngobrol berdua.‚ÄĚ ~Alitt Susanto @shitlicious (di buku Relationshit)

 

  • “…..we discovered that we had similar values and we could really talk about anything….” ~Song Hye Kyo (note to fans about marriage announcement with Song Joong Ki)

 

  • You can’t have a healthy relationship until you happy with yourself ~R. Hoffman

 

sambung nanti, kalau inget lagi hahahaha…