Month: November 2016

Developing Yourself

“Educating the mind without educating the heart is no education at all.”

– Aristotle

Advertisements

How do I begin?

Kamis, 3 November 2016

My new post on November, today is National Holiday in Japan, Culture Day

sekian linggisnya hahahaha…

Oke, ini bacaan buat nambah info bagi kalian yang pengen foto-foto selfie di luar negeri gratis tapi dengan cara yang agak elegan..yaitu, sekolah #gubrak

mudahan ini juga bisa kasih sedikit titik terang bagi yang pengen sekolah tapi banyak alasan :p

  1. Aku nggak pinter
  2. Orang tua aku nggak banyak duit
  3. Bahasa inggrisku jelek
  4. Aku cuman dari daerah, bukan dari kota besar
  5. Aku nggak bisa ninggalin kerjaanku nih
  6. Aku jomblo #eh

Saya juga punya banyak kekurangan, saya nggak pinter, orang tua saya udah pensiun, tabungan saya nggak banyak, nggak ada orang yang bisa support keuangan saya kecuali saya harus bekerja keras, bahasa inggris saya pas-pasan, saya dari kalimantan, jadwal kerjaan saya alhamdulillah lumayan padat. Soal jomblo, itu nggak ada korelasinya! #sensitib  tapi lumayanlah, mantan saya masih mau jadi tempat curhat kalau saya butuh semangat #modus #moveonsanahkalianberdua #bestfriendforever #istigfar

Modal pertama buat bisa sekolah dan dapet beasiswa apa sih?

N I A T

niat kamu lebih besar daripada berat timbangan kamu atau nggak ?#lagilagibahashalsensitib

Niat saya lanjut sekolah itu tahun 2007 kelar S2 udah punya mimpi mau lanjut di Aussie, kenapa? karena deket dan bahasa pengantarnya Inggris.

Lalu karena banyak hal yang harus dihadapi, niat itu hanya sebatas niat. kemudian muncul kembali di tahun 2010. Di dukung pimpinan Perguruan Tinggi dan pimpinan Fakultas tempat saya bekerja dan keluarga, biar saya nggak galau dan bisa teralihkan pikiran saya dari hal “you know” lah.

Tapi niat aja belum cukup, harus ada yang namanya….

U S A H A

yup, niat punya istri tapi ke kenalan ama cewe aja gak berani, piye tho? #jleb

Prinsip saya, saya pengen punya pengalaman kerja yang lumayan dulu biar bisa ngerti gimana kondisi di lapangan dan bisa saya bandingin dengan teori di kampus kelak, jadilah saya sibuk kerja kesana kemari, seneng bisa beli ini itu dengan uang hasil jerih payah sendiri, bisa travelling ke luar kota dibayarin, dan lain-lain.

Tapi niat itu masih ada, walaupun usahanya nggak sebesar timbangan badan saya #hiks Setiap tahun, lanjut sekolah itu adalah salah satu resolusi tahunan saya. Sering baca kan joke tentang resolusi tahun ke sekian yang akan dipikirkan di tahun berikutnya, dan dituliskan di dua tahun berikutnya, dst., dst. Yup, saya begitu tuh…

Akhirnya, tahun 2012, saya coba mem-break down resolusi tahunan saya menjadi…

T A R G E T – T A R G E T   K E C I L

coba deh kalian search soal “Dream Book” nya Rangga Umara, saya belajar bikin my own Dream Book, dimana disitu kalian tulis semua mimpi kalian, tapi dibarengin dengan usaha nyata berupa langkah-langkah kecil.

Usaha yang dilakukan untuk salah satu mimpi saya yaitu sekolah lagi, yaitu dengan cari tahu persyaratan-persyaratan pertama untuk bisa sekolah dan apply beasiswa : Kemampuan Bahasa Inggris dan Nilai TPA (Test Potensi Akademik, sejenis psiko test sebagai syarat pertama lanjut S2 dan S3…TPA OTO Bappenas yang resmi dan diakui di Luar Negeri)

kita nggak bisa sampai ke suatu wilayah hanya dengan satu kali langkah besar, kita hanya bisa dengan satu langkah kecil, setiap hari..intinya kita harus…

K O N S I S T E N

Tahun 2012, saya kursus IELTS, karena untuk ke Australia dan negara persemakmuran biasanya dibutuhkan nilai IELTS. untuk TOEFL, materi yang saya punya lumayan cukup untuk bisa saya pelajari sendiri di rumah (ya kaleee saya punya duit buat kursus keduanya..hiks…)

Saya kursus bareng salah satu sahabat saya yang punya cita-cita yang sama saat itu, bisa selfie dengan elegan di Luar Negeri ..dia juga bikin Dream Book, hai Miss Fit, I know you read this #kisskiss

kursus 3 kali seminggu dalam waktu 3-4 bulan, it was so much fun in miss Shen class..and we met funny classmates Mister Cha

diakhir-akhir, jujur aja saya banyak bolos karena jadwal keluar kota saya lagi penuh banget…biasa, ngamen masuk hutan keluar hutan. Nilai post test IELTS saya naik, lumayan lah rata-rata 6, tapi hanya simulasi IELTS, karena test yang sesungguhnya mahal bok!

Tapi yakinlah, semua yang kita jalani, asal itu baik, nggak akan pernah sia-sia…#camkan

di Tahun 2013, saya coba ikutan Test TPA yang diadain OTO Bappenas, diadainnya di kampus saya, Fakultas Teknik, huaaa senang laah..karena nggak perlu biaya transportasi ke Jakarta. Langsung tanpa pikir panjang saya daftar, meskipun jadwal keluar kota lagi-lagi penuh.

Biaya TPA mahal? yah kalian mah raja/ratu alibi ah #piss…masa punya cita-cita besar nggak mau ada pengorbanan yang juga besar? nabung laaah…

Belum lagi tugas tambahan saya bantu-bantu di prodi Teknik Sipil nggak kalah menyita waktu, terimakasih buat temen-temen yang udah bantuin ngehandle kerjaan dan ngajar kalau saya nggak bisa membelah diri…doomo arigatou gozaimasu

Tapi saya maksain diri saya untuk tetap punya langkah kecil, setiap hari. Habis subuh, saya belajar TOEFL dan TPA 1 jam setiap subuh, kalau nggak sempat saya belajar saat sore di meja saya di prodi, saat semua pegawai udah pulang atau malam sebelum tidur, yang penting ada langkah kecil setiap hari!

Hal ini juga saya lakukan setiap mau menghadapi ujian apa saja, dari mulai test sekolah S2 di Bandung, test CPNS, test beasiswa Bridging sampai test Beasiswa S3…1 jam setiap hari

 

“Recipe for success: Study while others are sleeping; work while other are loafing; prepare while others are playing; and dream while others are wishing.”

William A. Ward

 

1 bulan sebelum test TPA dilaksanakan, saya makin rutin belajar TPA, kadang kalau lagi diluar kota saya belajar pake laptop. Bahannya apa aja siy? semua bahan yang bisa kamu temuin di toko buku dan donlot gratisan. Bukan masalah soal apa materinya, tapi apakah ada tindakan belajarnya atau nggak…simple

Satu hari sebelum test diadakan, semua temen-temen saya sibuk cari bahan dan belajar, saya jalan sama Mbak En ke SCP nonton film, ketawa-ketawa, makan…iih gilak kali ya pikir kalian, nggak lah…saya selalu begitu kalau besok mau menghadapi ujian, harus me-relakskan pikiran.

1 Bulan kemudian, saya dikabarin hasil ujiannya di atas pesawat menuju Kaltara hahahaha…saya ketemu temen saya sesama peneliti di Univ saya, yang kebetulan satu pesawat tapi beda kegiatan. Belum juga duduk di kursi, udah heboh sambil bilang kalau nilai saya paling tinggi diantara seluruh peserta yang jumlahnya 90 orang. Berhubung dia tukang becanda, saya mana mau langsung percaya.

Tapi, ketika minggu depannya saya balik ke kampus dan liat hasilnya, saya baru percaya. Alhamdulillah, nilai tertinggi..beda jauh dengan yang rangking 2. xixixixi….

Dan mendadak saya jadi most wanted person dikampus, entah dari temen-temen peserta yang nanya saya belajar pake buku apa (dan mereka nyatet judul buku yang saya pakai dan dimana belinya) sampai temen-temen lain yang hanya ingin ketemu untuk ngucapin selamat dan bilang : ternyata citra pinter ya..nggak nyangka   #maksudlooo…

saya nggak pinter saudara-saudara, saya inget sama Wali Kelas SMP saya waktu di Bandung (SMP 2 Bandung, lumayan 1 semester), ibu yang ngajar Biologi :

Nggak ada orang yang Bodoh, yang ada orang yang MALAS…

orang Pintar akan kalah sama orang RAJIN…

saya akan selalu ingat buk, walaupun saya sering malas juga hiks…

sebenernya hal-hal ini udah sering banget saya share ke mahasiswa saya, mau punya mimpi apapun, harus punya NIAT kuat, USAHA yang nggak kalah besar, namun harus punya TARGET-TARGET KECIL yang dilakukan secara KONSISTEN

Insya Allah, langkah awal menuju mimpi besar kalian akan terbuka dan pelan-pelan terwujud aamiin…

“Shoot for the moon. Even if you miss, you’ll land among the stars.”

Norman Vincent Peale

bersambung di artikel berikutnya..bye